“SMPN 2 Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas terus mengoptimalkan berbagai program pendidikan untuk mencetak siswa berprestasi hingga tingkat nasional.”
Kepala Sekolah SMPN 2 Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas, Siti Hajar, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah terus menjalankan program terstruktur di bidang kurikulum dan kesiswaan guna meningkatkan kompetensi serta prestasi siswa secara berkelanjutan.
ANAMBAS – Siti Hajar menjelaskan bahwa program sekolah dibagi dalam beberapa bidang utama, yakni kurikulum dan kesiswaan, dengan jadwal kegiatan yang telah disusun setiap tahun melalui Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Program kurikulum mencakup kegiatan pembelajaran dan pelatihan, sedangkan bidang kesiswaan berfokus pada aktivitas siswa seperti ekstrakurikuler (eskul), lomba, dan pengembangan minat bakat.
Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi sekolah adalah manajemen waktu. Hal ini disebabkan oleh sistem lima hari sekolah yang seringkali berbenturan dengan kegiatan mendadak.
“Tantangan kami itu di manajemen waktu, karena kadang kegiatan wajib berbenturan dengan kegiatan yang sifatnya mendadak,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, SMPN 2 Siantan tetap mampu mencetak prestasi membanggakan. Salah satu capaian terbaik adalah keberhasilan siswa meraih juara satu lomba pidato tingkat provinsi.
Bahkan, siswa sekolah tersebut juga telah mengikuti ajang tingkat nasional secara daring, meskipun keterbatasan anggaran menjadi kendala untuk mengikuti secara langsung.
“Anak kami sudah sampai ke tingkat nasional, walaupun hanya bisa ikut melalui Zoom karena keterbatasan biaya,” jelasnya.
Selain itu, siswa juga aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti cerdas cermat, olahraga, serta lomba antar sekolah, dengan sejumlah prestasi yang berhasil diraih.
Dalam mendukung kegiatan tersebut, sekolah melibatkan berbagai pihak, mulai dari guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, hingga masyarakat sekitar dan instansi pemerintah.
Kerja sama juga dilakukan dengan pihak eksternal seperti kepolisian, puskesmas, dinas lingkungan hidup, dan dinas pendidikan dalam berbagai program pembinaan dan pelatihan.
Dalam hal pembelajaran, SMPN 2 Siantan juga mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Proses belajar kini memanfaatkan perangkat digital seperti ponsel dan aplikasi pembelajaran.
“Sekarang pembelajaran sudah berbasis digital. Anak-anak juga sudah menggunakan teknologi seperti Canva untuk membuat laporan,” tambahnya.
Fasilitas penunjang pembelajaran dinilai cukup memadai, termasuk bantuan televisi digital dari pemerintah. Namun, sekolah masih menghadapi kendala berupa belum adanya gedung serbaguna untuk kegiatan besar.
“Kalau ada kegiatan besar atau pertemuan orang tua, kami harus membaginya karena belum memiliki gedung serbaguna,” ungkapnya.
Di sisi lain, dukungan orang tua terhadap kegiatan sekolah dinilai sangat tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seperti bazar dan program sosial.
Ke depan, pihak sekolah berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi akademik maupun pembentukan karakter siswa, agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (KP).
Laporan: Azmi










