Dinas Perikanan Tidak Tau Ada Rumpun Ikan Berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara  

oleh -835 views

NATUNA (KP) – Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Sofiandi mengaku belum mendapatkan bukti secara akurat terkait rumpun ikan berbendera Vietnam yang ditemukan oleh nelayan Anambas di sekitar perairan Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau,

Kata Sofiandi, saat ini apakah rumpun tersebut masih aktif beroperasi atau hanya sebatas sisa-sisa yang hanyut. Ia memastikan sampai saat ini Dinas Perikanan belum pernah melihat barangnya, sehingga tidak bisa memberikan tanggapan lebih mendetail terkait rumpun tersebut.

“Sampai detik ini tidak ada satu pun nelayan lokal di Natuna memberi laporan ke Dinas Perikanan terkait hal ini,” kata Sofiandi menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Selasa, 08 Juni 2021.

Terkait adanya aktifitas Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang melakukan penangkapan ikan disekitar perairan Laut Natuna Utara dalam artiaan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dirinya berkeyakinan jika itu benar tentu sudah tertangkap oleh aparat.

“Tidak mungkin mereka bisa berkeliaran karena aparat saat ini sangat intensif melakukan patroli di perbatasan. Kalau saya mau cerita ini bisa sekedar orang meniupkan issu, saya meyakini petugas kita dari TNI-POLRI sudah bekerja, sehingga saya tidak terlalu yakin itu ada. Jikapun ada, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh karena itu ada petugasnya,” tegas Sofiandi.

Menurut Sofiandi, dua hal tersebut tidak masuk dalam ranah tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Perikanan, karena kewenangan laut tidak ada di kabupaten melainkan di provinsi, sehingga dalam hal ini Dinas Perikanan tidak bisa bertindak lebih jauh.



“Memang apa yang berjalan itu terkait dengan perikanan, misalnya KIA menangkap atau mencuri ikan diwilayah kita, tapi Dinas Perikanan tidak punya kewenangan untuk  menangani itu. Jadi kita Dinas Perikanan hanya menangani khusus misalnya pembudidayaan, kesejahteraan para nelayan, serta dukungan dari sarana prasarana. Ketika kita mendengar dan melihat tentunya kita akan berkoordinasi dengan aparat yang berwenang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Natuna, Marzuki, SH, dengan tegas meminta aparat yang berkompeten segera mentelusuri penemuan rumpun ikan berbendera Vietnam oleh nelayan Anambas diperairan Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai wakil raktyat, Marzuki berharap patroli di Laut Natuna Utara khususnya dapat dilakukan secara terus menerus tidak hanya ketika adanya laporan dari masyarakat nelayan.

“Jangan hanya menunggu laporan nelayan baru turun, karena ini semuanya untuk menjaga kedaulatan negara kita, baik dari sisi melanggar batas negara maupun dari sisi illegal fishing,” ujar Marzuki kepada koranperbatasan.com melalui pesan WhatsApp Minggu, 06 Juni 2021.

Politisi Partai Gerindra itu, mengaku dalam beberapa hari ini dirinya telah banyak menerima keluhan dari masyarakat nelayan lokal terkait keberadaan Kapal Ikan Asing (KIA) khususnya yang berbendera Vietnam.

“Apa lagi pada satu minggu terakhir ini saya sering mendapat laporan dari nelayan tentang keberadaan kapal-kapal ikan berbendera Vietnam banyak disekitar laut Natuna,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampikannya kepada redaksi koranperbatasan.com menjawab laporan nelayan lokal dan pemberitaan yang diterbitkan oleh media siber zonasidik.com, berjudul “Heboh, Nelayan Anambas Temukan Rumpun Ikan Bendera Vietnam” terbit Minggu, 06 Juni, 2021.

Sebagaimana diketahui kapal ikan asing kembali marak mencuri ikan disekitar Laut Natuna dan Anambas Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan illegal fishing tersebut sempat didokumentasikan oleh nelayan Anambas.

Salah seorang nelayan Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Alfin bersama dua rekannya mengaku sempat mengambil video dan foto menggunakan telepon genggam miliknya.

“Iya betul, saya sendiri yang mengambil video rumpun ikan berbendera Negara Vietnam itu di titik koordinat 5°54°557 N 107°09°200 E atau hanya berapa puluhan Mil dari Pulau Laut, Kabupaten Natuna,” kata Alfin kepada zonasidik.com, Sabtu (5/6/2021).

Tidak hanya rumpun ikan berbendera Negara Vietnam, Alfin dan rekannya juga mendapati adanya aktifitas KIA berbendera Vietnam yang melakukan penangkapan ikan di laut Natuna pada 1 Juni dan 2 Juni 2021.

Alfian juga sempat mengunggah video dan foto kejadian tersebut di media sosial miliknya. Ia menceritakan pada Selasa (1/6/2021) mendapati sekitar 20 KIA melakukan penangkapan ikan di malam hari.

“Saya hitung jumlahnya 20 kapal asing, itupun yang terlihat cukup dekat, belum lagi yang posisi berada jauh dari kita,” jelasnya.

Menurut Ia, dampak maraknya KIA di laut Natuna Utara selain meresahkan dan mengancam keselamatan nelayan juga berdampak pada rusaknya terumbu karang sebagai daerah tangkapan nelayan.

“Terumbu karang banyak hilang dalam Global Positioning System (GPS) kita, itu akibat terumbu karang sudah rusak oleh jaring kapal ikan asing, dan ikan susah didapat karena dampak dari jaring itu, nelayan dari Kijang, Kabupaten Bintan juga mengeluhkan bubu ikan mereka juga sering hilang karena ulah kapal ikan asing,” terangnya.

Terkait rumpun ikan berbendera Vietnam, Alfin menceritakan bahwa rumpun ikan tersebut adalah rumpun ikan yang sampai ke dasar dengan dipasang pemberat. Saat itu, bendera Negara Vietnam yang dipasang di rumpun ikan tersebut dalam kondisi masih baru.

Diketahui, sebagian nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan penangkapan ikan sampai di Laut Natuna Utara dengan pompong mayoritas ukuran 5 Gross Tonnage (GT). (KP).


Laporan : Johan – Hairil