Pentingnya Kesadaran Individu Terhadap Konsep Pendidikan Seumur Hidup

Terbit: oleh -9 Dilihat
Silvia Ariyani

OPINI

Oleh : Silvia Ariyani

Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia


PENDIDIKAN seumur hidup merupakan suatu proses yang kontinue,yang berlangsung sejak lahir sampai meninggal dunia dan di lakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran selama hidupnya tanpa adanya batas waktu dan tempat.konsep pendidikan seumur hidup memandang pendidikan sebagai satu sistem yang menyeluruh yang di dalamnya terkandung prinsip-prisnsip pengorganisasian untuk pengembangan pendidikan.konsep ini menekankan bahwa proses pendidikan seseorang untuk belajar seumur hidup baik melalui jalur formal nonformal maupun informal.

Konsep pendidikan seumur hidup pertama kali di kemukakan oleh filosof dan pendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu,John Dawey.di mana menurutnya pendidikan itu menyatu dengan hidup.lalu konsep ini di populerkan oleh Paul Langrend melalui bukunya yang berjudul An introduction to life long education pada tahun 1970.Akan tetapi sebelum orang-orang barat mengangkat konsep pendidikan seumur hidup,orang-orang islam telah jauh terlebih dahulu mengenal konsep pendidikan seumur hidup.karena dalam agama islam sudah jelas terdapat hadist nabi yang bunyinya “tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahad”.

Dari hadist di atas ini dapat di gambarkan dengan sesuatu yang nyata misalkan seorang bayi yang baru lahir pasti di ajarkan untuk menghisap asi ibunya,lalu beranjak beberapa bulan bayi di ajarkan untuk menelan makanan,setelah itu di ajarkan merangkak,berjalan,berbicara,dan akhirnya di sekolahkan.setelah tamat sekolah seseorang tentu masih banyak mendapatkan pelajaran dimanapun,kapanpun selama kehidupannya,hingga sampai ketika seseorang sudah sakratul maut ia di ajarkan untuk mengucap dua kalimat syahadat.kira-kira seperti ini lah gambarannya.

Secara umum konsep pendidikan seumur hidup baru di publikasikan ke seluruh dunia sekitar tahun1970-an tepat ketika UNESCO menyebutnya sebagai tahun pendidikan Internasional,yang mengantisipasi perubahan yang ada di masyarakat seluruh negara di dunia,khususnya negara-negara berkembang.dimana masalah-masalah seperti kemiskinan semakin merak terjadi.sedangkan salah satu cara untuk menangani kemiskinan adalah pendidikan.selain itu masalah lain juga sering terjadi seperti banyak nya masyarakat yang mengalami ketertinggalan zaman karena susah untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman yang selalu berubah.dan untuk mengejar ketertinggalan itu manusia harus terus belajar.

Untuk di Indonesia sendiri,konsep pendidikan seumur hidup baru mulai di publikasikan melalui kebijakan negara(Tap MPR No.IV/MPR/1978 Tentang GBHN pada Bab V bagian pendidikan poin B yaitu”Pendidikan berlangsung seumur hidup dan di laksankan dalam keluarga(rumah tangga),sekolah,dan masyarakat.karena itu,pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah”.selain itu juga di atur dalam UU Nomor 2 tahun 1989,penegasan tentang pendidikan seumur hidup,di kemukakan dalam pasal 10 ayat (1) yang berbunyi penyelengaraan pendidikan di laksanakan memalui dua jalur yaitu:pendidikan luar sekolah dalam hal ini termasuk di dalamnya pendidikan keluarga sebagaimana di jelaskan pada ayat(4) yaitu:” pendidikan keluarga merupakan bagian dar jalur pendidikan luar sekolah yang di selenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan agama,nilai budaya,nilai moral,dan keterampilan.

Tujuan dari pendidikan seumur hidup adalah mengmbangkan potensi kepribadian manusia sesuai dengan kodrat dan hakikatnya yakni seluruh aspek pembawaannya seoptimal mungkin.serta mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian manusia bersifat hidup dan dinamis, maka pendidikan wajib belajar selama seumur hidup memang sangat cocok dengan keadaan manusia banyak yang beranggapan bahwa proses belajar mengajar hanya dapat di lakukan di dalam lembaga pendidikan seperti sekolah saja padahal kenyataanya pendidikan di lakukan seumur hidup mulai dari kita lahir sampai nanti kita meninggal dunia.maka sudah dapat di simpulkan bahwa konsep belajar seumur hidup memang benar adanya implementasi pendidikan seumur hidup dapat berlangsung di dalam lingkungan rumah tangga,sekolah dan masyarakat.

Oleh karena itu, pendidikan seumur hidup sangatlah penting.selain memang tuntutan agama juga menjadi pedoman bagi manusia yang menjalani kehidupan selalu mengalami perubahan zaman yang semakin maju.selain itu,manusia perlu menerima dan menjalankan pendidikan untuk menghindari manusia dari tindakan membodoh-bodohi manusia lain.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *