Kritik Sastra dalam Film Bajrangi Bhaijaan

Terbit: oleh -5 Dilihat
Mira Ramadini Fitriah Passabbi

Sebelum memasuki sinopsis dan mengkritik sedikit mengenai film ini, kita harus tau dulu apa itu kritik sasta. Istilah “kritik” (sastra) berawal dari bahasa Yunani crites, yang berarti “menghakimi”, sama halnya dengan kritik yang berasal dari krinein “menghakimi”; Criterion berarti “penilaian dasar” dan Criticism berarti “hakim kasus” (Baribin, 1993).

Pradotokusumo (2005) menjelaskan bahwa kritik sastra dapat didefinisikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang sastra) yang menganalisis, menafsirkan, dan mengevaluasi teks isi sastra sebagai karya seni, sedangkan Abrams (1981) menjelaskan bahwa kritik sastra adalah cabang ilmu yang mempelajari perumusan, klasifikasi, penjelasan, dan evaluasi karya sastra.

Dalam artikel ini, saya membahas tentang film dari negara India yaitu berjudul Bajrangi Bhaijaan. Kita memasuki dulu, bagaimana jalan cerita dari film tersebut.

Sinopsis

Film ini di produksi kan pada tahun 2015 dengan judul Bajrangi Bhaijaan yang di sutradarai oleh Kabir khan. Tokoh dalam film ini cukup terkenal, yaitu : Salman Khan (Pawan Kumar atau Bhaijaan), Kareena Kapoor (Rasika), Harshaali Malhotra (Muni Atau Shahida), Nawazuddin (Chand Nawab). Film ini berjenis drama komedi yang menyimpan banyak pesan untuk penonton.

Film ini berkisahkan tentang anak kecil yaitu Sahida/Muni muslim yang tidak bisa berbicara dan hanya bisa mendengar, ia terpisah dengan ibu nya di kereta saat ingin menuju tempat suci Hazrat Nizamuddin Auliya di Delhi.  Ia pun diselamatkan oleh Pawan warga India dan seorang penganut agama Hindu.

Suatu hari, ibu Shahida, Rasia menemukan informasi bahwa putrinya bisa disembuhkan lewat terapi dari seorang ahli di Delhi dengan menggunakan kendaraan kereta api menuju tempat tersebut.

Perjalanan Shahida dengan Rasia lancar, sampai kemudian kereta berhenti. Kala Rasia tertidur, Shahida melihat segerombolan kambing di bawah kereta dan ia turun dari kereta api. Namun mendadak kereta berjalan dan mereka pun terpisah. Sahida tertinggal dan ingin berteriak mengeluarkan suara namun tidak bisa. Sampai akhirnya Sahida menaiki kereta lain dan ia dibawa sampai bertemu dengan salah satu lelaki.

Lelaki itu bernama Pawan Kumar Chaturvedi (Bajrangi) yang diperankan oleh Salman Khan. Awalnya Pawan kebingungan karena Sahida selalu mengikutinya, sampai akhirnya Pawan pun merasa kasihan dan mengerti bahwa gadis kecil ini tersesat. Ia bingung untuk berbicara dengan Sahida, karena Sahida tidak pernah menjawab pertanyaan Pawan. Dan Pawan mengisyaratkan jika jawaban “Iya” itu cukup mengangkat satu tangan dan Pawan memberi nama Sahida dengan Munni.

Munni lalu diajak oleh Pawan, kerumah yang ia tempati sekarang. Munni diterima dengan hangat karena dikira sama-sama kasta Brahmana lantaran kulitnya yang bersih. Pawan akhirnya mencoba untuk mencari keluarga Munni, berbagai isyarat yang Pawan berikan oleh Munni, sampai Pawan kebingungan. Karena keterbatasan dari Munni sulit untuk berbicara.

Munni/Sahida menunjukkan negara asalnya dari tim kriket yang di tontonnya di televisi saat semua sedang berkumpul. Ia bersorak gembira saat tim asalnya tampil. Pawan juga terkejut bahwa saat Pawan mengajak Munni untuk beribadah, iya memasuki bagian dari ibadah agama Muslim.

Setelah mengetahui itu, Pawan akhirnya mencoba untuk mengembalikan Munnni  tempat asalnya. Berbagai cara ia lakukan mulai dari menitipkan Munni ke orang yang ia percayai tapi ternyata Munni mau di jual, untungnya Pawan yang tidak tegaan datang tepat waktu untuk menyelamatkannya. Akhirnya Pawan memberanikan diri menggantarkan Munni melalui perbatasan antara tempat asal Munni dan Pawan. Ia ketahuan oleh penjaganya Pawan di hajar oleh penjaga perbatasan disana. Ia selalu mengaku oleh penjaga perbatasan bahwa melewati garis perbatasan ilegas India Pakistan. Hal ini Pawan di kira mata-mata India.

Sampai akhirnya Pawan di izinkan memasuki wilayah sana, bertemu dengan jurnalis yang mengira juga Pawan adalah mata-mata India, sampai akhirnya jurnalis tau niat baik Pawan, jurnalis itu pun ikut membantu Pawan menemukan orang tua Munni.  Dengan bantuan ini, jurnalis tersebut mengabadikan momen itu dan membagikan melalui internet, sehingga kisah perjuangan Bajrangi di kenal semua orang.

Berbagai peristiwa menyakitkan dan terharu telah di lewati Pawan, hingga ia menemukan keluarga Munni/Sahida gadis kecil yang tersesat di negara India. Pawan yang di panggil Bajrangi di teriaki sebagai pahlawan yang mempersatukan kerukunan, dan mendinginkan ketegangan kedua negara.

Kelebihan film “Bajrangi Bhaijaan”

Kelebihan dari film ini adalah alur cerita yang sangat menarik, bukan hanya mengkisahkan gadis kecil yang tersesat, tetapi banyak pesan-pesan yang dituangkan dalam film ini. Dari segi akting yang di perankan oleh tokoh juga sangat memuaskan dan emosional nya sangat dapat. Segi tempat juga sangat indah serta musik yang mengiringi dalam film selalu membuat bahagia, sedih dan juga terharu.

Nilai positif dari film ini juga banyak. Kelebihan dari film ini dimana sifat Pawan yang penolong. Pawan tanpa memandang apapun dari Munni, tanpa memperdulikan perseteruan oleh negaranya. Ia rela menolong Gadis kecil yang tersesat seorang diri untuk menemui keluarganya tanpa pamrih.

Disini kita lihat nilai sosial dari film ini untuk menyadarkan kita untuk menolong sesama tanpa melihat status sosialnya. Film ini banyak sekali nilai positif, saya sangat menganjurkan kepada pembaca untuk menonton film ini. Film “Bajrangi Bhaijaan” dapat memberi teladan bagi hidup kita. Dimana kita harus saling tolong menolong, saling membantu dan toleransi yang membuat kita sadar bahwa pertengkaran dapat membuat.

Kekurangan dari film “Bajrangi Bhaijaan”

Saya tidak menemukan kekurangan pada film ini. Karena menurut saya film ini berhasil di produksi kan dengan baik. (*).


Biodata Penulis

  • Nama : Mira Ramadini Fitriah Passabbi
  • Nim : 2003010040 (M-01 PBSI)
  • Prodi : Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
  • Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *