Ketua Komisi II DPRD Natuna Soroti Jalan Berlubang, Pemkab Dinilai Abai

Terbit: oleh -22 Dilihat
Marzuki, SH, Ketua Komisi II DPRD Natuna

NATUNA – DPRD Natuna memberikan sorotan nyeleneh terhadap pemerintah terkait banyaknya jalan rusak dan berlubang di Natuna. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten Natuna lebih senang menerangi jalan ketimbang memperbaikinya.

Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki membenarkan banyaknya jalan poros yang rusak di Natuna dan memerlukan perbaikan. Namun kondisi ini dinilai seakan diabaikan oleh pemerintah.

“Ya betul, yang kita liat pemerintah belum ada memperbaiki jalan, kalaupun ada mungkin tak seberapa. Saya tak tahu apakah mereka ada anggaran pemeliharan atau tidak, seharunya ada itu,” kata Marzuki, Selasa 23 Mei 2023 di ruang dinasnya.

Dengan nada satir, Marzuki menyatakan bahawa pemerintah lebih cendrung menerangi jalan ketimbang memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Marzuki menduga pemerintah memahami bahwa dengan jalan yang terang persoalan yang diakibatkan oleh kerusakan jalan berupa kecelakaan lalu lintas dapat diatasi.

“Fokus pemerintah kan menerangi jalan, itu yang kita tahu. Jadi mungkin menurut pikiran mereka kalau jalan sudah terang, lubang-lubang jalan itu terlihat dan dapat dihindari oleh pengguna jalan, maka tidak bakal terjadi kecelakaan,” sindirnya.

Menurut Marzuki, terdapat beberapa jalan poros di Natuna yang banyak mengalami kerusakan, mulai dari jalan yang ada di pusat ibu kota maupun yang berada dipinggiranya.

Adapun jalan – jalan rusak yang ia maksud meliputi Jalan Raya Batu Sisir, Jala Soekarno Hatta, Jalan Kartini, Jalan Lintas Pring dan DKWM Benteng serta sejumlah jalan lainnya.

“Harusnya kerusakan-kerusakan ini juga diperhatikan pemerintah,” tegasnya.

Sedangkan untuk lampu jalan, Marzuki menyebutkan, fokus pemerintah menerangi jalan berada di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Bunguran Barat dan Kecamatan Bunguran timur.

Menurutnya program penerangan jalan ini juga belum terlaksana secara maksimal karena masih banyak jalan yang masih gelap.

Terkait program penerangan jalan ini, Ia juga menyoroti program penguatan energi listrik yang digalakkan pemerintah. Pada program ini Pemkab Natuna sudah dinyatakan berhasil menambah daya listrik sebesar 2 megawatt.

“Tapi kalau lampunya sering mati seperti yang terjadi belakangan ini di Natuna, itu sama saja dengan bohong. Orang tak bisa liat jalan berlubang kalau mati lampu,” ketusnya.

Dengan demikian ia menyarankankan kepada pemerintah agar memperbaiki jalan yang rusak dan memaksimalkan program penerangan jalan.

“Intinya kita bersyukur pemerintah sudah menerangi jalan, cuma jalan yang rusak itu juga perlu diperbaiki. Dan daya listrik itu juga harus dijaga agar tidak sering mati. Jadi kalau jalannya terang dan mulus, itu baru namanya Natuna maju,” pungkas Marzuki. (KP).


Laporan : Dhitto


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *