Dianggap Tidak Sah, Kepala Pekon Ancam Panitia Pemilihan Badan Hippun Pemekonan

oleh -205 views
Santoso, Kepala Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo

TANGGAMUS – Kepala Pekon (Kakon), Santoso ajak berantem Sekdes Sutrisno selaku Ketua Panitia Pemilihan Badan Hippun Pemekonan (BHP) di Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa, 29 Juni 2021.

Pemilihan BHP di Pekon Banyu Urip dianggap Kepala Pekon Santoso tidak sah, karena tidak mengikuti apa yang diperintahkannya, sempat ada ketegangan antara Kakon Santoso dengan Panitia Pembentukan BHP bahkan Santoso sempat mengeluarkan kata-kata ancaman.

“Acara pemilihan anggota BHP ini tidak sah, saya tidak mau bertanggungjawab dan saya akan membongkar ayip kamu semua di depan orang banyak, saya siap tantang kamu semua panitia, mau apa kalian, mau gelut-gelutan?” kata Kakon Santoso didepan orang banyak, Selasa 29 Juni 2021.

Tempat terpisah, Sekretaris Pekon Banyu Urip, Sutrisno selaku Ketua Panitia Pemilihan BHP menjelaskan bahwa dirinya sudah dimandatkan oleh Kakon Santoso sebagai Ketua Panitia Pelaksana BHP, tapi sayangnya, Kakon masih ikut campur dalam aturan pemilihan BHP.

“Kami melaksanakan pemilihan anggota BHP ini sudah ketiga kalinya, yang pertama tidak disetujui Kakon, yang kedua dianggap tidak memenuhi protokol kesehatan, dan yang ketiga kalinya ini mau di batal juga oleh Kakon dengan banyak alsan,” terangnya.

Tapi kami lajut Sutrisno dari panitia tetap melaksanakannya karena syarat-syarat sudah terpenuhi. “Kami undang dari muspida juga, jadi kami tetap lanjutkan, adapun Kakon seperti itu mungkin dia ada alasan lain, gak tau kenapa,” pungkasnya.

Selain itu, Sekretaris Pekon Banyu Urip, Sutrisno selaku Ketua Panitia penyelenggara pemilihan BHP juga menyayangkan sikap Santoso selaku Kepala Pekon yang arogan, bahwa menurutnya, Kepala Pekon jangan ikut campur dalam pemilihan BHP tersebut.



“Sebetulnyakan kegiatan ini telah melakukan pembentukan panitia dan dibentuk oleh kepala pekon, dan itu hak kami untuk menentukan sebagai panitia, intinya kan begini, kami kan diberi mandat oleh kepala pekon difungsikan sebagai panitia, artinya kami diberi kewenangan, dalam arti kepala pekon udah gak ikut campur lagi dalam hal ini,” ujarnya.

Sementara, Mantan Kakon sekaligus calon BHP, Supriyanto saat ditanya apa tujuan mencalonkan jadi anggota BHP ia menjelaskan bahwa tidak ada tujuan lain, melainkan untuk kemajuan dan ikut mengawasi kinerja Pemerintah Pekon Banyu Urip.

“Tujuan saya nyalon BHP karena saya hanya ingin supaya Pekon Banyu Urip ini kedepan lebih maju lagi, dan tidak ada tujuan tertentu, masalah Pak Kakon seperti itu, itu haknya dia, mungkin juga lagi ada dendam sama saya karena Pilkakon kemarin, tapi kalau saya sih nggak masalah yang sudah ya sudah, saya pribadi tidak ada dendam politik,” bebernya. (KP).


Laporan : Arzal