Dugaan Korupsi Dana Desa, Muhammad Kasren : Aparatur Desa Jangan Dikriminalisasi

oleh -430 views

ANAMBAS – Advokat dan Praktisi Hukum Ketua Lembaga Advokasi Hukum Pemuda Pancasila Kabupaten Kepulauan Anambas (Anambas), H. Muhammad Kasren, SH berharap penegak hukum di daerah dalam menangani adanya dugaan korupsi dana desa, agar bisa bertindak profesional, cermat dan penuh kehati-hatian.

Mantan anggota DPRD Kota Pekanbaru itu, menerangkan jika memang diawal lidik sudah ditemukan cukup bukti, dirinya mempersilakan penegak hokum sidik secepatnya dan proses sampai tuntas.

“Tapi jika belum ditemukan cukup bukti, apalagi baru sebatas menduga-duga, hendaknya hentikanlah proses lidik, jangan mencari-cari bukti dengan cara memanggil dan memeriksa aparatur desa berulang-ulang walau hanya sebagai saksi, apalagi sampai kesan tumpang-tindih,” ujar Muhammad Kasren kepada awak media, Senin 21 Juni 2021.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di salah satu kedai kopi Tarempa, sekitar pukul 16.00 WIB tersebut, Muhammad Kasren mengutamakan misalnya dugaan korupsi dana desa dari awal sudah dilidik Kepolisian, hendaknya Kejaksaan jangan ikut lagi dengan mengambil-alih dalam proses sidik, begitupun sebaliknya.

“Soalnya dipanggil dan diperiksa penegak hukum berulang-ulang walau hanya sebagai saksi, akan menimbulkan rasa ketakutan, kecemasan dan kelelahan yang luar biasa bagi aparatur desa, akan berdampak pada kinerja pelayanan publik bagi masyarakat desanya, bahkan dengan kondisi psikologis yang seperti itu, aparatur desa akan rentan menjadi objek pemerasan pihak-pihak yang mengaku sebagai aparatur penegak hukum,  kewibawaannya juga akan jatuh, sehingga menjadi sulit baginya untuk memimpin dan mengendalikan masyarakat desanya,” terangnya.

Menurut mantan Ketua Partai Golkar Anambas itu, dalam proses lidik dan sidik adanya dugaan tindak pidana korupsi, undang-undang memberi kewenangan yang cukup besar kepada Kepolisian dan Kejaksaan sebagai penegak hukum, bisa memanggil dengan upaya paksa kepada siapa saja yang bisa dianggap sebagai saksi, menetapkan status seseorang menjadi tersangka, bahkan menangkap dan menahannya.



Oleh kerenanya lanjut Muhammad Kasren, saya berharap dalam upaya penegakkan hukum terhadap aparatur desa terkait adanya dugaan korupsi dana desa ini, penegak hukum jangan sampai kesan bertindak sewenang-wenang, jangan sampai kesan aparatur desa dikriminalisasi dan dicari-cari kesalahannya, jangan sampai kesan beraninya cuma sama aparatur dan pengguna dana desa, kenapa tidak terhadap yang lebih besar dari itu, misalnya terhadap aparatur dan pengguna dana APBD Kabupaten.

Kata Muhammad Kasren, perlu dipahami, sebagian besar desa-desa kita di Kepulauan Anambas ini masih perlu bimbingan, masih kekurangan SDM yang mumpuni, sehingga jika hanya terjadi kesalahan prosedur atau administrasi dalam penggunaan dana desa, janganlah itu dijadikan pintu masuk untuk mencari-cari bukti adanya dugaan korupsi dana desa.

“Terakhir saya ingin mengajak semua pemangku kepentingan di daerah ini, mulai dari Bupati, Inspektorat, BPK, Camat dan Penegak Hukum untuk memberi ruang kreativitas dan kenyamanan kepada aparatur desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan yang sehari-hari berhadapan langsung dengan rakyat, kedepan jangan sampai ada yang trauma dan ketakutan untuk menjadi aparatur desa, tentu dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip hukum yang berlaku di negeri ini,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Azmi Aneka Putra