Petani Mengeluh, Harga Buah-buahan di Tanggamus Anjlok

oleh -689 views
Manggis-salah-satu-jenis-buahan-yang-harganya-turun

TANGGAMUS (KP),- Petani buah-buahan di Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus keluhkan harga buah seperti manggis dan durian, karena dalam dua minggu di bulan Januari 2020 ini harganya anjlok.

Menurut Robinson, salah seorang petani manggis di Way Kalam, Kamis 16 Januari 2020 mengatakan minggu lalu membenarkan prihal harga manggis ditingkat petani yang saat ini turun drastis. Menurutnya awal musim, bulan Desember tahun kemarin, harga manggis mencapai Rp 16000 per kilogram, untuk semua kualitas.

Saat ini harga ditingkat petani untuk kualitas bagus (ekspor) berada dikisaran Rp 10000 per kilogram. Sementara untuk kualitas lokal sebesar Rp 5000 per kilogram. Ia berharap harga manggis bisa naik lagi, mengingat sampai saat ini buah manggis yang dipanen belum mencapai separunya untuk di panen.

Sebagaimana diketahui bahwa di Pekon Sukabanjar, Menggala, Mulang Maya, Kampung Baru dan Pekon Tanjung Jati Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus saat ini  masih panen buah-buahan seperti buah manggis, durian duku, mangga dan buah-buahan lainnya, yang dibarengi dengan  harga jual sangat rendah ditingkat petani.

Saya kata Robinson berharap pihak pemerintah bisa membantu menyikapi masalah harga panen buah buahan yang turun saat ini. “Sebagai petani, saya tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab harga manggis Way Kalam bisa terjun bebas, sehinga membuat kami para petani gigit jari,” ujar Robinson.

Ahmad, warga Pekon Tanjung Jati selaku pembeli dan penampung local juga membenarkan terkait turunnya harga jual buah manggis saat ini.



“Saya  Beli barang dari  petani, beragam berdasarkan harga pasar. Untuk kualitas pasar lokal  saat  ini sekitar 5000 per kilogram. Selebihnya tergantung kualitas barangnya  yah, kadang-kadang saya jual lagi ke penampung lokal lainnya kisaran harga Rp 7000 sampai 9000 per kilonya. Mengingat udah seminggu ini cuaca juga tidak mendukung masih musim hujan,” terang Ahmad. (KP).


Pewarta : Arzal



Memuat...