Tim Reaksi Cepat BPB Damkar Natuna Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,9 Meter

oleh -521 views
TRC BPB Damkar Natuna saat mengevakuasi ular poton di halaman Asrama Haji Kompleks Masjid Agung Natuna

NATUNA – Aparatur Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Penanggulangan Bencana (BPB) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau  kembali mendapatkan laporan dari warga ada seekor ular piton sepanjang 2,9 meter di halaman Asrama Haji kompleks Masjid Agung Natuna.

“Atas dasar laporan tersebut tim langsung bergerak cepat, tanggap, tangkas dan tangguh, dengan mengerahkan satu unit mobil damkar menuju lokasi untuk mengevakuasi,” sebut Kepala Sesi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bidang Penanggulangan Bencana, Elkadar Lismana, SAP, M.Si, kepada koranperbatasan.com Jum’at malam, 08 Oktober 2021.

Kata Elkadar, dalam operasi yang memakan waktu sekitar 15 menit tersebut, petugas yang diturunkan berjumlah sembilan orang.

“Penangkapan ular piton dilaksanakan pada pukul 21:05 Wib, berakhir 21:20 Wib,” pungkasnya.

Anggota TRC BPB Damkar Natuna saat mengevakuasi ular poton di halaman Asrama Haji Kompleks Masjid Agung Natuna

Elkadar menyebutkan, petugas yang menangkap ular melengkapi diri dengan peralatan dan sarung tangan. Tidak menemukan kendala saat melakukan evakuasi. Ular tersebut berhasil diamankan dan dimasukkan dalam karung untuk dibawa ke Mako Damkar Natuna.

“Dikarenakan ular piton sudah besar, maka petugas mengambil keputasan untuk dimusnahkan, karena apabila dilepas dalam sungai ataupun di hutan dihawatirkan mengganggu atau meresahkan  warga,” ungkapnya.

Saat evakuasi lanjut Elkadar, tim saling bagi tugas. Ada yang menangkap kepalanya, ada yang menarik buntutnya, ada yang mencongkel kepalanya agar tidak melilit, ada pula yang memegang karung. Sehingga operasi evakuasi berjalan aman dan lancar serta tidak ada korban jiwa.



“Pelapor tak mengetahui dari mana asal kedatangan ular tersebut.  Tiba-tiba beliau gempar setelah mengetahui adanya ular piton, sehingga langsung menghubungi kita,” imbuhnya.

Elkadar memastikan, warga mengaku khawatir jika hewan melata itu dilepas, maka akan memangsa ternak milik mereka (warga-red). Apa lagi jika reptile tersebut memakan korban dengan belitannya yang mematikan.

“Kebanyakan warga yang melihat ular itu tidak berani menangkap karena khawatir menjadi korban belitan ular yang mematikan,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan