Nur Parta : “Dibilang Terhambat Tidak, Terhenti Juga Tidak, Aktifitas Tetap Kita Laksanakan”

oleh -642 views
Sekretaris-Dinas-Pemberdayaan-Perempuan-Perlindungan-Anak-Pengendalian-Penduduk-dan-Keluarga-Berencana-Kabupaten-Natuna-Provinsi-Kepri-Nur-Parta

NATUNA (KP),- Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Nur Parta memastikan rutinitas didinasnya tetap berjalan, mulai dari pelayanan maupun administrasi, meski berada dalam masa pandemi Covid-19.

Saat ini, kata Nur Parta, segala aktifitas yang dilakukan masih tetap harus mengikuti protokol kesehatan. “Bulan ini kita akan ikut kegiatan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas). Jadi disini nanti, kita akan mengadakan pelayanan KB (Keluarga Berencana). Kebetulan dari beberapa lintas sektor hadir dan tadi sudah kita bicarakan dalam rapat. Jadi walaupun dalam masa pandemi, pelayanan atau pun aktifitas kantor tetap berjalan,” kata Nur Parta kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Selasa 16 Juni 2020.

Berbicara kesiapan anggaran, Nur Parta menyebutkan semua SKPD, baik di daerah maupun pusat mengalami nasib serupa. Yakni terjadi rasionalisasi anggaran sebesar 50 persen. “Anggaran yang terasionalisasi itu, dari pengadaan barang jasa dan belanja modal. Sumber yang terkena itu, anggaran APBD. Kalau kita di dinas ini ada beberapa sumber anggaran. Ada dari APBD dan APBN, jadi kita pakai yang dari BKKBN Pusat,” terangnya.

Menurutnya, sampai tahun depan kondisi anggaran masih pada posisi penyesuaian. “Saat ini otomatis sampai bulan Desember. Untuk anggaran tahun berikutnya, kita masih tetap menyesuaikan dengan situasinya. Apakah itu masih berlaku atau ada kebijakan tertentu. Yang jelas kita masih mengikuti instruksi. Jadi disesuaikan tidak harus dalam satu kegiatan sekian-sekian. Kita sesuaikan mana yang sekiranya paling urgent,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikannya, tidak ada jaminan akan terjadi penambahan pada perubahan anggaran yang akan berlangsung pada bulan Agustus nanti. “Semuanya pasti penting. Tapi ini kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung penanganan Covid-19. Artinya, kalau pada APBD ini sudah ada pengurangan, rasanya tidak ada harapan untuk mendapatkan di APBD-P. Sedangkan APBD-P itu, sendiri dimulai Agustus nanti. Tapi kita lihat juga situasinya, karena Covid-19 ini kita tidak bisa menentukan sampai bulan berapa,” tuturnya.

Nur Parta memastikan tidak ada aktifitas yang dihentikan akibat Covid-19. Hanya saja yang dilakukan tidak dapat dikerjakan sesuai rencana awal. “Dampak itu kalau dibilang terhambat tidak juga. Terhenti juga tidak. Aktifitas masih tetap kita laksanakan. Cuma disesuaikan dengan anggaran yang ada. Misalnya kita mau memberikan pelayanan turun ke kecamatan rencananya tiga orang, ternyata anggarannya dikurangi menjadi satu orang. Kan tidak menjadi kendala, karena kita tetap berjalan walaupun ada pengurangan. Intinya aktifitas dan pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Nur Parta menyebutkan menjadikan Natuna Kabupaten Layak Anak merupakan program prioritas didinasnya. “Kita sedang menuju kabupaten layak anak. Sekarang status kita masih pratama. Layak anak itu, ada beberapa tingkatan, untuk tingkat dasarnya (pratama-red) sudah kita lewati. Prioritas lain dari pemberdayaan perempuan yaitu industri rumahan,” ungkapnya.



Sebelum mengakhiri, secara pribadi Nur Parta mengajak senantiasa mawas diri menghadapi Covid-19. “Harus tetap menjaga protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini harus kita terapkan. Karena kita tidak tahu mana yang sebenarnya berbahaya, seperti adanya Orang Tanpa Gejala (OTG). Yang jelas selagi menjaga protokol kesehatan, insyaallah kita terhindar,” tutupnya. (KP).


Laporan  : Boy Iqbal / Hamzah


 


Memuat...