Kelestarian Ekosistem Laut dan Pulau-pulau Kecil Kemakmuran Masyarakat Natuna

Terbit: oleh -1464 Dilihat
Potret salah satu kegiatan rutin Komunitas Jelajah Bahari Natuna (JBN)

NATUNA – Jelajah Bahari Natuna (JBN) merupakan komunitas bergerak bidang lingkungan hidup di kawasan pesisir dan menjadi wadah bagi para pemuda setempat untuk belajar mengenal alam bawah laut lebih dekat.

Kegiatan konservasi lingkungan hidup seperti penanaman terumbu karang dan pemetaan potensi wilayah bahari Natuna rutin dilakukan sebagai kampanye dalam menjaga kelestarian perairan di daerah tersebut, dan memanfaatkan potensi laut secara berkelanjutan.

Selain itu, JBN juga rutin melaksanakan pelatihan bagi anggotanya maupun para pemuda setempat untuk berlatih snorkling, bahkan diving secara gratis disertai edukasi dan identifikasi biota laut, serta rutin melakukan diskusi terkait maritim.

Kegiatan seperti berwisata dengan mengexplore pulau-pulau kecil di Natuna juga kerap dilakukan dalam upaya menunjang sektor pariwisata dan meningkatkan pengawasan pulau-pulau kosong terluar dengan rutin melakukan kunjungan dan muhibah ke berbagai pulau yang ada di Kepulauan Natuna.

Sejak 2019 komunitas ini digagas oleh berapa pemuda setempat dengan semangat mengkapanyekan laut agar tumbuh rasa peduli generasi atas keberlangsungan, pelestarian dan edukasi tentang laut.

“Agar semakin banyak pemuda pemudi Natuna peduli dengan laut, karena laut sumber penghidupan. Tidak hanya sektor perikanan yang berkelanjutan, namun juga keberlangsungan ekosistem laut sehat berdapak pada sektor lainnya seperti pariwisata, lingkungan hidup, bumi dan perubahan iklim,” tutur Cherman Leader JBN di Natuna, Sabtu, 27 April 2024, saat bersilaturahmi ke Sekretariat koranperbatasan.com.

Cherman Leader JBN di Natuna

Cherman mejelaskan, saat ini sedikitnya telah bergabung dalam komunitas ini sebanyak 60 orang lebih. Baik yang masih aktif di Natuna maupun luar daerah. Hal itu dipandang perlu dan penting secara konsisten dilakukan agar semakin banyak yang peduli atas pelestarian ekosistem bahari di daerah tersebut.

Kamunitas ini lanjut Cherman, juga memandang perlu adanya upaya menjaga ekosistem berkelanjutan dan pelestarian pulau-pulau kecil terluar di Natuna sebagai upaya memperkokoh kedaulatan NKRI di wilayah tersebut.

“Pertahanan semesta itu sesungguhnya ada pada masyarakatnya, karena itu penting kita membangun kesadaran, kepedulian, dan memahami kosep pelestarian menuju berkelanjutan, tidak terkecuali bagi para stakeholder seperti pemerintah daerah, eksekutif, legeslatif, aparat keamanan seperti TNI, Polri dan pengusaha berbagai sektor turut memiliki semangat yang sama dalam melihat laut sebagai beranda bukan justru membelakangi laut,” papar Cherman.

Cherman pun menekankan pentingnya kepedulian semua pihak terhadap pelestarian agar adanya keberlanjutan terlebih Laut Natuna memiliki banyak potensi didalamnya yang tidak banyak dimiliki daerah lain.

Secara geografis, Kepulauan Natuna berada di tengah Asia dengan memiliki ekosistem dan satwa indemik, secara history juga Natuna memiliki peran besar terhadap jalur perkonomian maritim dunia.

“Kita berharap kedepan pelestarian ekosistem laut di Kepulauan Natuna tidak hanya menjadi tanggung jawab kita, Indonesia. Namun menjadi tanggung jawab dunia, sebagai pusat pendidikan, penelitaian dan jalur ekonomi maritim dunia yang aman bagi semua negara,” ungkap Cherman.

Menurut Cherman, kemakmuran masyarakat Natuna secara berkelanjutan tidak ada cara lain, selain menjaga ekosistem laut dan pulau-pulau kecil di kawasan tersebut tetap lestari. (KP).


Laporan : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *