Pemasaran Hasil Produksi UMKM di Anambas Terbentur Pandemi Covid-19

oleh -313 views
Usman, ST Kadisperindagkop UMKM Kabupaten Kepulauan Anambas

ANAMBAS (KP) – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Usman, ST mengatakan pihaknya pihaknya telah menyiapakan konsultan pembinaan dan media pemasaran bagi pelaku UMKM.

Kata Usman, saat ini sedikitnya ada lima konsultan di Tanjung Momong, Tarempa yang siap melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM. “Jadi kemarin kita juga sudah kerjasama dengan ecommerce seperti Tokopedia dan Sophie, jadi produk-produk UMKM kita masukan kesitu, seperti toko berjalan,” sebutnya kepada koranperbatasan.com, diruang dinasnya, Rabu 10 Maret 2021.

Usman memastikan untuk segi pemasaran hasil produksi UMKM di Anambas tidak ada masaalah lagi. “Cuma dengan Pandemi Covid-19, memang agak terasa sulit juga mereka para pelaku UMKM. Kalau dulu sebelum Covid-19 kan ada wisatawan datang, kemudian tamu-tamu dari Pemda juga banyak, otomatis ketika pulang mereka beli oleh-oleh,” ujarnya.

Menurut Usman, tutupnya beberapa tempat wisata juga berimbas pada pelaku UMKM. Karena UMKM dan Pariwisata jalan seirama ibarat saling membutuhkan. “Pariwisata di depan UMKM di belakang, tidak mungkin orang ke Anambas ini hanya karena ingin beli Kerupuk Atom, pasti ingin ketempat pariwisata setelah itu baru mereka terpikir membeli oleh-oleh,” terangnya.

Saat ini kata Usman, kebanyakan hasil produksi UMKM hanya dibeli oleh masyarakat setempat, sehingga hasil yang diperoleh juga terbatas. “Kalau kita jual untuk lokal berapalah kemampuan daya pembelinya, paling beli satu bungkus kerupuk atom, nanti bulan depannya mungkin baru beli lagi, nah itu masih mungkin dan tidak dalam jumlah yang besar,” jelasnya.

Karena itu, Usman berharap masa pandemi segera berakhir. “Jadi itu persoalan kita saat ini, mudah-mudahan pandemi cepat berlalu supaya ekonomi masyarakat kembali pulih dan bangkit semuanya, apakah pelaku UMKM maupun masyarakat lain,” tuturnya.

Terkait pemasaran, Usman menyebut pihaknya juga sudah menjalin hubungan dengan minimarket yang ada di Kecamatan Palmatak. “Kalau di Palmatak sekarang kami sudah kerjasama dengan minimarket, memang dia buat khusus untuk meletakkan menjualkan produk-produk UMKM binaan kami dan dia semangat sekali,” imbuhnya.



Usman mengakui bahwa Ikan Asap dan Ikan Asin masuk dalam katagori produksi menjanjikan. “Kalau Long Wadi memang punya produk terkenal, lada garam tongkol itu produk terkenal dia. Kalau tidak salah tahun 2016 ada perlombaan produk khas daerah, kami utuskan dia, alhamdulillah dapat juara tiga se-Provinsi Kepri,” pungkasnya.

Usman melihat produk-produk khas Anambas kemungkinan besar sudah ada beredar ke luar negeri. “Mungkin ada, contoh Kerupuk Atom ini banyak sistem curah, mereka jualnya perkarung perbal-bal, di beli oleh orang Tanjungpinang, kemudian mereka bungkus kecil-kecil, sampai ke Singapore dan Malaysia, itu produk-produk kita,” cetusnya.

Hanya saja tidak ada yang langsung dilakukan oleh masyarakat di Anambas. “Kalau dari Anambas ekspor ke Malaysia, Singapore itu memang belum ada. Tapi sekarang kita sudah  memasarkannya lewat online. Kita juga mempromosikannya melalui acara atau kegiatan besar di provinsi seperti STQ, MTQ dan pameran bazar. Jadi kita memang punya banyak jenis olahan kerupuk, yang paling dikenal itu Kerupuk Atom, Ikan, Naget, Abon, dan Sotong,” tutupnya. (KP).


 


Laporan : Azmi Aneka Putra