Sampaikan Hasil Perjuangan Tim di Jakarta, Bupati Gelar Jumpa Pers

oleh -359 views
Bupati-Natuna-Hamid-Rizal-didampingi-Sekda-dan-Ketua-DPRD-menjawab-pertanyaan-wartawan

NATUNA (KP),- Semua aspirasi masyarakat Natuna terkait virus corona termasuk observasi WNI dari Wuhan China agar dipindahkan ke KRI sudah disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Menko Polhukam, Mahfud MD dan Menteri Kesehatan DR Terawan.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal kepada wartawan dalam Jumpa Pers di Kantor Bupati Natuna, Kamis 6 Februari 2020 yang dihadiri oleh Sekda Natuna, Ketua dan Anggota DPRD Natuna, Pimpinan FKPD, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Kata Hamid Rizal, berdasarkan aturan WHO, observasi hanya boleh dilakukan di darat, sehingga keinginan masyarakat untuk dipindahkan di KRI tidak dapat dipenuhi. “Menurut prosedur WHO, observasi itu harus di darat. Begitulah persyarakatan WHO yang sangat ketat,” ujar Hamid Rizal.

Jumpa Pers ini dilakukan Hamid Rizal selaku Bupati Natuna menindaklanjuti hasil pertemuan yang dilakukan oleh Tim Aksi Natuna ke Jakarta saat itu, membawa amanah masyarakat untuk dapat berjumpa dengan Presiden Jokowi terkait penempatan WNI dari Wuhan, China, di Natuna.

“Tujuan tim, menemui Presiden, namun karena jadwal padat, maka diberikan pada Menko Polhukam dan menkes pada tanggal 4 kemarin, kita diterima Menko,” kata Hamid Rizal.



Tim terdiri dari Bupati Natuna, Wakil Bupati, Ketua DPRD Natuna, Ketua MPC Pemuda Pancasila Natuna, Ketua DPD KNPI Natuna, Perwakilan STAI Natuna dan Mahasiswa Natuna. “Disitu, kami tim telah menyampaikan, minta dilakukan antisipasi,” sebutnya.

Sebagai Bupati Natuna, Hamid Rizal meminta masyarakat Natuna jangan cemas atas kehadiran WNI dari Wuhan. Karena Pemerintah Pusat sudah memastikan bahwa WNI tersebut tidak terjangkit virus corona, mereka hanya menjalani observasi selama 14 hari.

“Mengapa memilih Natuna sebagai observasi? Pemerintah sudah melakukan survey keberbagai kawasan militer di Indonesia. Natuna memiliki fasilitas yang lebih baik dari semuanya. Karena sudah dilihat dan disurvey yang paling layak yaitu di Natuna,” terang Hamid Rizal.

Dalam pertemuan di Jakarta Hamid Rizal menyebutkan bahwa Meko Polhukam, Mahfud MD mengakui adanya keterlambatan informasi. “Sebab operasi evakuasi WNI kita terbatas waktu, hanya 1 kali 24 jam untuk bisa keluar dari Wuhan, mengurus izinnya lagi dan lain-lain,” terang Hamid Rizal.

Lanjutnya, dengan waktu singkat, oprasi kilat terpaksa harus segera dilakukan agar misi kemanusian ini dapat terlaksana dengan baik. Warga Indonesia yang keluar dari Wuhan dipastikan benar-benar sehat. “Kalau yang batuk atau flu tidak boleh keluar, mereka semua sehat. Karena itu lah adanya keterlambatan informasi pada masyarakat kita,” kata Hamid Rizal menceritakan hasil pertemuannya di Jakarta.

Berikut 5 tuntutan masyarakat yang telah disampaikan oleh tim kepada Pemerintah Pusat. Pertama WNI dari Wuhan kalau bisa dipindahkan ke KRI. Kedua dibangunnya posko-posko kesehatan bagi masyarakat setempat. Ketiga, jika ada kegiatan besar yang melibatkan Natuna agar dapat infotmasi lebih cepat. Keempat, Pemerintah Pusat memperhatikan sarana dan prasarana kesehatan di Natuna. Kelima, jika terjadi hal-hal tidak diinginkan, meminta Menteri Kesehatan mempasilitasi rujukan kesehatan masyarakat Natuna. “RSUD saat ini Tipe C, kita minta tingkatkan lagi menjadi Tipe B, bahkan kalau bisa Tipe A,” imbuh Hamid Rizal.

Selain itu, tim juga telah mempertanyakan alasan pemerintah harus mengobservasi WNI dari Wuhan tersebut. “Awalnya kita tanya, orang sehat kenapa harus ke Natuna, ternyata menurut standar  WHO harus diobservasi dulu selama 14 hari,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya Hamid Rizal, kita semua harus memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Diharapkan kita semua jangan khawatir. Sudah ada penangan yang baik sesuai SOP. Inilah informasi yang kami dapatkan dari pusat. Kami sampaikan ke masyarakat, agar ini clear. Satu suara, agar masyarakat kita tenang, menagkal berita hoax. Mari kita buat suasana sejuk, beri informasi yang benar,” pungkas Hamid Rizal. (KP).


Laporan : Cherman



Memuat...