Pendataan BLT Kurang Terbuka Warga Datangi Balai Pekon Dadirejo

oleh -301 views

TANGGAMUS (KP),- Pada Senin, 13 Juli 2020, suasana di Balai Pekon Dadirejo Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus sedikit tegang. Ketika 80 lebih warga melakukan protes atas dugaan ketidaktransparan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Didampingi LSM Lipan, warga meminta Pj Kakon Dadirejo Kecamatan Wonosobo dan para perangkatnya lebih terbuka dalam pendataan penyaluran bantuan terdampak Covid-19 yang bersumber dari dana desa tersebut.

Sebagaimana diketahui, sekitar 80 Kepala Keluaraga (KK) di Pekon Dadirejo memngaku belum mendapatkan bantuan kemanusian tersebut. Saat itu, Ketua LSM Lipan Tanggamus, Sanif meminta warga yang memenuhi balai pekon bertenang serta tidak terprovokasi guna menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

Sementara, Rujito warga setempat mengaku heran terkait pendataan penerima bantuan tersebut. “Selama ini, yang dapat ada lebih besar. Yang kecil tidak dapat, dasarnya bantuan itu adalah mengutamakan yang kecil. Tapi tidak mengabaikan yang besar. Jadi kami mohon pembenahan pendataan,” pungkasnya.

Pj Kakon Dadirejo, Zulhelmi ketika diminta keterangan oleh wartawan yang tergabung di DPC AJOI Tanggamus mengaku telah menanggapi keluhan warga dengan baik. “Harapan saya pada masyarakat akan lebih baik. Saya sebagai PJ.  Pekon Dadirejo berterima kasih sekali atas usulan  mereka. Kami akan mendatangi warga yang belum dapat bantuan tersebut. Mungkin itu, ada kesalahan RT saat mendata,” terangnya.



Hasanuddin dari Koramil Pekon Dadirejo mengatakan akan membantu mencarikan solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. “Kita cari solusi dan jalan tengahnya, supaya masyarakat kita rakyat Indonesia bisa merasakan bantuan tersebut. Kita harus tetap mengikuti aturan-aturan pemerintah, supaya tidak salah sasaran,” tuturnya. (KP).


Laporan : Arzal


 


Memuat...