Kades Selemam Pastikan Seratus Persen Warganya Bekerja Sebagai Petani

Terbit: oleh -1440 Dilihat
Kepala Desa (Kades) Selemam, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Bujang Sabirin saat diminta keterangan, Senin, 06 Mei 2024.

NATUNA – Kepala Desa (Kades) Selemam, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Bujang Sabirin memastikan hampir seratus persen masyarakat yang ada didaerahnya bekerja sebagai petani.

Meskipun Natuna secara umum diketahui memiliki wilayah lautan jauh lebih luas dibandingkan daratan. Namun khusus untuk di Desa Selemam, sektor pertanian dan perkebunan menjadi sumber pendapatan utama penduduk setempat.

“Kalau Desa Selemam memang program masyarakatnya diprioritaskan untuk sektor pertanian. Hampir seratus persen masyarakat disini petani, hanya ada beberapa orang saja yang ber-KTP nelayan. Mereka itu pun sebagian besar pekerjaanya lebih banyak di kebun,” ungkap Sabirin, menjawab koranperbatasan.com dikediamannya, Senin, 06 Mei 2024.

Menurut Sabirin, sebagian besar dari masyarakat yang memiliki tanah sendiri menekuni tanaman jenis palawija seperti jagung manis, ubi, cabe, semangka, dan kelapa.

“Dominannya di Desa Selemam ini berkebun jagung manis. Ada juga berkebun ubi, kelapa, bahkan karet. Tentunya kami sangat berharap bidang pertanian ini diperhatikan, terutama membantu pembukaan lahan sawah,” ujar Sabirin.

Kata Sabirin, satu-satunya kendala yang dihadapi masyarakat petani didaerahnya adalah mendistribusikan hasil panen dalam jumlah besar. Sajauh ini masyarakat masih menjualnya di pasar terdekat, dalam jumlah terbatas.

“Kalau kendala untuk petani di Desa Selemam adalah pemasaran, ketika tanamanya sudah terlalu banyak. Kalau panennya sudah mencapai puluhan, bahkan belasan hektar itu agak sulitlah memasarkannya,” beber Sabirin.

Sedangkan untuk mengatasi hama masih bisa diselesaikan secara langsung oleh masyarakat. Dalam hal ini, hampir setiap minggu masyarakat didaerahnya melakukan aktivitas pembasmian hama.

“Kendalanya mungkin pemasaran keluar, kalau tentang hama masih bisa diatasi oleh warga sekitar. Setiap minggu diadakan berburu, menghalau hama semacam babi, dan monyet,” cetus Sabirin.

Lebih jauh, Sabirin menceritakan, tanaman jenis ubi termasuk yang sulit dipasarkan. Namun sebaliknya, menyediakan hasil panen ubi dalam jumlah yang besar juga belum mampu dilakukan.

“Sebagai Kepala Desa Selemam, saya menyampaikan semacam ubi ketika di tanam berhektar-hektar nanti menjualnya agak susah,” pungkas Sabirin. (KP).


Laporan : Iskandar

Editor : Dhitto


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *