Pertama Kali, Pentas Seni Virtual di Kota Tanjungpinang Sukses Digelar

oleh -174 views
Pentas-seni-virtual-Sembang-Semasa-Dispudpar-Kota-Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (KP),- Meski pada masa pandemi, berkesenian jangan berhenti. Seperti itu yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Tanjungpinang, Surjadi, menyikapi kondisi semangat berkesenian dimasa pandemi Covid-19, Sabtu, 27Juni 2020.

Pentas seni virtual, sepertinya menjadi salah satu solusi untuk menjadi ruang berkesenian dimasa pandemi Covid-19. Dalam hal ini, Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Tanjungpinang, sukses menyelenggarakannya pada Sabtu malam, melalui channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang, pentas seni virtual ini, ditayangkan perdana.

Malam itu, kata Surjadi, Tuju Svara Band dan Sanggar Bintan Telani mendapatkan kesempatan tampil. Mereka menampilkan lagu-lagu melayu dan tari melayu, respon penonton di channel youtube tersebut menggembirakan. “Sebagai sebuah pentas seni virtual perdana, saya gembira, jumlah penonton dan yang memberikan komentar pada live chat nya, sangat positif. Ini bisa kita lanjutkan dimasa mendatang. Sampai panggung out door untuk berkesenian bisa dilakukan kembali,” terang Surjadi.

Surjadi menerangkan, diwaktu mendatang, akan diupayakan live streaming, jika teknis penyiarannya sudah memenuhi syarat teknis. Surjadi merencanakan, kedepan kegiatan pentas seni virtual, akan terus dijalankan, “minggu depan yang akan tampil, InsyaAllah, joget dangkong mak dare, kelompok dangkong yang sudah melegenda di Kepulauan Riau,” katanya.

Surjadi juga menyampaikan, untuk masyarakat atau netizen yang belum sempat menonton siar perdana Sabtu malam kemarin, dipersilakan untuk mengunjungi channel youtube kebudayaan dan pariwisata Tanjungpinang.

Tri Habib, pentolan Tuju Svara Band, yang dikenal dengan lagu-lagu melayu, menyambut gembira, kegiatan pentas seni virtual, yang malam itu bertajuk Sembang Semasa. “Hampir tiga bulan pelaku kesenian di Tanjungpinang, tidak bisa manggung. Alhamdulilah malam ini, kita bisa bermain musik lagi di panggung, meskipun dengan konsep virtual,” ungkap habib.

Habib berharap, agar konsep yang dibuat Disbudpar Kota Tanjungpinang itu, dapat diteruskan dimasa  mendatang. “Sampai kondisi berkesenian bisa normal lagi. Banyak teman-teman seniman yang menunggu kesempatan seperti ini. Dan semoga bisa dibuat setiap minggu,” harap habib.



Hal yang sama disampaikan Harry Gendis, dari sanggar Bintan Telani. Harry mengaku sudah cukup lama sejak wabah Covid-19 melanda, kegiatan menari menjadi terkendala. “Sepanjang memenuhi protokol kesehatan. Saya fikir kita harus tetap jalan,” pungkas Harry. (KP/Ependi).


Laporan : Ependi Abidin

Editor : Riduan


 


Memuat...