Gubernur Kepri Tawarkan Potensi Wisata Alif Stone Natuna

oleh -193 views
Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad saat menyampaikan paparannya menegnai potensi maritim Provinsi Kepri.

BATAM – Gubernur Provinsi Kepri, H. Ansar Ahmad menawarkan potensi wisata Alif Stone Geopark Natuna saat menjadi keynote speaker pada kegiatan ‘In House Training Jurnalistik Maritim Berwawasan Kebangsaan’ yang digelar secara zoom, Senin, 20 September 2021.

Selain itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, juga menawarkan potensi wisata 3B yaitu Batam, Bintan dan Bali. KEK Galang Batam, KEK Digital Park dan KEK Batam Aerotechnics.

“Di Natuna, ada potensi wisata Alif Stone Geopark Natuna, potensi bisnis maritim yang potensial,” ujar Ansar Ahmad dihadapan 50 orang wartawan Batam dan Tanjungpinang yang menjadi peserta pelatihan.

Selain itu, hadir juga Konsul dan Pejabat Utama Konsulat Amerika Serikat (AS) Medan, Gordon S. Church serta Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Dr M Irhas Effendi, M.SI, Kadis Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah, Kapolda Kepri yang diwakili Bidang Humas Polda Kepri, Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam dan sejumlah tokoh lain di Kepri.

Gubernur Ansar juga sempat menyinggung soal peran pers sebagai pilar keempat negara demokrasi, tiga pilar lain adalah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan pers di sebuah negara, meskipun secara formal pers berada diluar sistem politik ketatanegaraan. Kebebasan pers menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan demokrasi,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pelatihan wartawan perbatasan diselenggarakan oleh Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) UPN ‘Veteran Yogyakarta, bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Indonesia. Kegiatan digelar dalam tiga zona.



Zona-1 Batam-Tanjungpinang dimulai hari ini Senin, 20 September sampai besok Selasa, 21 September 2021. Dilanjutkan dengan Zona-2 Karimun-Lingga, berlangsung Rabu, 22 September – Kamis, 23 September 2021. Kemudian Zona-3 adalah Anambas-Natuna, berlangsung Senin, 27 September – Selasa, 28 September 2021.

Sebelum membuka secara resmi pelatihan, Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Dr M Irhas Effendi, M.SI menyampaikan tentang dampak dan bahaya serta pengaruh dari adanya berita bohong alias hoax. Khususnya, di wilayah perbatasan seperti Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk itu, wartawan harus menyediakan informasi yang tepat terkait persoalan-persoalan berhubungan dengan keamanan wilayah maritim seperti kasus perdagangan orang, ilegal fishing, penyeludupan narkoba, kejahatan di laut (perompakan), termasuk penyeludupan barang-barang ilegal yang mengancam bangsa dan negara.

“Untuk bisa menyediakan informasi berkualitas di media massa, baik media mainstream, maupun new media awan memiliki peran yang strategis. Wartawan  menjadi ujung tombak dari sebuah berita yang disiarkan oleh media massa agar masyarakat mendapatkan informasi akurat,” paparnya.

Sementara, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, Agus Sudibyo, selaku pembicara pada kegiatan tersebut menyampaikan materi berjudul, ‘Pers dan Liputan Isu Perbatasan Negara’.

Menurut peneliti media dan komunikasi, Head of New Media Research Center Akademi Televisi Indonesia (ATVI) itu, setidaknya ada empat masaalah yang dihadapi wartawan perbatasan. Yaitu, masalah keselamatan wartawan, keterbatasan akses, mahalnya biaya liputan dan ketertutupan pemerintah.

“Makanya, untuk penugasan liputan investasi harusnya dilakukan oleh wartawan yang sudah berpengalaman,” tegas Dokter Alumni STF Driyarkara Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, pakar keamanan maritim Dr. Nicolaus Loy, MA memaparkan sejumlah isu utama keamanan di laut. Diantaranya, perimbangan kekuatan Angkatan Laut, kemungkinan serangan lewat laut, keamanan territorial waters, sampai konflik perbatasan maritime terkait sumber daya alam.

“Bayangkan, jika ada kelompok radikal yang membajak kapal tanker di Selat Malaka, kemudian kapal itu, misalkan, diarahkan ke Singapura lalu diledakkan, apa yang akan terjadi?,” ungkap Nicolaus Loy mencontohkan potensi ancaman dari laut. (KP).


Laporan : Efendi