Somasi Terakhir Hingga Pemasangan Plang, Babak Baru Permasalahan Lahan Pulau Ranoh

Terbit: oleh -7 Dilihat
Ahli waris bersama LSM Cindai tampak sedang melakukan pemasangan plang tanda kepemilikan kebun di Pulau Ranoh Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis 22 Juni 2023.

BATAM – Permasalahan lahan Pulau Ranoh yang secara administratif lokasi pulau ini berada di Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau saat ini dikelola oleh PT. Megah Puri Lestari (MPL) untuk kegiatan resort memasuki babak baru.

Melalui kuasa hukum ahli waris Tri Wahyu, SH saat dijumpai awak media ini bersama tim menjelaskan terkait surat somasi terakhir yang sudah diserahkan kepada Walikota Batam hingga pemasangan plang tanda kepemilikan tanah di Pulau Ranoh Batam.

“Ya, kami melakukan pemasangan plang di Pulau Ranoh sebagai salah satu upaya kami menindaklanjuti somasi kami yang terakhir,” terang Tri Wahyu, Kamis 22 Juni 2023.

Kata Tri Wahyu, yang menjadi dasar pemasangan plang oleh pihak ahli waris dengan didampingi kuasa hukumnya sudah sangat jelas.

“Bisa kita buktikan di dalam maupun luar persidangan. Jadi untuk selanjutnya kami juga sudah menyiapkan langkah tentunya akan kami tempuh, terkait apa langkah itu kita lihat saja plot twisnya kedepan,” pungkas Wahyu.

Tampak hadir di lokasi pada saat pemasangan plang tanda kepemilikan kebun di Pulau Ranoh tersebut, Wakil Ketua LSM Cindai Kepri, Zulkarnain.

Penyerahan surat somasi terakhir oleh kuasa hukum ahli waris Pulau Ranoh, Tri Wahyu, SH kepada Walikota Batam.

“Pemilik kebun Pulau Ranoh ini jelas Batin Tengku Nordin Bin Batin Tengku Limat, orang yang sangat berjasa menjaga negeri bumi tanah Melayu ini. Terjaga dan terawat secara terus menerus dari anaknya hingga ke cucu. Inikan orang luar yang seenak-enaknya mau menguasai tanpa menghargai hukum berlaku di negeri ini,” tegas Wak Jul sapaan akrab Zulkarnain.

Menurut Wak Jul, berkaitan tentang penyerobotan lahan kebun Pulau Ranoh, pihaknya atas nama LSM Cindai Kepri akan terus membantu mengawasi serta mendampingi ahli waris bersama kuasa hukum hingga tuntas.

Dapat diketahui berdasarkan surat yang bersifat segera nomor : B-145/HK.00/9/2019 dari Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI dan surat bersifat segera dari Plt. Gubernur Kepri tertanggal 21 Oktober 2019 yang berisikan agar Walikota Batam dengan segera dapat menghentikan segala jenis usaha yang dilakukan oleh PT. Megah Puri Lestari di Pulau Ranoh sampai semua perizinan yang diperlukan lengkap dan permasalahan lahan dengan ahli waris dapat diselesaikan dengan tuntas.

Victor Pujianto selaku Direktur PT. MPL saat dikonfirmasi oleh tim media ini, tidak memberi tanggapan sama sekali, hal yang sama juga dilakukan oleh Walikota Batam hingga berita ini ditayangkan. (KP).


Laporan : Denny Jebat

Kontributor : LSM Cindai


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *