Sejak Dimekarkan, Kelurahan Batu Hitam Fokus Penyelesaian Administarsi Kependudukan

oleh -603 views
Achmad-Zainuri-Lurah-Batu-Hitam-Kecamatan-Bunguran-Timur-memberi-keterangan-kepada-wartawan-koranperbatasan.com-di-ruang-dinasnya

NATUNA (KP),- Sejak dieresmikan pada tanggal 23 Juli 2019 lalu, Pemerintah Kelurahan Batu Hitam telah berhasil mengantongi sebanyak 85 persen KTP dan KK penduduknya untuk disesuaikan dengan alamat domisili baru. Jumlah tersebut diperoleh sejak kelurahan tersebut resmi memiliki lurah definitif pada tanggal 23 September 2019, yang sebelumnya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Daerah yang dinyatakan resmi berdiri menjadi kelurahan sendiri berkat Perda Nomor 7 tahun 2018 tersebut, memiliki penduduk sekitar 3800 lebih jiwa. “Seperti anggota TNI, itukan sering keluar masuk, atau pindah tugas setiap 6 bulan sekali. Jadi alhamdulillah sudah 85 persen warga kita memiliki KTP dan KK sesuai dengan alamat yang sekarang ini,” ujar Achmad Zainuri, Lurah Batu Hitam kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin 11 Mei 2020.

Kata Zainuri, meski baru dimekarkan dua tahun lalu, namun sudah memiliki struktur kerja yang cukup. “Struktur kerja di Kelurahan Batu Hitam alhamdulillah semuanya terisi, kita sudah ada Lurah, Seklur, dan Kasi. Jadi untuk Kasi di Kelurahan Batu Hitam ini ada tiga orang. Mereka bekerja dibantu para staff, dari PTT dan ASN,” terangnya.

Menurut Zainuri, dari 17 orang jumlah yang ada di Kelurahan Batu Hitam, tidak semuanya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). “Hanya Lurah, Seklur, Kasi dan dua orang staff saja yang ASN. Jadi hanya 7 orang ASN, sisanya adalah PTT atau honorer. Mengenai gaji untuk honorer karena mereka adalah pindahan dari OPD, jadi hanya tinggal memindahkan saja,” jelasnya.

Untuk sementara ini, kata Zainuri, penertiban administrasi kependudukan menjadi salah satu kegiatan rutin meraka. “Masalah penertiban masyarakat, seperti pemerintahan yang lain juga. Ada juga warga yang mengurus masalah administrasi kependudukkan, administrasi pernikahan, perdagangan, pertanahan dan lain sebagainya. Kalau prioritas pembangunan belum pernah mengarahkan, kita baru akan mulai pada tahun 2020 ini,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, sejak dipercaya menjabat sebagai Lurah Batu Hitam pada tanggal 20 September 2019 lalu, dirinya masih terfokus pada penyelesaian pemisahan penduduk dari kelurahan sebelumnya. “Prioritas mendata masalah penduduk kita yang terpisahkan dari Kelurahan Ranai Kota. Jadi sekarang kita sudah memilah-milah KTP dan KK khusus untuk yang masuk wilayah Kelurahan Batu Hitam,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Zainuri menyebutkan realisasi sebesar Rp 1,1 milyar dari  anggaran kelurahan hanya bisa diterimanya sekitar Rp 350 juta saja. Hal itu terbentur karena adanya Pandemi Covid-19.  “Alhamdulillah tahun ini, sebenarnya kita sudah bisa menjalankan program itu. Cuma karena masih ada masalah Covid-19, jadi mengenai data kelurahan kita belum bisa menjalankannya secara maksimal. Tahun ini kita hanya bisa dianggarkan, sebesar Rp350 juta. Nah, itu pun masih harus menunggu realisasi dari BPKAD,” pungkasnya.



Dari data yang ada, Zainuri memastikan ada sekitar 40 persen masyarakatnya yang berpencaharian sebagai nelayan. “Selebihnya ada warga yang mata pencahariannya pedagang, guru, pegawai dan lain sebagainya. Kebetulan wilayah kita meliputi hingga daerah TNI. Disana ada AURI dan AL, masuk wilayah Kelurahan Batu Hitam. Jadi kebanyakan warga kita adalah pegawai negri, nelayan dan pedagang,” sebjutnya.

Masyarakat yang mayoritas berpencaharian sebagai nelayan, kata Zainuri berdomisili di daerah Kota Tua Penagi. “Insya Allah setalah Covid-19 ini anggaran kelurahan pada tahun berikutnya bisa kita gunakan secara maksimal baik untuk pembangunan maupun masyarakat,” tutupnya. (KP).


Laporan : Sandi/Boy



Memuat...