Camat Bungsel Pastikan Kondisi Banjir Masih Terkendalikan

Terbit: oleh -11 Dilihat
Camat Bunguran Selatan, Supardi, S.Pd.I tampak mengenakan baju perpaduan warna biru hitam dan topi saat meninjau beberapa lokasi titik banjir.,

NATUNA – Banjir dengan ketinggian air mulai dari lutut hingga mencapai paha orang dewasa melanda di dua desa yang berada di Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada pukul 03.00 WIB dini hari, Kamis, 15 Desember 2022.

Adapun dua desa tersebut yakni Cemaga dan Cemaga Tengah. Air diperkirakan mulai surut pada pukul 08.00 WIB.

Camat Bunguran Selatan, Supardi, S.Pd.I memastikan banjir yang melanda masih bisa dikondisikan dengan baik. Sebab mayoritas rumah warga yang berada di lokasi titik-titik banjir masih berbentuk rumah panggung.

“Namun ada juga air yang masuk merembes ke dalam beberapa rumah di Batu Bayan, di Cemaga juga ada dua Rumah. Dan Sungai yang berada di Air Buluh juga meluap, sehingga air melintasi jalan,” ungkapnya, Jum’at 16 Desember 2022.

Camat Bunguran Selatan, Supardi, S.Pd.I dibantu Personel Marinir meninjau beberapa lokasi titik banjir.

Kata Supardi, guna memastikan warga dalam kondisi aman. Maka pihaknya sudah memantau langsung ke lokasi titik-titik terjadi banjir.

“Evakuasi tidak ada, karena memang kondisi masih stabil. Hampir semua rumah yang terdampak kita kunjungi pemilik rumahnya. Kemudian kita juga sudah melakukan langkah antisipasi kemarin, menghubungi kawan-kawan Marinir di Setengar minta bantu. Dan mereka bawa personel dan speed karet,” terangnya.

Menurut Supardi, kerugian materil dialami banyaknya ayam peliharaan warga yang mati.

“Ada satu buah rumah ayamnya banyak mati. Kebutulan ayamnya masih banyak kecil,” sebutnya.

Diakui Supardi, sampai saat ini warga yang terdampak belum merima bantuan. Hal itu dikarenakan pihak kecamatan belum menghubungi pihak BPBD terkait bencana itu.

“Kita melihat, kalau kita bandingan kecamatan lain seperti Bunguran Timur, mereka jauh lebih parah. Kita memang inisiatif masih menangani sendiri,” ujarnya.

Supardi mengimbau kepada masyarakat Bunguran Selatan untuk tetap waspada dan tidak meninggal rumah dalam waktu lama.

“Kemudian bagi nelayan tidak melaut karena cuaca masih ekstrem. Kalaupun harus melaut, jangan sendirian. Tapi harapan kita jangan melaut dulu,” imbaunya. (KP).


Laporan : Johan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *