Awaluddin Minta Restu Pemprov Kelola Tujuh Pelabuhan di Kepri

Terbit: oleh -35 Dilihat
Direktur BUP PT Pelabuhan Kepri, Capt Awaluddin

TANJUNGPINANG – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri berencana ingin mengembangkan Pelabuhan Segara menjadi pelabuhan internasional untuk kegiatan ekspor impor di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Program baru kita ingin menjadikan Pelabuhan Segara menjadi pelabuhan internasional ekspor impor dan interkoneting FTZ (Free Trade Zone),” ujar Direktur BUP PT Pelabuhan Kepri, Capt Awaluddin saat coffe morning bareng jurnalis di Tanjungpinang, Jumat, 01 September 2023.

Kata Awaluddin, Pelabuhan Segera diupayakan menjadi pelabuhan internasional salah satu permintaan dari beberapa investor yang ingin bekerjasama dengan PT Pelabuhan Kepri.

“Misalnya pihak Jafta ingin ekspor ayam dari Pelabuhan Segara, dari sana ke Singapura hanya empat jam. Kalau dari Pelabuhan Kuala Riau butuh 10 jam,” ujarnya.

Direktur BUP PT Pelabuhan Kepri, Capt Awaluddin (tengah) poto bersama beberapa awak media usai melakukan coffe morning dengan jurnalis di Tanjungpinang, Jumat, 01 September 2023.

Untuk menjadikannya sebagai pelabuhan internasional, Awaluddin butuh dukungan semua pihak. Terlebih saat ini BUP PT Pelabuhan Kepri sedang berusaha bangkit memajukan usaha sektor kepelabuhanan di Provinsi Kepri.

“Kami berharap dukungan penuh dari semua stakeholder terkait,” terang Awaluddin.

Menurut Awaluddin, selaku pengelola fasilitas kepelabuhanan, pihaknya berupaya agar tujuh pelabuhan milik Pemerintah Provinsi Kepri dapat dikelola oleh PT Pelabuhan Kepri.

Ketujuh pelabuhan itu, yakni Pelabuhan Kuala Riau Pelantar II Tanjungpinang, Pelabuhan Segara Tanjung Uban, Pelabuhan Sungai Tenam, Pelabuhan Daik Lingga, Pelabuhan Penagi Natuna, Pelabuhan Anambas, dan Pelabuhan Senayang Lingga.

“Pengembangan aset tergantung dari pemilik aset, yakni Pemprov Kepri. Kita upayakan agar kita yang kembangkan pelabuhan itu,” pinta Awaluddin.

Kalau kendala, lanjut Awaluddin, tergantung kebijakan pemerintah daerah, kita ini hanya sebagai operator. (KP).


Laporan : Denny Jebat


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *