Pemkab Natuna Usulkan Sambungan Rumah Secara Gratis ke Kementerian PUPR

Terbit: oleh -19 Dilihat
Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Natuna Riswandi, menjawab pertanyaan wartawan di Kantor PDAM Tirtanusa Natuna, Senin, 11 Maret 2024.

NATUNA – Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Natuna Riswandi, mengatakan Pemkab Natuna telah mengusulkan pembangunan SPAM Sebayar beserta jaringan salurannya ke Kementerian PUPR.

Menurut Riswandi, berdasarkan keterangan Bupati Natuna Wan Siswandi, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan SPAM Sebayar beserta jaringan saluran berkisar Rp100 miliar.

“Sudah diusulkan melalui surat Bupati ke Kementerian. Itu sudah mengganti semua jaringan yang di Ranai, karena kita di Ranai ini kan masih menggunakan pipa PVC yang belum standar yang dibangun tahun 1982,” terang Riswandi, ketika diminta keterangan oleh wartawan saat berada di Kantor PDAM Tirtanusa Natuna, Senin, 11 Maret 2024.

Riswandi memastikan bahwa pihaknya prihatin kepada para petugas PDAM. Dimana ketika turun hujan jaringan air kerap mengalami pecah, dan ketika musim kemarau kebutuhan air tidak mencukupi. Untuk pembangunan dan jaringan baru di Kota Ranai sudah dilengkapi DED, lahan, dan KLUPL.

Nantinya lanjut Riswandi, akan dibangun pipa instalasi air bersih yang ditarik dari Embun Sebayar, diolah kembali dan baru didistribusikan ke masyarakat.

Kabid Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Natuna Riswandi, menjawab pertanyaan wartawan di Kantor PDAM Tirtanusa Natuna, Senin, 11 Maret 2024.

“Jadi kita usulkan ke kementerian menggunakan pipa yang standard. Semua mencakup untuk Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Selatan, dan Bunguran Tengah,” ungkap Riswandi.

Tidak hanya itu, Dinas PUPR Natuna juga mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk pemasangan 1.300 Sambungan Rumah (SR) dari SPAM ke rumah warga. Usulan Pemda Natuna akhirnya disetujui Kementerian PUPR pada tahun anggaran 2024 dan pengerjaanya akan dilaksanakan  dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Riswandi menjelaskan, proyek ini merupakan program inpres percepatan air minum dan air limbah. Setiap daerah diminta untuk menyampaikan usulan, sesuai persyaratan-persyaratan yang sesuai dengan keriteria.

Riswandi memastikan, usulan ini sudah dilakukan verifikasi oleh balai wilayah. Mereka turun ke lapangan untuk pengecekan jalur distribusi dan rumah-rumah warga yang akan di pasang.

“Jadi kita dari Kabupaten Natuna sudah menyampaikan dan mengusulkan dan alhamulillah sudah disetujui kementerian. Jadi kita hanya menyambung. Dari SPAM yang ada di Ranai ditambahkan pemasangsan SR secara gratis ke 1.300 masyarakat penerima,” paparnya. (KP).


Laporan : Cherman


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *