Ketua DMI Kepri Silaturahmi Dengan Masyarakat Natuna

Terbit: oleh -1110 Dilihat
Acara selesai, tamu undangan menyalami Ketua DMI Provinsi Kepri H. Muhammad Rudi, didampingi Bupati Natuna Wan Siswandi pada kegiatan silaturahmi di RM. Sisi Basisir, Ranai, Minggu, 21 April 2024.

NATUNA – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Riau, H. Muhammad Rudi mengadakan kegiatan silaturahmi dengan masyarakat Natuna di RM. Sisi Basisir, Ranai, Minggu, 21 April 2024. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi, bersama beberapa Anggota DPRD Natuna diantaranya, Wan Aris Munandar, Lamhot Sijabat, serta para Pengurus Masjid, dan Majelis Taklim Natuna.

Pada silaturahmi tersebut, Ketua DMI Provinsi Kepri, H. Muhammad Rudi menyampaikan keinginannya untuk dapat mewujudkan wilayah-wilayah di Provinsi Kepri agar berkembang seperti Kota Batam. Keinginan tersebut bisa terwujud jika semua pihak mempunyai keinginan dan tujuan yang sama pula.

“Harapan kita mudah-mudahan target PAD, dan pembangunan bisa tercapai seperti Batam. Saya tidak hanya membangun industri, tapi juga membangun aqidah berwawasan internasional, bukan nasional,” ujar Rudi yang juga menjabat Wali Kota Batam dan Ketua BP Batam.

Kata Rudi, istrinya Marlin Agustina yang masih menjabat Wakil Gubernur Kepri rencananya akan maju mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batam pada pilkada tahun ini adalah bentuk keseriusannya ingin membangun daerah agar menjadi lebih baik, khususnya Kota Batam.

“Bukan karena gengsinya, tapi memang karena keinginannya untuk dapat membangun daerah khususnya Batam,” tegas Rudi.

Dalam hal ini, Rudi pun berharap Kabupaten Natuna, salah satu wilayah di Provinsi Kepri bisa berkembang pesat dan melangkah maju, sebagaimana kemajuan yang telah terjadi di Kota Batam selama dirinya menjabat Wali Kota Batam, dan Ketua BP Batam.

“Transportasi Natuna sudah harus memadai, terutama udara, agar tidak terisolasi. Insya Allah dalam dua tahun kedepan saya akan melaunching pembagunan terminal baru di Batam dengan anggaran Rp68 triliun. Jika terealisasi, di Batam juga akan di bangun rumah sakit berstandar internasional seperti di India,” pungkas Rudi.

Sementara Bupati Natuna Wan Siswandi memastikan telah ada peningkatan jumlah pendapatan Dana Bagi Hasil (DBH) selama dirinya menjabat Bupati Natuna dan Rodhial Huda sebagai Wakil Bupati Natuna. APBD Natuna diketahui bertambah sekitar Rp38 milyar.

“Saya juga mencalonkan diri sebagai Bupati Natuna, mudahan Pak Rudi menjadi gubernur, harapanya APBD Natuna bisa menjadi lebih besar lagi,” cetus Wan Siswandi.

Terkait anggaran untuk rumah ibadah, Bupati Wan Siswandi meceritakan setiap masjid di Natuna sudah diberikan pendanaan per-masjid sebesar Rp7 juta, dan per-mushola sebesar Rp5 juta. Selain itu, Wan Siswandi juga sempat mengungkapkan beberapa capaian pembangunan di Natuna.

“Untuk pembangunan sudah mulai di bangun bendungan persediaan sumber daya air. Listrik walaupun masih sering mati, tetapi tetap kita usahakan semaksimal mungkin. Untuk jalan dari Pantai Piwang sampai Teluk Buton belum kita rehap, memang belum ada pendanaan,” ungkapnya.

Menurut Wan Siswandi, Natuna berbeda dengan daerah-daerah lain, kesiapan anggaran menjadi pemicu cepat atau lambatnya pembangunan. Meski anggaran yang dimiliki Natuna jauh dari kata cukup, namun upaya menjadikan Natuna lebih baik terus di gesa.

“Membangun Natuna tidak semudah membangun yang diluar Natuna. Kita banyak membutuhkan waktu dan pendanaan yang cukup. Mudah-mudahan kita punya harapan, tujuan, dan pandangan yang sama. Mudah-mudahan semua tercapai pada waktunya,” tutur Wan Siswandi.

Wan Siswandi juga sempat mengungkapkan bahwa Pemda Natuna memiliki program kuliah gratis bekerjasama dengan beberapa instasi perguruan tinggi. Salah satunya Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dan Universitas Pertamina. Tahun lalu ada sekitar 65 anak Natuna telah dikuliahkan gratis pada instansi tersebut.

“Dan untuk seleksi kepolisian tidak seperti di daerah kabupaten lain. Tes Polisi sekarang sudah di Natuna, karena apabila melakukan tes di Batam banyak biayanya. Pulang-pergi dengan pesawat kurang lebih habis juga Rp5 juta, belum lagi kebutuhan lainnya. Jadi sekarang tes polisi sudah dilaksanakan di Natuna,” tutup Wan Siswandi. (KP).


Laporan : Iskandar

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *