Pembatasan Jumlah Orang Keluar Masuk Kalsel

oleh -321 views
Bandara-Internasional-Syamsudin-Noor-tampak-lengang

BANJARMASIN (KP),- Beberapa hari ini, Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor membaca  komentar di medsos, menyarankan, bahkan mendesak agar Pemprov Kalsel segera menutup Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Karena dua tempat itu menjadi akses keluar masuk Kalsel yang sangat rawan berpotensi menularkan dan membawa carrier Covid-19.⁣

Tidak salah, alasannya memang seperti itu, dan kondisinya pun tidak jauh beda. Cuma supaya diketahui banyak warga banua, menurut Paman Birin (Sapaan akrab Gubernur Kalsel), tidak punya wewenang melakukan itu. Yang berhak dan punya kewenangan menutup bandara dan pelabuhan adalah Kementrian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. ⁣

Mekanisme penutupan pelabuhan laut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE 13 Tahun 2020 tanggal 26 Maret 2020 tentang Pembatasan Penumpang di Kapal, Angkutan Logistik dan Pelayanan Pelabuhan Selama Masa Darurat Penanggulangan Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kalau sebatas mengusulkan penutupan, itu memang bisa dilakukan gubernur, namun boleh tidaknya ditutup harus seizin dua dirjen diatas. Itupun harus dibarengi dengan alasan yang sangat kuat dan kemudian harus melalui evaluasi menyeluruh dari Kemenhub.

Karena pelabuhan merupakan obyek vital yang tidak hanya melayani penumpang tetapi juga angkutan barang dan logistik. Pelabuhan pun berfungsi sebagai salah satu simpul sarana prasarana penanggulangan bencana nasional untuk pengiriman obat hingga mobilisasi personel medis.

Seperti halnya pelabuhan, bandara juga merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang. Bandara juga melayani angkutan kargo, logistik, dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat. Saking vitalnya pelabuhan dan bandara, sehingga sampai sekarang, tidak ada satupun bandara atau pelabuhan di Indonesia yang ditutup total.

Makanya Pemprov Kalsel mengambil langkah taktis strategis, yaitu dengan membatasi jumlah orang yang masuk ke Kalsel, dan dirumuskan dalam bentuk Surat Keputusan Gubernur Kalsel tanggal 31 Maret 2020. ⁣



Surat Keputusan Gubenur (Kepgub) Kalsel Nomor : 188.44/021/kum/2020, tentang pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar daerah provinsi ini, paman tembuskan kepada pengelola bandara, yaitu PT Angkasa Pura I Syamsudin Noor  dan pengelola pelabuhan, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin.

Salah satu hikmah dengan pandemi corona ini, bukan saja membuat kita sadar akan pentingnya hidup sehat, namun juga membuat kita nambah wawasan dan pengetahuan. Selalu ada pelajaran dibalik kesulitan. Bagi yang ingin belajar. (KP).


Laporan : Adam Subayu



Memuat...