Terkait Laporan LSM LIPAN, Inspektorat Tanggamus, Lakukan Pemanggilan Kepala Pekon Campang Tiga

oleh -177 views
Suyadi-Kepala-Pekon-Campang-Tiga

TANGGAMUS (KP),- Inspektorat Kabupaten Tanggamus lakukan pemanggilan Kepala Pekon Campang Tiga, terkait laporan LSM LIPAN DPD Tanggamus, Rabu, (03 Juni 2020). Saat Tim Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) DPC Tanggamus, konfirmasi kepada Suyadi, Kepala Pekon Campang Tiga, membenarkan bahwa dirinya sedang dipanggil oleh Inspektorat untuk mengklarifikasi masalah laporan LSM LIPAN.

“Ya, tadi dipanggil oleh Inspektorat, tapi belum selesai karena waktunya istirahat, sholat dan makan,” kata Suyadi saat ditemui di Kantin depan Kantor BPN. Suyadi melanjutkan, pemanggilan itu sih hanya mengklarifikasi apa yang sebenarnya, karena ini kan dugaan hanya salah faham dan akan diluruskan.

“Kalau yang saya dengar ini kan berawal dari jual beli lahan antar warga, disitu juga saya sudah cantumkan klarifikasi dari pemberitaan Tim AJOI Tanggamus, yang dulu di unggah melalui media sosial Facebook dan surat penyataannyapun sudah saya tampilkan, tapi disitu ada dugaan dibeli oleh pemerintah pekon,” terangnya.

Menyikapi hal ini, Suyadi hanya menunggu data yang menjawab dari segala keterangan dugaan tersebut. “Kalau saya sih, cukup sabar aja menghadapi masalah ini, biar data yang menjawab kalau saya bilang, ini benar dan betul bagi saya, itu hanya membela diri bagi saya, karena ini sudah masuk di Inspektorat, biar Inspektorat yang menjawab benar atau tidaknya,” ucapnya.

Menurut Suyadi, Inspektorat Kabupaten Tanggamus, sudah pernah mengkroscek pembangunan yang ada di Pekon Campang Tiga Kecamatan Kotaagung. “Inspektorat pada tahun 2018 sudah pernah kroscek di lapangan untuk pembangunan di Pekon Campang Tiga, kalau memang pada tahun 2018 ini, belum selesai pemeriksaan bahwa disitu ada temuan, secara otomatis di tahun 2020 ini tidak akan dilayani,” jelasnya.

Suyadi, menerangkan mengenai dugaan pembangunan fiktif di Pekon Campang Tiga, bahwa disitu masyarakat belum memahami apa itu RKP dan APBDes. “Kalau yang sudah diajukan dan ditampilkan di APBDes, semua sudah dibangunkan, kalau masyarakat menduga ada pembangunan fiktif itu mungkin yang dibaca RKP. RKP ini bisa saja dimunculkan di dalam musyawarah desa, tetapi keputusannya ada pada Dana Desa, misalnya dari pengajuan RKP timbulnya Rp. 1 milyar bahkan lebih itu karna kemauan dari masyarakat, sedangkan anggaran Dana Desa ini hanya Rp. 600 juta, disitu kita pilah dimana yang paling penting dan yang lebih dulu dibangunkan, contohnya Gapura, karna dananya tidak mencukupi, mangkanya tidak dibangunkan,” paparnya.

Suyadi, juga menjelaskan beberapa aset pekon di campang tiga yang masuk di Profil Pekon. “Aset pekon itu banyak seperti, sekolahan, masjid, puskesdes, balai pekon dan gardu yang kita bangun itu salah satu aset pekon,” pungkasnya. Di tempat yang berbeda, Musanif Amran Ketua LSM LIPAN DPD Kabupaten Tanggamus, menanggapi adanya pemanggilan Kepala Pekon Campang Tiga, tentang laporan yang telah dilayangkan ke Inspektorat dengan Tim AJO Indonesia DPC Tanggamus.



“Kalau tanggapan kami, disesuaikan dengan apa yang sudah disampaikan oleh masyarakat, karna masyarakat sudah menyampaikan kepada kami tentang kinerja Kepala Pekon Campang Tiga, misalnya aset pekon, itukan sudah diatur dalam peraturan undang undang bahwa disetiap aset Pekon seperti tanah itu harus mempunyai sertifikat keterangan hak milik pekon akan tetapi, hasilnya yang sekarang masyarakat mempertanyakan hal itu kepada Ketua BHP, sampai saat surat kami layangkan pada tanggal 2, mewakili masyarakat itupun tidak ada jawaban.

Yang kita khawatirkan nantinya pada saat Suyadi kepala pekon, tidak menjabat lagi, tidak ada lagi aset pekon yang bersumber dari anggaran dana desa dan akan menjadi hak milik daripada saudara kakon sendiri, kalau tidak ada hitam putih hak pemilikan aset pekon,” bebernya.

Musanif berharap jika terjadi adanya indikasi dugaan apa yang sudah di laporkan, dirinya meminta agar pihak berwenang memproses secara hukum. “Didalam surat kami, kalau memang ditemukan indikasi dugaan kebenaran apa yang kami laporankan dan sesuai dengan apa yang diberikan masukan dari masyarakat, kami minta ditindak secara hukum,” pintanya.

Sementara, saat Tim AJOI, mengkonfirmasi ke Inspektorat Tabroni, IRBAN V belum bisa memberikan keterangan dengan alasan pemanggilan pemeriksaan Suyadi belum usai. Namun pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus, dihari yang sama melakukan pemanggilan terhadap Suyadi, Kakon Campang Tiga. Sampai diterbitkannya berita ini, Pihak Kejari Tanggamus belum bisa di Konfirmasi. (KP).


Laporan : Arzal

Editor : Riduan


 


Memuat...