Rozain Akan Selamatkan Usaha Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa

oleh -615 views
Kepala-Desa-Pulau-Tiga-Kecamatan-Pulau-Tiga-Barat-Kabupaten-Natuna-Rozain-S.Sos

PULAU TIGA (KP),- Kepala Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Rozain, S.Sos mengatakan dalam beberapa bulan ini pihaknya sedang memulai membahas usulan dari tingkat RT untuk perencanaan pembangunan tahun depan.

Usulan tersebut nantinya akan di bahas dalam Musdes (Musyawarah Desa) untuk diusulkan ke kecamatan. “Untuk perencanaan kita harus mulai dari bawah seperti RT dan RW. Dari desa ada banyak, pertama pemberdayaan, kemudian pembangunan,” kata Rozain kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Kamis 30 Juli 2020.

Menurutnya, ada banyak kegiatan yang akan dilakukan setelah mendapat persetujuan bersama, karena pemerintah desa memiliki beberapa sumber anggaran. “Jadi ada sumber dana ADD dari kabupaten dan DD dari pusat. Kemudian kikta juga punya dana bagi hasil pajak, bagi hasil retribusi,” ujarnya.

Dari beberapa sumber dana itu, Rozain menyebutkan sudah banyak yang bisa dihasilkan. “Misalnya kegiatan pembangunan ada batu miring, memperbaiki mesin tosa sampah, mesin pencacah. Kemudian kegiatan pemberdayaan artinya membayar kader-kader  posyandu, lansia, termasuk guru-guru TPQ,” jelasnya.

Karena masih baru, sejak dilantik pada tanggal 22 Januari kemarin Rozain mengaku hanya bisa melanjutkan kegiatan Kades lama. “Jadi kita masih menjalankan kegiatan periode yang lama. Nah, sekarang ini saya baru jalankan perencanaan untuk tahun 2021,” terangnya.

Kata Rozain, penyerapan dana desa itu sendiri alhamdulillah sangat terbantu. Dengan adanya ADD dan DD pihaknya bisa menggenjot bidang pemberdayaan. “Sekarang kita aktifkan semua sektor contohnya TPQ melalui bidang keagamaan kita coba bangkitkan semangat anak-anak,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan mengingat anak-anak adalah sumber utama sebagai generasi penerus daerah. “Karena kalau anak-anak basic dasarnya bagus, insyaallah kedepan mental generasi kita akan bagus. Nah, kedepan kita ingin menghidupkan ini. Jadi wacana kampung  atau desa literasi adalah wacana kita. Akan kita galakkan anak-anak gemar membaca dan menulis agar memiliki wawasan luas. Mudah-mudahan wacana ini terealisasi,” imbuhnya.



Kita, lanjut Rozain, berharap kepada pemerintah baik pusat ataupun daerah agar tidak menghentikan Dana Desa (DD). “Karena kita baru sedang ingin mulai membangun. Seandainya tidak ada dana desa bisa jadi terhambat pembangunan. Kedepan rencananya kita ingin tingkatkan pembangunan lewat Bumdes. Bagaimana dengan adanya Bumdes, kita bisa menampung usaha masyarakat,” pungkasnya.

Rozain menyebutkan Bumdes membangun desa artinya kelompok-kelompok kecil yang membuat usaha seperti kerupuk cumi, kerupuk atom bisa dibudayakan. “Nanti itu, ditampung oleh Bumdes, tidak hanya di desa kita saja, juga di kabupaten,” tutupnya. (KP).


Laporan : Boy Iqbal


 


Memuat...