Kesulitan dalam Pembelajaran Daring

oleh -159 views
Intan Wulandari, Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepri.

PADA awal tahun 2020 ditemukan pertama kali virus covid 19 di Wuhan, China. Virus covid 19 ini sering disebut corona. Hampir seluruh negara di dunia ini terkena dampaknya. Baik bidang ekonomi, pariwiata, maupun Pendidikan. Pada awal bulan maret muncullah kasus pertama corona di Indonesia yang disampaikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.


 

SETELAH beberapa lama timbullah kasus-kasus terbaru covid 19. Semakin meraja lela pandemi ini pemerintah memberi perintah agar sekolah melaksanakan pembelajaran dari rumah selama dua minggu. Selama dua minggu pemerintah akan mengamati apakah pandemi ini semakin menurun atau meningkat. Serta untuk memutuskan mata rantai virus covid 19.

Pada akhirnya pemerintah memutuskan untuk meniadakan Ujian Nasioanal (UN) tahun 2020 dikarenakan kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan ujian. Pemerintah juga memperpanjang waktu belajar dari rumah.

Pandemi covid 19 di Indonesia inipun sudah berjalan hampir 1 tahun 7 bulan. Pembelajaran daring ini pun dibantu dengan media-media seperti zoom, google meet, classroom, WhatsApp grup, Edmodo, dan lain-lain. Pada awal pembelajaran daring masih banyak ditemukan beberapa kendala. Seperti adanya beberapa guru ataupun peserta didik yang tidak terlalu menguasai teknologi. Hal ini yang menyebabkan awal pembelajaran daring tidak efektif.

Kendala lain pada pembelajaran daring yaitu alat komunikasi yang belum tentu semua peserta didik memiliki sarana seperti gawai masing-masing. Salah satunya yaitu faktor ekonomi yang tidak mungkin dipaksakan terhadap peserta didik untuk mempunyai alat komunikasi tersebut.

Kendala lainnya juga yaitu kuota internet. Saat mengakses media pembelajaran pasti akan membutuhkan kuota internet. Kuota internet tidak semua peserta didik untuk mudah bisa memiliki kuota internet. Peserta didik pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda.



Dampak pembelajaran daring ini pun dirasakan juga oleh mahasiswa. Pembelajaran daring ini mempunyai kendala yang sama yaitu sinyal. Bagi daerah yang masih sulit untuk mendapatkan sinyal akan sulit untuk mengakses media pembelajaran tersebut seperti ruang zoom dan google meet yang membutuhkan sinyal internet yang kuat. Apalagi cuaca yang sedang tidak bersahabat seperti hujan deras, angin kencang, petir dan lain-lain yang membuat sinyal internet lemah.

Hal tersebut akan membuat mahasiswa terganggu pada saat melaksanakan pembelajaran dikarenakan sinyal yang lemah akan membuat materi yang disampaikan tidak sampai sepenuhnya kepada mahasiswa karena sinyal lemah yang membuat suara pemateri putus-putus, terkeluar sendiri dari ruang zoom, tidak bisa masuk ke ruang zoom dan lain-lain. Hal ini pasti menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap materi.

Ketika dalam sehari menggunakan zoom selama seharian pasti akan menggunakan kuota yang sangat banyak. Hal ini pasti akan membuat banyak mengeluarkan biaya untuk membeli kuota internet. Walaupun pemerintah sudah memberikan kuota gratis tetapi terkadang tidak cukup.

Dampak lainnya yaitu bagi peserta didik yang memiliki sifat introvert akan lebih sulit untuk menjalin komunikasi karena mereka tidak bisa untuk memulai pembicaraan. Ada beberapa orang yang bisa menjalin pertemanan secara dekat lewat media sosial dan ada juga orang yang lebih suka untuk bertemu secara langsung. Peserta didik yang introvert biasanya cenderung pendiam terhadap seseorang yang baru dikenal tetapi mereka akan lebih terbuka bila mereka sudah merasa dekat dengan orang tersebut.

Pada mahasiswa yang masuk saat masa pandemi sekarang ini pasti ada yang merasakan belum pernah melihat secara langsung kampusnya sendiri. Bahkan, hanya sekedar datang pun tidak pernah. Hal ini sangat menyulitkan bagi mahasiswa ketika pihak kampus memberikan suatu hal yang harus diurus. Hal tersebut akan sulit untuk mahasiswa yang diluar daerah kampus tersebut. Seperti pengambilan Kartu mahasiswa yang harus diambil oleh mahasiswa bersangkutan dan tidak bisa diwakilkan dengan mahasiswa yang berada di daerah tersebut.

Alasan kebanyakan mahasiswa masih memilih untuk menetap di daerah masing-masing. Pertama lebih hemat biaya karena tidak membayar uang kost, uang makan, uang sehari-hari. Penyebabnya karena pembelajaran daring ini tidak tahu sampai kapan akan berlangsung. Bila mahasiswa tersebut melakukan pembelajaran daring di daerah tersebut maka mereka akan memakan banyak biaya seperti membeli kuota internet dan biaya kehidupan sehari-hari. Walaupun ada beberapa mahasiswa memilih untuk tinggal di kost karena pada saat pembelajaran daring di daerah tempat tinggalnya memang sulit untuk menerima sinyal.

Pembelajaran tatap muka akan diberlakukan bila semuanya sudah melakukan vaksinasi walaupun baru vaksin pertama. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa kita harus mendukung pelaksanaan vaksinansi. Vaksinansi memang belum bisa seratus persen menjamin kita terbebas dari covid 19 tetapi setidaknya kita melakukan vaksinasi agar dapat menurunkan kasus covid 19. (***).


DATA DIRI PENULIS


  • Nama : Intan Wulandari
  • Tempat Tanggal Lahir : Batam, 25 November 2001
  • Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia