Sungai Ulu Sosialisasi Data Ganda, Penerima Diminta Kembalikan Bantuan

oleh -588 views
Sosialisasi-terkait-adanya-data-ganda-penerima-bantuan-kemanusian-terdampak-Covid-19-di-Desa-Sungai-Ulu

SUNGAI ULU (KP),- Pemerintah Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, mengadakan pertemuan, membahas terkait adanya data ganda, penerima bantuan kemanusian terdampak Covid-19.

Jumlah data ganda penerima bantuan tersebut diketahu tidak sedikit. Tercatat sebanyak 51 orang dari 71 jumlah penerima ditemukan sama. Data itu, ditemukan sama pada dua penyaluran dari sekian banyak jenis-jenis bantuan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

“Penerima bantuan sosial (bansos) perluasan sembako sebanyak 51 orang datanya sama dengan penerima BLT-DD. Oleh karena itu, kita undang pejabat terkait. Supaya bisa memberikan pemahaman agar masyarakat mengerti arti perluasan sembako itu. Alhamdulillah, tadi pak dewan kita dari Komisi I sudah menjelaskannya,” kata Harmanto, Kepala Desa Sungai Ulu, kepada koranperbatasan.com di Gedung Serbaguna Desa Sungai Ulu, Kamis 04 Juni 2020.

Harmanto, memastikan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin memberi pemahaman kepada warga. Sayangnya usaha itu, tak membuahkan hasil, sebagaimana diharapkan. “Terkait data ganda ini, kami sudah melakukan berbagai upaya sejak hari Sabtu hingga Minggu kemarin. Kami sudah ke rumah masyarakat yang terjadi data ganda sebanyak 51 orang tersebut. Namun sepertinya masyarakat ini belum jelas,” ujarnya.

Saat menemui warga tersebut, Harmanto menceritakan telah disampaikan bahwa bantuan yang diterima tidak boleh doble. “Jadi kita bilang, kalau kalian mengambil BLT-DD yang Rp600 ribu itu, jumlahnya 1,8 juta diberikan selama tiga bulan. Jumlahnya sama dengan bantuan sosial perpanjangan Rp200 ribu perbulan selama sembilan bulan juga Rp1,8 juta,” ungkapnya.



Tetapi lanjut Harmanto, jika warganya menolak program bantuan dari pemerintah pusat tersebut, bisa saja pemerintah mengganggap bahwa warganya sudah mampu. “Jadi masyarakat tinggal memilih. Mereka mahu yang Rp600 ribu tiga bulan, atau Rp200 ribu sampai bulan Desember. Jadi itu lah sebabnya kami membuat acara ini. Kami ingin sosialisasikan manfaat dari bantuan perluasan sembako ini,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Harmanto menyebutkan kegiatan murni dilaksanakan oleh pemerintah desa tersebut, berhasil menghadirkan beberapa instansi dan pihak terkait. “Alhamdulillah hadir Ketua Komisi I DPRD Natuna, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Perikanan, Kepala DPMD, para Pendamping Desa, Babinsa, Babhinkamtibmas, Ketua BPD dan masyarakat. Supaya masyarakat bisa mengerti dengan bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Terkait data ganda ini, kata Harmanto, masyarakat diberikan penjelasan langsung oleh dinas terkait. “Jangan masyarakat berfikir bantuan yang diberikan oleh pemerintah boleh ganda. Makanya hari ini, kita sudah menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak boleh menerima bantuan secara ganda. Penjelasannya langsung dari dinas terkait. Karena bukan kapasitas saya untuk menjelaskan hal itu, kepada masyarakat,” tuturnya.

Masyarakat kata Harmanto, merespon positif hasil dari pertemuan tersebut. “Pada intinya mereka sanggup mengembalikan dana yang telah desa berikan kepada mereka. Jadi sudah ada empat orang menyerahkan uang yang mereka terima, untuk dikembalikan ke bendahara desa,” cetusnya.

Sebagai Kepala Desa Sungai Ulu, Harmato berharap warga yang merasa menerima bantuan secara ganda segera mengembalikan bantuan tersebut. “Kepada bapak dan ibu yang mendapat BLT-DD, tetapi juga sudah mendapatkan bantuan lain instilahnya ganda, segera mengembalikan dana tersebut untuk keperluan lain. Salah satunya untuk masyarakat yang belum menerima bantuan sama sekali,” tutupnya. (KP).


Laporan : Riduan / Yani



Memuat...