PT. Fantastik Internasional di Kota Batam Produksi Rokok Ilegal

Terbit: oleh -1750 Dilihat

“PT. Fantastik Internasional di Kota Batam Produksi Rokok Ilegal. Rokok H-Mind Tidak Ada Pita Cukai Perusahaan Rokok Ilegal”


BATAM – Pasal 113 Undang-Undang tentang kesehatan menunjukkan seolah-olah perusahaan rokok adalah bisnis yang illegal, sehingga aturan tersebut mengancam kelangsungan usaha pembuatan rokok.

Demikian disampaikan sumber yang dalam penulisan berita ini tidak ingin namanya disebutkan. “Dengan adanya 113 UU tentang kesehatan, perusahaan rokok H&D ilegal sehingga membuat cemas dan terancam tutup alias (gulung tikar),” ungkapnya saat memberi keterangan ayat (2) zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/atau masyarakat sekelilingnya.

Katnya ayat (3) produksi, peredaran, dan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan. Uji materi ini diajukan para petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia mencakup uji materi tiga pasal UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009.

“Ini belum dikurangi biaya produksi termasuk karyawannya yang 73 ribu orang, dimana 17 persen pria dan 83 kaum perempuan,” tambahnya.

PT. Fantastik Internasional di Kota Batam Produksi Rokok Ilegal Rokok H-Mind Tidak Ada Pita Cukai Perusahaan Rokok Ilegal

Namun demikian lanjutnya, sebagai perusahaan legal perlu mengkomunikasikan produk kepada orang dewasa. Dia juga mengungkapkan bahwa zat aditif bersifat umum dan tembakau bukan menjadi satu-satunya sebagai zat aditif yang diatur.

Uji materi yang dimohonkan ini adalah pasal 113 UU kesehatan berbunyi, ayat (1) pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Ayat (2) zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan, dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan/atau masyarakat sekelilingnya.

Ayat (3) produksi, peredaran, dan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan.

“Uji materi ini diajukan para petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia mencakup uji materi tiga pasal UU Kesehatan nomor 36 tahun 2009,” terangnya. Tri Wahyu Wijaya. (KP).


Bersambung….


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *