Terbuat Dari Anyaman Rotan, Pengrajin Tunjong Mulai Terbatas

oleh -248 views
Tunjong atau Ambung salah satu jenis keranjang khas Kabupaten Natuna yang terbuat dari anyaman rotan.

NATUNA – Tunjong atau ambung adalah keranjang khas Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terbuat dari serat-serat rotan yang di anyam.

Sejak dulu masyarakat menggunakan tunjong atau ambung sebagai wadah dan menjadi satu-satunya alat dalam melakukan aktivitas mengangkut barang kebutuhan sehari-hari.

“Tunjong atau anjung biasanya digunakan untuk mengangkut kayu bakar dan kelapa,” sebut Nahar warga Ranai Darat  kepada koranperbatasan.com di kebunnya, Senin, 26 Juli 2021.

Kata Nahar, untuk menganyam rotan menjadi sebuah tunjong atau ambung biasanya memerlukan waktu paling lambat dua hari. Rotan yang merupakan bahan baku dalam pembuatan tunjong atau ambung bisa didapatkan dengan cara di beli atau mencarinya langsung.

“Untuk kapasitas satu buah tunjong atau ambung yang saya gunakan saat ini, muat 20 buah kelapa,” katanya.

Nahar warga Ranai Darat sedang memperlihatkan bagaimana cara menggunakan Tunjong atau Anjung kepada wartawan koranperbatasan.com ini di kebunnya, Senin, 26 Juli 2021.

Diakui Nahar, saat ini terdapat dua orang pengrajin yang masih melestarikan budaya lokal tersebut.

“Sepengetahuan saya yang masih menjadi pengrajin tunjong atau ambung ada dua orang, di Ceruk dan Cemaga,” ujarnya.



Menurut Nazar, jika tidak dilestarikan budaya lokal tersebut, perlahan akan hilang termakan waktu. Hal itu dikarenakan kurangnya minat generasi penerus atau milenial untuk belajar menganyam.

“Tentu pembuatannya memerlukan keahlian, maka belajarlah. Kepada Pemerintah Daerah diharapkan memperhatikan dan melestarikan itu,” tutupnya. (KP).


Laporan : Hairil