Rahma : Masyarakat yang Mampu Jangan Gunakan Gas Elpiji 3 Kilogram

oleh -194 views
Wali-Kota-Tanjungpinang-Hj.-Rahma-S.IP

TANJUNGPINANG (KP),-Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP menegaskan kepada masyarakat yang merasa mampu dalam segi ekonominya agar tidak menggunakan Gas Elpiji 3 kilogram. Hal ini disampaikannya kepada Awak media usai mengikuti Peresmian Kampung Pengawasan Anti Politik Uang di Pulau Penyengat Indera sakti, Jum’at, 23 Oktober 2020.

Kepada salah satu awak media yang menanyakan tentang Kesiapan Kartu Kendali Gas Elpiji, Rahma mengatakan, Pemko Tanjungpinang akan menyegerakan kartu tersebut dengan pertimbangan agar tidak ada lagi terjadinya kelangkaan Gas Elpji di Tanjungpinang.

Menurut Rahma, ketersidaan Gas Elpiji 3 kilogram di Tanjungpinang tidak ada kelangkaan, namun dengan adanya orang-orang tertentu yang tidak berhak memakai Gas Elpiji 3 kilogram tersebut, tetapi masih menggunakannya, sehingga masyarakat yang berhak menjadi terkurangi kuotanya.

“Kartu Kendali Elpiji kita akan segerakan, karena pertimbangannya untuk tidak terjadi lagi istilah kelangkaan. Sebenarnya itu tidak ada kelangkaan, karena sudah disesuaikan dengan kuota yang sudah di hitung, Cuma saja masih ada orang-orang tertentu yang yang sebenarnya tidak boleh memakai warna hijau itu, tapi dipakai ahirnya kuota untuk orang yang layak menerima  itu terkurangi,” ujarnya.

Antrian warga menunggu kendaraan pembawa Gas Elpiji 3 Kilogram di SPBU Batu Hitam

Rahma meminta kepada masyarakat yang mampu dari segi ekonominya, agar tidak menggunakan Gas Elpiji 3 kilogram tersebut, “Kan judulnya, tolong dibesarkan judulnya, untuk orang miskin, nah bagi yang merasa tak miskin jangan dong di pakai,” pintanya.

Ketika ditanya mengenai teknis pengurusan kartu kendali elpiji tersebut, Rahma menjawab nanti secara teknis Disperindak Kota Tanjungpinang yang akan melaksanakan berdasarkan data yang telah ada, sedangkan untuk UMKM dipastikan jatahnya tetap ada.



“Nanti dari disperindak, ya, kitakan berdasarkan data-data PKH nya data  TKS nya kan ada dan untuk UMKM jatahnya tetap ada, kurang dari jatah itu maka dia bolehlah beli, karena ada dua pilihan yang 5 kilo setengah dan 12 kilogram untuk UMKM tetap kita kasi quotanya.” pungkasnya.

Sebelumnya pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 lalu, dari pantauan koranperbatasan.com terlihat antrian masyarakat yang mengular di SPBU Batu Hitam untuk mendapatkan Gas Elpiji 3 kilogram. Masyarakat yang ramai tersebut, tak lain hanya untuk menanti kedatangan kendaraan yang membawa Gas Elpiji 3 kilogram.

Disamping itu, ketika koranperbatasan.com menemui petugas yang menjual Gas Elpiji di SPBU Batu Hitam pada Pukul 16.30 WIB, dengan menanyakan apakah Gas Elpiji 3 kilogram itu masih ada, dikatakanya telah habis, dan pihaknya hanya punya kuota 40 tabung saja. “Sudah habis pak, kuota kami hanya 40 tabung, tadi juga ada yang nggak kebagian meski telah menunggu lama,” tandasnya. (KP) .


Laporan : Ependi

Editor : Rid



Memuat...