DPRD Buteng Konsultasi Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Pada Kunker di DPRD Bekasi

Terbit: oleh -87 Dilihat
Wakil Ketua I DPRD Buteng, Adam, S.Ag, dan beberapa Anggota DPRD Buteng diantaranya, Rosmaya, Rahmaniar, Mariati, Mutalib, Adnan, La India, Tasman, Azaluddin, Samirun, dan La Ode Af’alu Mahdi saat melakukan kunjungan kerja di DPRD Bekasi.

BUTON TENGAH – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Provinsi Sulawesi Tenggara, Adam, S.Ag, dan beberapa Anggota DPRD Buteng melakukan kunjungan kerja (kunker).

Pada kunker ke Kantor DPRD Bekasi, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 23 Maret 2024 ini. Wakil Ketua I DPRD Adam, S.Ag didampingi beberapa Anggota DPRD Buteng, diantaranya Rosmaya, Rahmaniar, Mariati, Mutalib, Adnan, La India, Tasman, Azaluddin, Samirun, dan La Ode Af’alu Mahdi, serta staf Sekretariat DPRD.

Kunker 11 wakil rakyat Buteng ini pun diterima oleh Kepala Bagian (Kabag) Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi. Wakil Ketua I DPRD Buteng, Adam, mengatakan kunker dilakukan dalam rangka konsultasi dengan DPRD Kota Bekasi membahas ketenegakerjaan pemberdayaan tenaga lokal.

“Konsutasi dilakukan membahas pemberdayaan tenaga lokal Kabupaten Bekasi yang telah memiliki payung hukum dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2016 tentang ketenagakerjaan dan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 9 tahun 2019 tentang perluasan kesempatan kerja,” terang Adam dikutip melalui Humas Sekretariat DPRD Buteng.

Mantan Ketua DPRD Buteng periode 2014-2019 ini menuturkan, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama DPRD Bekasi sangat serius dan berkomitmen memperhatikan warganya dalam memperluas kesempatan kerja.

Hal itu dapat dilihat, lanjut Adam, ribuan warga Bekasi terserap bekerja di perusahaan swasta ataupun perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di Kabupaten Bekasi.

“Payung hukum Perda dan Perbub Kabupaten Bekasi tentang ketenagakerjaan sangat menguntungkan masyarakat setempat. Pasalnya, seluruh perusahaan berizin di Kabupaten Bekasi mengharuskan merekrut karyawan ber KTP Bekasi. Dan perekrutan tenaga lokal ini tidak terlepas dukungan berbagai perusahaan yang sudah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” kata Adam.

“Keseriusan Pemkab Bekasi dalam penanganan tenga kerja lokal ini terbukti. Karena apabila perusahaan tidak mempekerjakan tenaga lokal akan dikenai sanksi pidana dan denda sebesar Rp.50.000,” ujar Adam.

Pekerja lokal di Kabupaten Bekasi, sambung Adam, juga dibekali program pemagangan dan pelatihan yang disiapkan di balai latihan kerja (BLK) milik Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi.

“Pemerintah Bekasi untuk meningkatkan kopentesi warga sebelum bekerja di sejumlah perusahaan, dimodali pembinaan pelatihan awal melalui BLK Disnaker dengan tujuan memiliki skil dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan, sehingga ketika melamar pekerjaan dapat lebih muda diterima,” kata Adam.

Dari konsultasi ini, Adam menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dapat mengadopsi kebijakan aturan Perda dan Perbub yang dibuat oleh Pemerintah Bekasi bersama DPRD Bekasi tentang pemberdayaan pekerja warga lokal.

“Hasil konsultasi kita harapkan kedepannya pemerintah dan DPRD Buton Tengah dapat mengadopsi payung hukum tentang Ketenagakerjaan warga lokal Kabupaten Bekasi,” harap Adam.

Terakhir, Ketua DPD PAN Buton Tengah ini menyebut peluang kerja di Kabupaten Buton Tengah ini masi dikatakan minim dan bahkan lowongan pekerjaan informasinya sangat terbatas. Sedangkan terdapat perusahaan swasta dan BUMN beroperasi di Kabupaten Buton Tengah dapat dimanfaatkan oleh pekerja lokal.

“Oleh karena itu, solusi terbaik dibuatkan peraturan mengikat agar perusahaan berizin di Kabupaten Buton Tengah dapat memberikan kesempatan kerja bagi warga lokal. Dan jika ini dapat dikerjakan dengan baik dapat membantu pemerintah daerah mengatasi pengangguran dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Irfan


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *