SMP Negeri 2 ARA Diduga Melakukan Pembodohan Terhadap Wali Murid

oleh -105 views
Guru-SMP-N-2-Anak-Ratu-Aji-saat-akan-dikonfirmasi-Tim-Media-Online

LAMPUNG TENGAH (KP),- Setelah mencuatnya pemberitaan dugaan Pungutan Liar (Pungli) di SMP Negeri 2 Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah di beberapa media online. Pihak SMPN 2 Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah membagikan surat pernyataan kepada siswanya untuk ditanda tangani Wali Murid, Kamis (31/10/2019).

Surat tersebut berisikan tentang pernyataan tidak keberatan atas pungutan yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut, dibuat dengan tanggal dan bulan mundur.

Kepala SMP N 2 Anak Ratu Aji saat akan dikonfirmasi  Tim Media Online, di kantornya terkait hal tersebut, dewan guru setempat mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang keluar. Namun salah satu dewan guru bersedia untuk dikonfirmasi yang mengaku bernama Dina selaku guru agama.

“Saya kan gak terlalu paham pak soal itu. Soalnya saya cuma disuruh untuk membagikan itu kemaren. Yang nyuruh Kepala Sekolah, jadi saya gak tau menau, memang benar saya yang ngebagiin, tapi saya hanya di suruh. Untuk lebih jelasnya tanya langsung dengan Kepala Sekolah,” pungkasnya, kepada awak media Jumat 01 November 2019.

Dina menyangkal jika dirinya memaksa untuk ditanda tangani. Surat tersebut katanya harus dikumpulkan kembali. “Saya bukan memaksa harus ditandatangani. Tapi saya bilang kertas ini wajib dikumpulkan. Iya terserah orang tuanya, mau ditandatangani atau gak yang pasti kertas itu harus dikumpulkan kembali. Itu yang saya sampaikan pada siswa,” tuturnya.

Dina menegaskan bahwa ia hanya menyuruh siswa agar kertas itu esoknya harus di kumpulkan ke sekolah kembali. “Saya gak pernah bilang harus ditandatangani, tapi kalau saya bilang harus dikumpulkan memang benar. Saya cuma bilang (kalau besok tidak mengumpulkan kalian menghadap Kepala Sekolah entah hukuman apa yang diberikan Kepala Sekolah) saya bilang begitu pak. Kalau itu memang benar saya bilang,” bebernya.

Dina menambahkan bahwa ia hanya menjalankan amanah dari Kepala Sekolah. “Saya hanya menjalankan amanah dari Kepala Sekolah pak. Untuk lebih jelasnya tanya aja dengan Kepala Sekolah,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Pegawai TU sekolah tersebut Isna mengaku tidak tau menau terkait pihak sekolah yang membagikan surat pernyataan kepada siswanya untuk ditandatangani oleh wali murid.

“Saya tidak tau menau pak soal itu. Tapi kalau saya disuruh Kepala Sekolah menagih uang sampul raport yang Rp 50 ribu memang saya. Itu pun saya disuruh Kepala Sekolah dan uangnya saya setor ke dia,” ujarnya.

Isna mengaku hanya diminta oleh Kepala Sekolah untuk menagih uang sampul raport ke siswa dan uangnya langsung diserahkan ke Kepala Sekolah. “Saya disuruh untuk mintain ke anak, harus atau tidaknya saya gak ngerti yang jelas saya disuruh Kepala Sekolah gitu. Sampul ini kan dari sekolahan, siswa membeli seharga Rp 50.000. Duitnya juga kalau ada dari anak-anak langsung saya serahkan ke Kepala Sekolah. Saya cuma diperintah untuk mintain ke anak-anak,” terangnya.

Dilain pihak, wali murid merasa di bodoh-bodohi oleh pihak SMPN 2 Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah lantaran dengan adanya surat pernyataan yang dibuat pihak sekolah tersebut sangat janggal.

“Saya dapat surat dari sekolah untuk ditandatangani. Tapi ini kan janggal karena semenjak adanya pemberitaan, kok dapat surat dari sekolah terus saya disuruh menandatangani yang isinya kata-kata menyumbang dana, sedangkan saya gak pernah untuk perundingan seperti ini. Berarti ini untuk melindungi mereka dari hukum, setelah saya bacah isi pernyataannya, wah ini pembodohan terhadap wali murid namanya,” sebut wali murid kepada Tim Media Online.

Dalam hal ini, wali murid berharap agar persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang, karena dampaknya bisa mencederai dunia pendidikan. “Saya selaku wali murid berharap agar persoalan ini segera ditindak, karena dampaknya bisa mencederai dunia pendidikan. Kalau memang yang dilakukan pihak sekolah itu melanggar aturanya apa tindakannya dari pihak yang berwenang dan jika itu tidak masalah, iya apa alasannya,” imbuhnya. (KP).


Editor : Arzal

Kontributor : Tim Media Online Lampung