Kritik Sastra Pada Film Merindu Cahaya De Amstel

Terbit: oleh -4 Dilihat
Silvia Ariyani.

Kritik Sastra Pada Film Merindu Cahaya De Amstel

Oleh : Silvia Ariyani, mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi PBSI


Cahaya De Amstel merupakan sebuah film bergenre drama religi dan romance garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu yang di rilis pada 20 Januari 2022. Film ini merupakan adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Arumi Ekowati. Novel ini di terbitkan pertama kali pada 28 oktober 2015 oleh Gramedia Pustaka Utama.

Film Merindu Cahaya De Amstel berdurasi 107 menit, film ini diperankan oleh aktor dan aktris muda Indonesia ternama yaitu Bryan Domani, Amanda Rawles, dan Rachel Amanda. Film Merindu Cahaya De Amstel memiliki alur yang ringan dan bagus sehingga menjadi kelebihan film ini.

Film Merindu Cahaya De Amstel berkisah tentang Khadijah Veenhoven seorang gadis asli Belanda yang mualaf dan memeluk agama Islam. Sebelum menjadi mualaf namanya bukanlah Khadijah tetapi Marien Veenhoven. Khadijah memiliki masa lalu yang kelam. sebelumnya ia mempunyai kehidupan yang sangat bebas sebagaimana budaya di eropa. Hingga pada akhirnya terjadi sebuah peristiwa dimana mantan pacarnya menyebarkan vidio mesra mereka ke publik,hal ini membuat orangtua Khadijah malu dan mengusir Khadijah dari rumah.

Hal ini membuat Khadijah depresi dan hampir meninggal, di tengah-tengah permasalahannya Khadijah bertemu Fatimah seorang wanita muslim yang membawa Khadijah kepada perubahan yang lebih baik.

Selain bercerita tentang perubahan dan perjalanan hidup Khadijah hingga menjadi mualaf, film Merindu Cahaya De Amstel juga menyajikan kisah cinta segitiga antara Khadijah veenhoven, Nicholas van Dijk, dan Kamala Nareswari.

Nico adalah pria asli Belanda, ia merupakan mahasiswa arsitek dan mempunyai pekerjaan sambilan sebagai seorang fotografer. Sedangkan Mala adalah mahasiswa asal Indonesia yang mendapat beasiswa dan berkuliah seni tari di Belanda.

Pertemuan Nico dan Khadijah bermula ketika Nico yang tidak sengaja mempotret Khadijah, yang anehnya foto Khadijah mengeluarkan cahaya-cahaya indah di sekeliling tubuhnya yang membuat bos Nico tertarik untuk memperluas gambarnya. Dengan demikian, Nico terpaksa keliling daerah De Amstel untuk mencari Khadijah.

Sedangkan awal mula pertemuan Khadijah dan Mala yaitu di sebuah bus dimana Mala hampir kecopetan dan Khadijah membatu Mala untuk menghindar. Khadijah dan Mala sama-sama wanita muslim, akan tetapi Mala sudah lama tidak sholat, dan menjalankan syariat-syariat Islam pada umumnya. Hingga pada suatu ketika ibunya meninggal Mala berniat untuk berubah menjadi lebih baik, ia pun mulai berhijab dan sholat.

Dari pertemuan-pertemuan yang tidak terduga ini ternyata muncul benih-benih cinta diantara ketiganya. Nico yang mencintai Khadijah dan Mala yang mencintai Nico membuat konflik di film ini semakin menarik, di tambah lagi dengan kisah Khadijah yang memegang teguh syariat Islam di negara yang minoritas muslim membuat nilai-nilai kehidupan serta pesan moral pada film Merindu Cahaya De Amstel mampu menginspirasi para penonton. Diakhir cerita, Hadrah Daeng selaku sutradara mampu membuat ending film Merindu Cahaya De Amstel sesuai dengan harapan penonton. Nico yang berani langsung menyatakan cintanya kepada Khadijah dan ternyata Khadijah juga mencintai Nico serta Mala yang dapat menerima kenyataan bahwa Nico tidaklah mencintainya dan mau mengalah demi Khadijah sahabatnya. Di penghujung cerita pun banyak menampilkan adegan-adegan yang membuat penonton Senang karena perjuangan Nico yang beragama non muslim rela menjadi mualaf dan mempelajari Islam karena ketertarikannya pada ajaran Islam dan Khadijah. Hingga akhirnya Nico dan Khadijah menikah dan Khadijah berani datang kerumah orangtua nya dan meminta maaf atas kejadian di masa lalu.

Pengambilan latar tempat pada Film Cahaya De Amstel yaitu langsung di Belanda, penggunaan bahasa pada film ini menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen Belanda dan dibeberapa adegan pemainnya juga menggunakan bahasa Belanda. Hal ini semakin membuat film Merindu Cahaya De Amstel memiliki kesan tersendiri di mata penonton. Selain itu penggambaran nilai-nilai Islam juga tersusun secara menarik serta dibumbui dengan kisah percintaan di antara ketiga tokohnya.

Amanat yang terkadung dalam film ini cukup banyak, diantaranya keteguhan seorang wanita muslimah di tengah-tengah lingkungan yang minoritas Islam, sikap saling menghormati perbedaan, perjuangan cinta yang sesungguhnya, dan lain sebagainya.

Selain itu film ini juga mengajarkan kita bagaimana caranya ketika kita menghadapi permasalahan hidup serta persahabatan dan mengikhlaskan. Ini lah yang menjadi kelebihan dan daya tarik dari film Merindu Cahaya De Amstel. Kelebihan pada film ini juga dilihat dari pengambilan gambar, pencahayaan, dan pemilihan warna kontras pada film ini sudah bagus dan sesuai.

Segala sesuatu tentunya memiliki kekurangan, tak ada yang benar-benar sempurna, begitu pula dengan film Merindu Cahaya De Amstel ini. Terdapat beberapa kekurangan pada film ini, diantaranya endingnya yang mudah ditebak penonton, film lebih fokus pada tokoh-tokoh yang berperan sehingga sedikitnya interaksi dengan orang lain di sekitar, serta banyak nya perbedaan kisah antara versi novel dengan versi film.

Jika di novel Nico adalah seorang yang tidak memiliki agama dan membenci Islam karena masalah keluarganya di film tidak digambarkan sesuai novel, di novel juga menceritakan bahwa nico menyukai Mala karena Mala menemaninya ke Indonesia untuk bertemu ibunya, di film juga sangat berbeda dengan versi novelnya. Jika di novel terdapat tokoh pieter yang menyukai Mala,di film tidak dimasukan tokoh tersebut.

Akan tetapi hal ini dapat di toleransi, karena versi buku dan versi film tidak harus memiliki kesamaan yang sama persis. Yang terpenting antara kisah di novel dengan di film tidak lari dari tema, alur dan kisahnya. Akan tetapi, meskipun berbeda dengan versi novel, film Merindu Cahaya De Amstel juga tak kalah menarik untuk ditonton bersama keluarga,teman,dan pasangan. (*).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *