Pemkab Tanggamus “Ditantang” Selamatkan Biaya Pengobatan Rizki Ramadhan

oleh -566 views
Rizki-Ramadhan-Balita-Penderita-Atresiaani-dan-keluarga

TANGGAMUS (KP),- Komunitas Mutiara Independen Lampung (Komil) didampingi Aliansi Jurnalistik Online (AJOI) DPC Kabupaten Tanggamus mengantar pulang Rizki Ramadhan Balita Penderita Atresiaani (tidak ada lobang anus) ke Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, pasca menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Bandar Lampung. Kamis, 14 Mei 2020.

Sebelumnya, Rizki Ramadhan tergolong keluarga miskin yang tidak mampu menjalani proses pengobatannya lantaran kurangnya biaya administrasi. AJOI DPC Tanggamus  bekerjasama dengan Komil dan didukung donasi dermawan  membantu menjembatani biaya pengobatan yang dialami balita warga Kabupaten Tanggamus ini.

Usai dipulangkan dari rumah sakit, Rizki Ramadhan, kondisinya sudah mulai pulih pasca perawatan selama 1 minggu di rumah sakit. Akan tetapi, masalah yang ditimbulkan saat ini ialah, donasi yang dibuka Komil sejak awal proses pengobatan di rumah sakit, belum cukup membantu, pasalnya, biaya yang harus didapatkan sekitar Rp50 juta, sedangkan donasi selama perawatan sampai saat ini, masih kurang Rp12 juta untuk membayar di Rumah Sakit.

Riski-Ramadhan-balita-usia-1-minggu-tanpa-anus-yang-membutuhkan-bantuan-biaya-operasi-anus

Tak hanya itu, Sutarti Ketua Komil harus memberikan BPKB Mobilnya kepada pihak Rumah Sakit agar Rizki Ramadhan bisa dibawa pulang ke rumahnya. “Ya, pemulangan adek ini cukup berat sih, karena dana operasi totalnya hampir Rp.40 jutaan. Kemaren kita dapet donasi Rp8 juta, hasil penggalangan donasi yang dilakukan  kawan-kawan  AJOI Tanggamus, dan  hari ini kita dapet donasi kurang lebih Rp18 jutaan lah. Jadi kita masih punya tunggakan sekitar Rp12 jutaan. Kita pun memulangkan adek ini dari rumah sakit harus ada jaminan, dan kita taruh BPKB mobil disana,” katanya.

Lanjutnya, saya heran aja sih, kenapa semua bantuan harus ke Covid-19, memangnya di Tanggamus warganya yang sakit cuma Covid?, terus kalau ada bayi yang seperti adek ini harus ditelantarkan? Padahal ada DPRD, dinas terkait, aparatur pekon dan yang lainnya. Ya, mudah-mudahan mereka bisa perduli dengan adek ini, dan minimal kalau ada pasien yang seperti ini, pihak pekon itu harusnya bisa hadir untuk berkoordinasi, agar warganya yang akan dibawa itu ada yang menanyakan, bagaimana keadaan warganya selama di Bandar Lampung, dan itu salah satu bentuk kepedulian, kalau seperti ini warganya berjuang sendiri, kasianlah liatnya, papar Surarti.

Tidak ada hentinya, Komil akan terus memperjuangkan Rizki Ramadhan agar selamat dari derita yang dialamainya itu. “Setelah proses ini, nanti akan dibuat anus buatan di perut. Setelah itu kalau adek ini sudah normal, kita akan buatkan lobang anus lagi, karena kita sudah punya BPJS, pihak kami akan kembali lagi ke Rumah Sakit Mutiara Putri untuk berkoordinasi dengan dokternya,” katanya.

Rizqi-Ramadhan-balita-usia-5-hari-asal-Pekon-Negeri-Agung-Kecamatan-Talang-Padang-Kabupaten-Tanggamus

Untuk proses menunggu pembuatan lobang anus, pihak keluarga harus menunggu kordinasi dari dokter, dan sampai lukanya benar benar pulih. “Proses lanjutnya, ya kita nunggu apa kata dokternya, dan selama adek ini dirumah, bidan desa saya harap bisa sama sama merawat adek ini agar luka bekas anus buatan bisa pulih dan steril, kalau tidak steril nanti akan infeksi dan akan di operasi lagi,”jelasnya.



Sementara, menurut keterangan, Lia (37) Bibi Rizki Ramadhan, selama bayi tersebut dirawat ke Rumah Sakit Bandar Lampung, belum pernah ada aparatur pekon yang  menyambangi rumah kediaman Rizki Ramadhan. “Belum pernah ada yang dateng dari pihak pekon, jangankan mau ngasih bantuan, mau mendatangi kerumah aja kami bersyukur sudah mau peduli,” ungkapnya.

Lia berharap, pemerintah pekon bisa melihat kondisi bayi tersebut, bisa membantu do’a untuk keselamatan bayi dari warganya, bersyukurnya kalau pihak Pekon akan datang ke kediaman Rumah Rizki Ramadhan. (KP/Tim AJOI Tanggamus).


Laporan : Arzal


 


Memuat...