Cerpen Tangisan Anak Pertama, Karya Rosida Br Sihombing

Terbit: oleh -18 Dilihat
Rosida Br Sihombing

CERPEN

Tangisan Anak Pertama


Karya : Rosida Br Sihombing

Nim : 2003010015, Kelas: M 01, Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji


JADI begini buat kalian anakku akan lebih baik kalau kalian bertiga di sini terlebih dibuat kamu anakku Darwin iya bapak…… Hanya kamu yang bisa bapak harapkan, membantu bapak kamu dengarnya Vero, dengar ceramah saja terus, aku mau minta kuliah enggak jadi. Sampai sekarang kamu kan lihat keadaan kita cuman aku orang tua kalian.

 Ito sini dahulu ? Biarlah Situ…. Lihatlah adikmu itu, samanya kulihat sama abangmu si John tidak pulang. Si John mulai dari semalam? Tidak pak, dari semalam gak pulang ke mana lah dia tidur seperti tidak rumahnya. Jadi maksudku jangan sampai terikut sama abang itu! Iya bapak. Dan kau harus pandai menasehati adikmu itu sama abangmu jangan sampai bertengkar kalian sabar. Maunya bantu bapak apa yang bisa kita kerjakan bersama-sama. Lihatlah tingkah laku abangmu itu jangan sampai bertengkar datang diam dan pergi ke dapur cari makanan. Ya udahlah Pak sabarlah bapak, memang mungkin udah seperti itu sifat Abang apalah mau kita perbuat entah apa yang ada di rumah ini? Mengapa kalian tidak masak? Tidak ada makanan di rumah ini, baru pulang aku lapar kali perutku ini. Apanya Abang ini, baru pulang sudah minta makan. Dari mana saja Abang ini. Mengapa jadi jarang pulang ke rumah? Semalam sudah tidak pulang, Abang sampai rumah langsung minta makan.

Bapak ini pun aneh kok mah namanya pun laki-laki juga pergi main-main…..

Tidak mungkin harus pulang aku terus. Dan pulang aku tak ada makanan, perut pun sudah lapar. Ini pun adikmu ini laki-lakinya, kerjanya dia enggak ngerti apa-apa itu kalau dianya mengapa jadi begitu ngomong Abang jangan bertengkar kalian, aku pulang mau makan bukan mau bertengkar sama kalian. Di sini ini Abang mau enak makan terus setelah selesai makan Abang mau pergi. Kau tidak tahu itu adik aku si Abang enggak mengerti kau apa-apa itu bapak pun gak ada sediakan makanan di rumah lapar aku. Pulang dari main-main lapar abang kan udah besar seharusnya Abang udah cari makan sendiri Abang mau ke mana lagi besar mu pulang main-main lapar. Abang kan udah besar seharusnya udah cari makan sendiri kau mau ke mana lagi besar mau pulang main-main ayah mau makan-makan salam-salam ito,                Silakan masuk ito. Ada keperluan apa ito datang sekarang?

Macam mana sewa rumah ini, apa kalian mau melanjutkan? Kalau tidak lanjut, rumah ini sudah ada ada yang menanya ito. Jadi itu maksudku ito datang ke sini….

Kami lanjutkan sewa rumah ini ito,  tetapi di sini kami belum ada uang kami sekarang ito sabarlah dahulu ito nya… Mungkin sekita 1 minggu kalau sudah ada uangnya langsung diantar ke rumah ito jadi seperti itu ito

1 Minggu, lagi saya tunggu! Iya ito….

Kalian berdua dengar itu?

Kau John kau dengar itu?

Jangan cuman keluar rumah kerjamu John, udah ah kau lihatkan yang punya rumah ini minta uang sewa rumahnya kau cuman main-main saja kerjamu tidak mau kau bantu bapak yang yang kerja ini. Tidak urusan Vito aku anakmu bapak yang bertanggung jawab intinya capai aku, enggak urusanku itu titik sabarlah bapak, nanti aku cari pun pinjaman itulah bapak, sabar lah bapak. Fero nanti kau nanti masak ya? Nanti marah ito mu siJohn, itomu si Darwin pun mau kerja biar ada buntutnya kalau lapar orang itu, biar dimasak sendiri kau ya di sini itonya, sebagai anak perempuan kan sudah kerja di dapur aku mau pergi dahulu ke rumah tulang mohon tahu ada uangnya aku pinjam dahulu, semalam udah datang yang, yang punya rumah ini mau minta sewanya nya nya? Malas aku harus kuliah aku belum mau masak! Ya mau bagaimana aku perbuat Boru, belum bisa kami kuliah kan kau. Kan sudah jelas keadaan kita sekarang sambil terus memasak, semua kerjaan di rumah ini aku yang kerjakan permintaanku tidak pernah di iya kan malas aku masak, biar situ masak sendiri sama orang itu.

Mengapa begitu kau sama bapak?

Terserah ku, kalau memang mau baik kau suka mu! Suka mu mau kau bilang, cuman hp ini saja kau pegang dari tadi, disuruh masak kau tidak mau kau masak sendiri sama mohon dengarkan nya aku ngomong, apa itu saja yang kau pegang sini hp-ku itu? Awas dahulu dengar dahulu aku ngomong. Kau selalu melawan sama bapak hp-ku itu minta sini? Mengapa kalian, kok besar kali suara kalian! Tidak ada Pak, cuman kuperingatkan nya ito. Disuruh bapak tadi masa enggak mau dia! Janganlah sampai bertengkar kalian, malu kita didengar tetangga jangan karena miskin kita bertengkar. Iya pak tidak bertengkar kami.

Do iya nya / iya nya apa iya udah pergi dahulu aku iya pak, hati-hati bapak ya jawab bapak iya…. mengapa kau pudan, kok nangis kau? Siapa yang marah kau itu si Darwin yang marah kau? Kek mana lama dibuat samamu,

Tanyaklah!

Mengapa kau buat sipudan itu, nangis dia?

Mengapa rupanya!

Mengapa nangis dia?

Manalah tahu aku, cuman aku nasehatin dia disuruh bapak masak mengapa tidak kau yang masak, kau pun makannya nya masak kau. Mengapa harus dia yang masak, kau yang sana masak. Jadi dia yang kau marahin? Sana masak kau, kakak pun makannya. Mengapa Allah begini kehidupan kami pulang aku ke rumah tidak pernah wah enak ya enggak ada makanan adikku hanya bertengkar saja uang tidak ada. Tidak ada enaknya pulang ke rumah ini tetapi jumpai si Kevin lah dahulu aku jumpa nanti sama si Kevin jumpa lagi sama si Naya pasti enak ini. Beginilah kalau sudah ditinggalkan ibu…..

Terlalu cepatlah kau tinggalkan kami ibu……..

Jadi kami semua jadi berantakan ibu…………

Kasihan aku lihat bapak, jadi bapak semua menanggung membiayai keperluan kamu. Berserah kepada kami Tuhan tunjukkanlah kami jalan yang terang. Biar baik-baik kami keluarga kami ini semua bisa kayak begitu biar tahu kan aku pun tidak nyangka…….

Bisa di jalan kakinya tidak tampak biar tahu kau aku aku pun enggak ngerti kakinya enggak tampak bantahannya enggak ada ih lucu kali loh betul si John, panjang umur……

Hallo Lae……

Halo di mana lae?…

Di tempat biasa lae…

Kebetulan lagi sama si Maya ini!

Sama si Maya?

Tunggu lae di situ ya!

Oke aku tunggu…..

Okok datang aku, Lae disitu si John mau datang nanti dia datang olah lah bagus-bagus kali minta entah apa. Dia itu orang kaya mana lah  kubilangnya kalau di rumah cuman aku bilang kayak ada durhakanya lah pokoknya kalau ke keluarganya tidak ada apa-apanya. Tetapi kalau sama perempuan royal kali kau minta uang sama dia…..

Biar kita bisa jalan hahaha…..

Cocok tidak tu Kevin, John….

Si John… siJohn

Gila bro dari mana?

Iya, dari rumah lah

Udah duduk-duduk dahulu….

Jadi apa cerita?

Suntuk kali aku pun di rumah tidak enak berantakan saja adek ku di rumah itu. Malas aku, suntuk sangat pokoknya sebelum dimulai cerita minum dahulu lah kalau untuk si best slow kalau untuk minuman Udah dipesan cuy selow aman…. Mana ini minumnya? Leh Selo aman…. Kak nah ini dia minumannya udah datang. Mantap tengok itu bos……

Kalau kita kalau bekawan enjoy ah nih sengaja aku belikkan pewarna sama kalian ini titik biar enak biar nyambung ngomong boy….

Cocok tidak tuh! Mantap kali minum-minummannya. Mantap kali memang ini aku juga minumlah titik minumlah dahulu panas kali udah jadikan kalian dua udah lama ini kalian ngomong dahulu lah ya biarkan aku main game dahulu ini, mau ngepuks bos memang ces ku ini, tidak percuma memang hemmm… Kebelet pula aku ke toilet akunya?

Mau ke mana genk?

Ke kamar mandi dahulu bos, panggilan alam biasa…..

Oh iya ya, hem kok bisa kau sama dia?

Ya mau bagaimana lagi ya hp-ku tidak ada untuk nelpon kau! Lagian rumahku sama dia dekat, jadi…. Kusuruh tadi jemput kan aku kerumah makanya beli lah hp-ku! John beli lah hp-ku? Biar bisa kita komunikasian…. Eh genk! Berapa kali bumbu rujak itu oh ya Rin aku duluan pulangnya. Oke John jangan lupa ya! Hati-hati ya….. Jenis cerita apa saja kalian dari tadi?

Sini lah bentar…

Jadi cerita apa saja?

Si Maya genk!!!

Masa minta HP dra sama aku dari mana uangku cobalah ya aduh geng…..

Kalau cewek memang begitu genk. Kau sekarang begini mau dapat apa enggak?

Ya Maula! Mau……

Cinta itu butuh pengorbanan…..

Iya masa harus begini Genk?

Sekarang begini boy, kau mau dapat dia? Iya….. Ya kau nya harus berkorban lah untuk dia?

Mau sih, intinya kau mendapatkan? Iya tetapi!! Kau mau dapat Maya kan? Iya….! Iya udah.

Solusinya apa ya?

Kalau ada barang di rumah kalian bisa dicairkan, kalau cair kan langsung…..

Macam mana mencairkannya genk?

Tidak berani rupanya kau! Tidak berani aku kalau tidak berani kau gampang boy! Kayak mana caranya? Barangnya kau ambil kemari Cuma aku yang cairkan Selo kau, kita sahabat sahabat boy…

Mana jempol kau kasih dahulu…..

Begitu, gas kau berangkat ambil barangnya bawa kemari, cairkan pun besok udah cair. Cemerlang tidak tuh! Mantap! Cemerlang tidak tuh minum dahulu bos…..

Nih tidak punya Maya saja kau minum?

Biar cintanya masuk bos…

Maya cuy Maya….

Odoh jangan lama-lama pula geraknya langsung apalagi wudu begini saja, kucoba ke rumah kau tunggu di sini ajak genk gerak aku tunggu di sini tunggu di sini ya! Cepat kau cepat! Oh begitu lah, Maya coy udah gas……

Di mana itomu si Darwin fero?

Di luar Pak. Darwin???

Sini dahulu!!

Ada apa kak! Duduklah dahulu kau. Ngapain di situ si Fero, sini dahulu sebentar ada yang mau bapak bilang dedek udah capai aku cari uang pinjaman titik untuk bayar rumah kontrakan kita tetapi tidak dapat. Teringatnya nya! Taunya kalian sebelum ibu kami pergi dan ada sedikit warisan dititip sama kita, untuk keperluan kita di manakah itu dahulu kita jual dahulu bisa itu nanti untuk bayar uang kontrakan kita ini setujunya kalian? Kalau bisa jangan lapak hanya itu peninggalan ibu kami titik kita carilah pinjaman lain, ayo biar aku temani bapak. Bagaimana menurutmu Boru? Maunya kalau itu kita jual? Maka aku tahu, orang bapak lah itu janganlah Pak, kita tanyakan lah dahulu tokeku mana tahu ada uangnya titik ayolah biar aku temani bapak tunggu dahulu, dikasih toke mau itu rupanya nanti pergi kita ke sana capai kita jalan tidak dikasih nanti…..

Kita coba dahulu lapak mana tahu dikasih nanti……

Ayolah kalau gitunya cari apa ito….?

Mana orang bapak? Pergi….

Si Darwin ke mana? Pergi juga…..

Sini lah bentar pudan. Apa ito….

Kayak begini pudan!!

Ada kerjaan ditawarkan kawanku tetapi harus ada uangnya sekarang mau sama bapaknya kubilang uangmu tidak ada pudan?. Harus ada uang itu sekarang, biar bisa minta bayar rumah kita ini. Sendiri nya kanyak mana kerja bapak sama ito mu Darwin. Iya juga ya…

Tetapi seingat ku ada peninggalan mama anting- antingnya gak tahu kau di mana itu, itulah dahulu aku jual nanti. Aku ganti langsung kalau udah kerja biar tidak diusir kita dari rumah ini.entah nya disimpan di mana aku takut nanti dimarahin sama bapak dan sama ito darwin. Kalau udah kerja aku langsung aku ganti, jangan dahulu kasih tahu sama orang bapak. Ambillah dahulu biarkan jual biar langsung kerja aku. Tidak bohong bohong itokan? Enggak ambilkan lah dahulu sana. Tunggu sebentar di sini ya ito biar aku jual, biar kerja aku iya ito/iya aku ganti. Ito taukan ini peninggalan Mama kita jadi secepatnya diganti nya ito. Baik-baik ito kerja ya? Iya kalau ditanya bapak pak Samad sidarmin bilang tidak tahu nya! Iya.

Ambilkan lah dahulu bajuku itu biar pergi aku. Doakan aku berhasil ya, biar cepat aku punya uang. Hati-hati ya! Iya…

Bagaimana ada ?

Ini apa getar-getar tangan kau ?

Ada genk tetapi… Iya tetapi apa udah di sini

Ini tangan kau benar-benar mengapa?

Selow pantai ini apa ini apa rupanya?

Gank tetapi…

Udah kok tetapi- tetapi Maya ini cuy

Ya udahlah…! Em gitulah

Kau tinggal bilang ya udah, urusannya selesai cuy urutannya aku ini tetapi ini tidak pala mahal genk? Udah begini saja Genk, tadi kan Maya minta HP kau atur ini. Yang penting dapat HP nya saja macam mana aku bilangnya, tetapi baru enggak dapat coy bagus itu genk, enggak baru ini enggak dapat jadi macam mana. Pokoknya HP lah dapat, HP saja lah pokoknya aku tidak ngasih uang lagi ini. HP saja ini. Kau aturlah pokoknya genk, HP harus ada untuk Maya!! Udah selow selow. Kasih dahulu jempol kau dahulu udah kau getar getar saja dari tadi selow santai! Rokok dahulu genk. Ada coy hajar boy! Maya oke lah genk ku percayakan sama kau saja yang penting besok HP ada ada masalah harganya ambil ajalah aman bos…. Duluan aku ya!! Oke hati- hati. Oke mantap udah cabut sijohn. Telepon Maya dahulu.

Halo may?

Balik-balik kau, udah udah datang. Udah kau kemari kau penting rokoknya kita cair Udah. Datang kau. Iya cepat cepat cepat cair- cair ini. Dia artis utamanya Maya -Maya ini kau tengok ini dibawa k sijohn, biar tahu…. Gila tidak tuh, jadi begini ? Ini maksud  john kita jual mau beli HP mau ngapain.

Beli HP aku kan ada. Oh iya! Betul juga nih. Hp-ku ini saja aku kasih sama si John. Terus ini ini kita cairkan saja untuk kita, ini kau bilang pura-pura HP baru kau bilang pintar kali memang tahu betul hahaha.

Mana si John ini dari tadi enggak nongol-nongol nunggu dianya. Udah jam berapa ini? Ooh dia…

Mana genk aman ?  Aman lah.

Lakukan? Iya alalalahhh tetapi begini ini HP untuk Maya tetapi sebetulnya boy! Itu bersama yang kau kasih kemarin harganya tidak segini boy? Ini udah  ku tambahin uang aku jadi kayak mana itu genk,! Ya udah ah kita udah lah ah kawan lah betul nih! Gila mana jempolnya mana Maya mana Maya? Maya ke warung biasa tinggal datang tetapi HP jadian coy.

Maya lihat? Waoo.. bagus sangat makasih sayang jadi bagaimana tambah sayang deh….

Bagus sangat!! Tertawa lah dahulu kita! Makasih…

Maya aku duluan ya pulangnya ? Ya udah ah, tidak papa kan? Tidak papa kok! Nanti telepon saja kalau ada apa-apa kan udah ada HP kan? Iya- iya? Aku duluan ya? Hati-hati ya makasih….

Fero, darwin sini dahulu kalian? Iya Pak.

Duduk dahulu fero di mana kau ?

Sini kau Fero?

Ada kiannya peninggalan mamak kalian dahulu kalian tadi tidak di situ lagi?

Maksudku itu yang mau dijual mau bayar rumah ini. Dari tokkemu itu tidak ada datang barangnya jadi tidak ada duluan kan rumah kita ini siapa yang ambil. Cuman kali yang paling tahu itu fero. Di mana kau simpan? Tidak tahu aku pak di mana?

Mengapa tidak kau cuman kau di rumah? Enggak ada aku pegang itu.

Apa yang ngambil darwin? Tidak ada pak mengapa bisa hilang .

Dari awal pun aku tidak setuju dijual itu, tetapi kata bapak harus dijual, aku tetap enggak setuju. Memang enggak boleh juga tetapi disituasi genting ini terpaksa harus dijual itu. Kalau ada rezeki kayak begini lah, udah capai aku cari pinjaman uang tidak ada satu pun yang ngasih. Kek mana kalau datang yang punya rumah minta uang rumah ini . Abang mu ke mana?

Ito mu sijohn ke mana ?

Tidak tahu pak enggak pernah abang itu pulang. Ke mana Abang? Biasanya samamunya kompak. Tidak tahu ke mana jarang pulang ke rumah. Jadi kayak mana nasib kita ini. Janjiku sama yang punya rumahnya satu minggu. Ini udah lewat satu minggu bentar lagi datang itu minta uang rumahnya.

Jadi bagaimana nih ?

Jadi kek mana janji kita ito ditunggu tidak datang, udah 1 minggu lebih gak ada kabar kalian, mau masuk orang baru ke sini. Ito betulnya itu janji kami yang minggu  lewat, tetapi kalau bisa minta tolong lah kami. Disinih lah dahulu kami. Enggak ada uang untuk bayar ito. Minta tolong lah dahulu kami ito. Sinilah kami dahulu lihatlah dahulu kami sama anak-anak ini mau di mana kami tinggal kalau pergi dan rumah ini ito tidak bisa ito, kalau ada uang kalian lanjut, kalau tidak ada udah ada yang mau masuk, udah dengar kalian dua kan kan kan, kayak mana lah kita, udah diusir kita dari rumah ini.

Ke mana lah kita pergi ?

Ya udah kalau begitu bereskan kalian barang-barang kita itu biar pergi kita.kek mana ini??

Belum juga kalian beres-beres mau masuk orang ke sini. Tidak bisa kayak begini udah bereskanlah semua Fero, darwin biar pergi kita. Ke mana nya simaya ini kutelpon tidak aktif nomornya. Udah aku kasih hp-nya Maya mau dari mana kutelepon ni, eh jangan kau pegang pegang cewek orang ada-ada saja kau.

Genk, Maya Maya Maya ayoklah pak udah siap semua. Jadi terima kasih ito.. selama ini udah di rumah ini, makasih ya ito.

Mengapa dikunci rumahnya namboru ?

Udah ku usir dari sini bapak mu. Tidak kalian bayar ! Udah ada orang orang mau masuk. Harus kayak gitulah. Jadi ke mana mereka pergi namboru ?

Yah mana tahu, ngapain kau tanya-tanya itu. Carilah bapakmu entah ke mana. Ooo mak ee bagaimana dengan nasib kami ini. Setelah Mama pergi jadi begini nasib kami. Aku pun jadi bandal. Enggak ada rupanya untung aku bandal ito ku adikku sama bapak, enggak tahu pergi ke mana. Setelah pergi mama keee. Jadi seperti ini nasib kami. Aku pun jadi bandel kerjaanku itoku, adekku sama bapakku udah ditinggalkan aku. Ke manalah kucari bapak ku. Udah ditinggalkan aku, ke mana lah kucari kalian bapak….

Oh tahe nasib ku ini!!

Maafkan aku pak eee salah lah semua perbuatan ku selama ini. Ke manalah aku cari kalian.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *