Sekda Zulhidayat Sebut Inflasi di Kota Tanjungpinang Masih Terkendali

Terbit: oleh -1082 Dilihat
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S,Hut, saat memimpin rakor inflasi, di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin, 30 April 2024.

TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama FKPD melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar rakor inflasi, merupakan agenda rutin dalam melakukan pengendalian inflasi. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Engku Putri Raja Hamidah Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin, 30 April 2024.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S,Hut, memimpin langsung rapat tersebut. Dalam arahannya, Sekda menjelaskan angka inflasi memang meningkat terutama jelang bulan puasa dam lebaran beberapa waktu lalu. Namun demikian angka inflasi tersebut masih di bawah nasional.

Ketua BPS Kota Tanjungpinang Mangamputua Gultom dalam pemaparannya menjelaskan pada Maret 2023 angka inflasi di Tanjungpinag secara year on year sebesar 2,68%. Angka tersebut masih dibawah nasional berada di 3,05%. Angka inflasi di Tanjungpinang menurut Gultom, menjadi yang terendah ke-8 di Sumatera ke-44 dari 150 Kota IHK di Indonesia.

Adapun komoditi yang menjadi penyumbang inflasi pada bulan Maret adalah makanan, minuman, tembakau, dan meningkatnya penggunaan moda transportasi. Kebutuhan bahan pokok memang meningkat jelang lebaran sehingga memicu naiknya harga.

Walaupun demikian Pemerintah Kota Tanjungpinang telah mengambil tindakan dengan mengadakan Operasi Pasar dan melakukan Gerakan Pangan Murah sehingga harga-harga masih relatif stabil.

Sekda Zulhidayat dalam rapat tersebut juga meminta TPID bersama dinas terkait selalu memantau pergerakan harga dan komoditi terutama yang menjadi penyebab inflasi.

“Untuk memahami pergerakan dan gejolak kelangkaan komiditi kita wajib memahami hulu hingga hilir prosesnya sehingga kita dapat mengambil tindakan terukur dan tepat dalam mengendalikan Inflasi,” terang Zulhidayat.

Menurut Zulhidayat, menambahkan anomali cuaca juga berdampak terhadap masa panen seperti cabai, bawang, dan sayur-sayuran, sehingga wajib kita pahami kapan proses panen agar dapat kita ambil solusi jika panen mundur dan tidak terjadi kelangkaan.

Dalam rapat tersebut juga dibahas tentang kesiapan stok daging dan sapi jelang Idul Adha.

“Masyarakat tidak perlu panik sebab stok kebutuhan daging dan sembako jelang Idul Adha masih aman,” ungkap Kepala DP3 Kota Tanjungpinang Robert Lukman.

Diakhir rapat, Sekda Zulhidayat juga meminta agar Disdagin Kota Tanjungpinang terus memonitoring harga pasar dan stok kebutuhan agar stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga dengan baik. (KP).


Laporan : Ides

Kontributor : Diskominfo Tanjungpinang


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *