Kecamatan Palmatak Usulkan Hasil Tangkapan Nelayan Disediakan Industri Pengolahan

oleh -392 views
Wan Makhdar, S. Pd. SD, Sekcam Kecamatan Palmatak

ANAMBAS (KP) – Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Wan Makhdar, S. Pd. SD memastikan pengolahan hasil tangkapan ikan merupakan salah satu industri menjanjikan didaerahnya.

Menurutnya potensi perikanan jika didukung dengan kesiapan pasilitas pabrik pengolahan ikan akan semakin lebih baik. Karena mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan tangkap. Selain memanfaatkan sektor perikanan, Wan Makhdar juga melihat ada beberapa sektor lain yang menjanjikan.

“Kita juga ada pertanian dan pariwisata karena memang pulau-pulau kita juga terbilang bagus jika dikembangkan bidang pariwisata. Cuma kita memang lebih berpikir pada nelayan dan petani,” sebutnya kepada koranperbatasan.com, Senin 08 Maret 2021 diruang dinasnya.

Kata Wan Makhdar, para nelayan didaerahnya akan semakin terbantu jika hasil tangkapannya bisa dikelola dengan baik. Hadirnya penampungan atau pengolahan hasil tangkapan ikan akan membuat para nelayan memiliki penghasilan tetap dan bersemangat.

“Mereka punya penghasilan tetap jika ada pembelinya. Kadang mereka cari terkadang laku terkadang tidak. Terkadang mereka sampai jual di jalan-jalan. Jadi antisipasi hal begini memang bagusnya kita buka industri pengolahan ikan,” ujarnya.

Berangkat dari kelayakan mayoritas penghasilan utama masyarakat itu, Wan Makhdar menyebut pihaknya telah merancang beberapa program unggulan untuk disampaikan kepada pemerintah melalui dinas terkait.

“Potensi ini sangat layak karena mayoritas penduduk kita adalah nelayan. Jadi memang kita sedang menyusun Renpra untuk kita ajukan ke pemerintah agar kita bisa kembangkan seperti itu,” ungkapnya.



Wan Makhdar menjelaskan selain dapat meningkatkan ekonomi nelayan juga membantu kebutuhan masyarakat akan stok ikan. Oleh karenanya dibutuhkan ketersediaan anggaran untuk pengembangan bangunan industri pengolahan ikan tersebut.

“Artinya ikan itu tetap ada pembelinya. Jadi kalau misalnya musim angin kencang di luar tidak bisa beli ikan, di sini bisa tetap tertampung,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan menjadi terbantu melalui pengembangan potensi tersebut. Karena sudah memiliki penghasilan sendiri dari hasil usaha olahan ikan tangkapan nelayan.

“Kalau kita tidak cari pembeli dari luar tidak dapat juga PAD. Jadi kita olah dulu ikan itu kemudian kita promosikan ke luar, kita cari pembeli-pembeli seperti yang ada di Batam, Kalimantan, Tanjungpinang, dan Jawa,” imbuhnya.

Pengolahan ikan menjadi barang jadi kata Wan Makhdar agar memiliki daya jual dan daya saing harus dengan ciri khas sendiri, misalnya pembuatan sosis ikan khas Anambas, karena sosis juga terbuat dari daging.

“Memang mayoritas masyarakat kita ini laut dan darat. Kalau ikan rencananya seperti yang saya jelaskan tadi akan lebih baik. Untuk di darat kita juga punya aneka sayur-sayuran khusunya cabe,” pungkasnya.

Lebih jauh disampaikan Wan Makhdar, masyarakat Kecamatan Palmatak selain mengandalkan hasil tangkapan laut dan pertanian, mereka juga punya penghasilan sampingan seperti menjual kayu bakar dan pasir.

“Penduduk kita jumlahnya sekitar 7.740 jiwa 2.054 KK, ada 7 desa yaitu Tebang, Ladan, Putik, Piabung, Langi, Candi dan Desa Belibak. Harapan kita nelayan bisa terbantu dengan industri pengolahan ikan,” pintanya.

Kemudian lanjut Wan Makhdar para petani diharapkan bisa terbantu pengolahan lahan dan ketersedian pupuk serta bibit. Karena tanah pertanian didaerahnya terbilang keras sehingga dibutuhkan bantuan alat berat untuk penggemburan supaya mudah bercocok tanam.

“Bisa juga pakai cangkul, cuma berat dan lama prosesnya. Nah setelah itu, baru bantulah mereka pupuk dan bibit. Jadi para petani ini harus dipermudah memperoleh bibit dan pupuk. Agar mereka tidak mencari atau membeli, supaya termotovasi untuk tetap bercocok tanam, termasuk pemasaran,” terangnya.

Sebelum mengakhiri, Wan Makhdar mengatakan sebagai ujung tombak pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat pihaknya akan tetap merencanakan program sejalan dengan visi misi kepala daerah.

“Kita tetap ikut visi dan misi bupati untuk hal-hal seperti ini, karena memang arahan dari visi dan misi bupati itu bagus dan harus kita dukung. Terutama untuk kesejahteraan para nelayan, petani dan kesehatan masyarakat,” tutupnya. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra