Metode Pembelajaran Belajar Sambil Bernyanyi Dengan Model PBL

oleh -141 views
Guru IPA SMP N 3 Satu Atap Kecamatan Bunguran Utara, Sri Dini Hairani, S.Pd saat melakukan diskusi bersama siswannnya di kelas.

Metode Pembelajaran Belajar Sambil Bernyanyi Dengan Model PBL

Oleh : Sri Dini Hairani, S.Pd


JULI 2015 – Desember 2020 saya mengajar di SMAN 14 Batam mata pelajaran biologi. Januari 2021 saya pindah tugas ke SMPN 3 Satu Atap Bunguran Utara. Sangat signifikan perbedaan mengajar siswa yang tinggal di kota dengan siswa yang tinggal di desa, apalagi desa yang jauh dari kota dan jauh tertinggal.

SMPN 3 Satu Atap Bunguran Utara adalah sekolah baru di kabupaten Natuna dengan jumah siswa saat ini 21 orang dari kelas VII-IX. Siswa di desa khususnya desa teluk buton (siswa smpn 3 satu atap bunguran utara) memiliki motivasi belajar yang sangat rendah, dukungan orang tua yang juga kurang, serta fasilitas yang tidak mendukung, dimana belum tersedia jaringan internet. Sehingga satu-satunya sumber informasi belajar hanyalah dari buku yang dipinjamkan sekolah dan guru.

Pembelajaran jarak jauh sangat-sangat tidak efektif di terapkan di SMPN 3 Satu atap Bunguran Utara. Karena tidak adanya layanan internet di sekitar desa dan rumah siswa, Para siswa dapat mencari sinyal internet dengan cara naik ke dataran yang lebih tingi untyk mencari sinyal dari desa sebelah namanya desa kelarik atau numpang wifi di kantor desa yang sinyalnya juga tidak stabil.

Satu-satunya alternative yang dapat diberikan guru yaitu dengan mendatangkan siswa ke sekolah secara bertahap untuk menghindari kerumunan, memberikan tugas lalu diumpulkan minggu depan. Kegiatan belajar ini sangat-sangat tidak efektif dimana guru sama sekali tidak bisa menggunakan metode model-model pembelajaran kepada siswa. Hal ini menyebabkan hasil belajar siswa sangat menurun.

Siswa SMP Negeri 3 Satu Atap Kecamatan Bunguran Utara, saat melakukan diskusi bersama di kelas.

Maret 2021, akhirny pemerintah daerah mengizinkan tatap muka terbatas untuk beberapa sekolah yang jauh dari kota, salah satunya SMPN 3 satu atap bunguran utara. Dengan adanya tatap muka terbatas, guru dapat bertatap muka langsung dengan siswa dan menerapkan beberapa model dan metode pembelajaran. Karena motivasi belajar yang sangat rendah, dan anggapan siswa tentag pelajaran IPA bahwa IPA itu adalah pelajaran yang sangat sulit dan tidak penting dalam kehidupan, guru sangat kewalahan mencari metode pembelajaran yang pas.



Melihat perkembangan zaman, guru mengamati siswa smp n satu atap bunguran utara lebih tertarik dengan musik terkhusus music-musik tiktok yang sdang hits sering dinyanyikan siswa. Dengan modal pengalaman di SMA N 14  Batam kurang lebih 5 tahun, saya mencoba mengikuti cara belajar siswa dengan melibatkan lagu dan music dalam belajar. Saya mencoba menggunakan metode belajar sambal bernyayi. Dimana siswa diminta membuat lagu dari materi pelajaran dan akan dinyanyikan secara mandiri atau berkelompok.

Dengan metode ini siswa sangat antusias dan menjadi lebih aktif. Ketika analisis ujian akhir ternyata siswa lebih mampu menjawab benar pada materi yang diajarkan dengan metode bernyanyi. Ketika siswa sudah naik kelas pun mereka masih mengingat lagu tersebut, dan mereka sangat bangga karena bisa menghapal pelajaran dengan lagu.

Agustus 2021, saya mencoba menggunakan metode itu kembali pada kegiatan aktualisasai LATSAR CPNS kabupaten natuna, kali ini saya menerapkan metode bernyanyi di kombinasikan dengan model Problem Base Learning (pembelajaran Berbasis Masalah) pada materi Jaringan Tumbuhan di kelas VIII SMP. Sintaks pada pembelajaran PBL yaitu :

  1. Orientasi peserta didik pada masalah
  2. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
  3. Membimbing penyelidikan mandiri
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
  5. Menganalisis dan Evaluasi proses pemecahan masalah
Guru IPA SMP N 3 Satu Atap Kecamatan Bunguran Utara, Sri Dini Hairani, S.Pd saat memberikan bahan diskusi siswannnya di kelas.

Pada tahapan kegiatan 1, guru mengorientasikan siswa pada suatu masalah yang ada di sekitar dengan menggunakan media power point, menjelaskan point point penting untuk merangsang rasa  ingin tahu siswa, kemudian di tahapan ke dua siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang kemudian dibagikan LKPD (Lmebar kerga peserta didik) dyang digunakan sebagai dasar acuan kegiatan. Dalam LKPD sudah ada lirik lagu yang akan dilengkapi siswa dan akan dinyanyikan secara berkelompok.

Pada kegiatan 3 guru membimbing siswa untuk melakukan menyelidikan mengenai jaringan-jaringan tumbuhan untuk memecahkan permasalahan yang diawal sudah di dikembangkan bersama. Di fase ke 4 siswa akan mengembangkan hasil karya mereka mengenai pemecahan masalah yang ada dan menyanyikan lagu tentang materi pelajaran yaitu materi jaringan tumbuhan, dan di fase akhir guru menganalisis danmengevaluasi hasil karya anak.

Pada kegiatan penutup, saya melakukan refleksi dan menanyakan mengenai kegiatan belajar. Dan siswa dangat antusias, apalagi ketika saya menyampaikan bahwa yang berhasil mengahap lagu nya pada pertemuan selanjutnya akan mendapatkan hadiah. Dari hasil kegiatan tersebut, saya dapat menyimpulalkan bahwa siswa membutuhkan suasana baru dalam kegiatan pembelajaran, suasana yang menyenangkan, dan mengikuti perkembangan zaman.

Harapan saya kepada seluruh guru khususnya guru yang mengajar di sekolah terpencil, di desa yang fasilitas sekolahnya tidak mendukung, di sekolah yang motivasi siswanya sangat rendah, semoga metode ini sangat membantu untuk meningkatkan kemauan belajar siswa, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Metode ini juga sangat fleksibel untuk dikembangkan dengan kombinasi model-model pembelajaran yang lain. Metode ini juga dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran semua mata pelajaran baik di SD, SMP dan SMA. (***).


Penulis : Sri Dini Hairani, S.Pd