Penangkapan Narkoba Terbesar Awal Tahun 2020

oleh -544 views
Gubernur-Kapolda-dan-Kepala-BNNP-Kalsel-saat-pemusnahan-Barang-Bukti-Narkoba

BANJARMASIN (KP),- Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor mengapresiasi dan memberikan penghargaan luar biasa pada jajaran Polda Kalsel yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional beroperasi di banua kita.⁣

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs Yazid Fanani MSi bersama seluruh jajaran Polda Kalsel, dan sejumlah unsur Forkopimda Kalsel, memberikan keterangan soal keberhasilan Ditresnarkoba Polda Kalsel mengungkap jaringan narkoba internasional lintas Malaysia – Sumatera – Jawa Timur dan Kalimantan, pada Senin (20/1/2020) di Mapolda Kalsel.⁣

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Wisnu Widarto,  Polisi melakukan operasi penangkapan saat tersangka inisial SAZ melakukan transaksi narkoba pada Sabtu (18/1/2020) pukul 14.45 Wita di Jalan Pembangunan 1 Kel Belitung Selatan, Banjarmasin.

Kasus pun dikembangkan. Penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan SAZ,  Jalan Rawa Sari VII Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin. Hasilnya, Polisi menemukan paket besar narkoba. Yaitu berupa sabu-sabu 26,3 kg, pil sabu-sabu 19.900 butir, sabu-sabu jenis Yaba 2,1 kg, kapsul ekstasi 600 butir,  9.143 butir pil ekstasi berbagai jenis, serbuk ekstasi seberat 505 gram. Total barang bukti sabu  sebanyak 32.615,48 gram atau 32,6 kg.⁣

Menurut Kapolda, ini adalah penangkapan narkoba dengan jumlah barang bukti terbesar sepanjang Polda Kalsel berdiri. Sebelumnya, pada Juli 2018, Polda Kalsel juga berhasil memecahkan rekor  tangkapan dengan 20 kg sabu-sabu.⁣

Hasil penyidikan sementara, terungkap peran SAZ sebagai penjaga gudang penyimpanan narkoba. Dia berperan mengatur keluar masuk narkoba untuk diedarkan bukan hanya di Kalsel, tetapi juga Kalteng hingga Kaltim.

Suplai narkoba dia dapat dari  jaringan Malaysia yang dibawa melalui jalur laut ke Sumatera transit Surabaya hingga sampai ke Banjarmasin melalui pelabuhan. Mendapat suplai barang dari atasannya. Siapa big bos nya? Polisi masih akan mengusut tuntas kasus ini.



Rupanya, pemuda 28 tahun kelahiran Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut ini sudah menjalankan bisnis haramnya selama dua tahun terakhir. Selama itu dia sudah berhasil memasarkan narkoba sebanyak setengah ton lebih. Dari rekap yang didapat Polisi, pada tahun 2018, dia berhasil menjual 121 kg sabu, dan tahun 2019 terjual 389 kg. Untuk itu dia mendapatkan upah sangat besar Rp 6,5 miliar.

Dengan sejumlah barang bukti ini, Polda Kalsel sudah berhasil menyelamatkan 237.119 jiwa orang banua dari terkaman bahaya narkoba. Gubernur mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membumihanguskan narkoba dari tanah banua. Aaparat tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Peran yang bisa dilakukan antara lain, memastikan anggota keluarga dan lingkungan sekitar tidak terpapar narkoba. (KP).


Laporan : Adam Subayu



Memuat...