Kritik Sastra Puisi Sajak Cinta

Terbit: oleh -15 Dilihat
Muhammad Zadal Hilmi

Sajak Cinta

Karya W.S Rendra

Setiap ruang yang tertutup akan retak

karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi

Dan akhirnya akan meledak

bila tenaga waktu terus terhadang

 

Cintaku kepadamu Juwitaku

Ikhlas dan sebenarnya

Ia terjadi sendiri, aku tak tahu kenapa

Aku sekedar menyadari bahwa ternyata ia ada

 

Cintaku kepadamu Juwitaku

Kemudian meruang dan mewaktu

dalam hidupku yang sekedar insan

 

Ruang cinta aku berdayakan

tapi waktunya lepas dari jangkauan

Sekarang aku menyadari

usia cinta lebih panjang dari usia percintaan

Khazanah budaya percintaan­

pacaran, perpisahan, perkawinan

tak bisa merumuskan tenaga waktu dari cinta

 

Dan kini syairku ini

Apakah mungkin merumuskan cintaku kepadamu

 

Syair bermula dari kata,

dan kata-kata dalam syair juga meruang dan mewaktu

lepas dari kamus, lepas dari sejarah,

lepas dari daya korupsi manusia

Demikianlah maka syairku ini

berani mewakili cintaku kepadamu

 

Juwitaku

belum pernah aku puas menciumi kamu

Kamu bagaikan buku yang tak pernah tamat aku baca

Kamu adalah lumut di dalam tempurung kepalaku

Kamu tidak sempurna, gampang sakit perut,

gampang sakit kepala dan temperamenmu sering tinggi

Kamu sulit menghadapi diri sendiri

Dan dibalik keanggunan dan keluwesanmu

kamu takut kepada dunia

 

Juwitaku

Lepas dari kotak-kotak analisa

cintaku kepadamu ternyata ada

Kamu tidak molek, tetapi cantik dan juwita

Jelas tidak immaculata, tetapi menjadi mitos

di dalam kalbuku

 

Sampai disini aku akhiri renungan cintaku kepadamu

Kalau dituruti toh tak akan ada akhirnya

Dengan ikhlas aku persembahkan kepadamu:

 

Cintaku kepadamu telah mewaktu

Syair ini juga akan mewaktu

Yang jelas usianya akan lebih panjang

dari usiaku dan usiamu

Makna puisi: Kekuatan cinta yang sangat dalam meskipun perjalanannya berliku-liku.

Dr. Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. atau dikenal sebagai W.S. Rendra adalah penyair, dramawan, pemeran dan sutradara teater berkebangsaan Indonesia. Sejak muda, dia menulis puisi, skenario drama, cerpen, dan esai sastra di berbagai media massa. Nah pada puisi yang berjudul “Sajak cinta” berisi tentang makna yang dimana banyak diwakilkan oleh kata-kata bijak seperti Cintaku kepadamu Juwitaku Ikhlas dan sebenarnya.

Pada bagian ini dinyatakan bahwa tokoh aku pada puisi tersebut sudah memiliki perasaan cinta kepada kekasihnya namun cinta memiliki hambatan yang sedang dialami mereka. Selain itu juga pada puisi tersebut memiliki makna kekuatan cinta yang sangat dalam terkadang memerlukan pengorbanan dan harus menempuh perjalanan jauh dan panjang. (*).


Biodata Penulis

  • Nama : Muhammad Zadal Hilmi
  • NIM : 2003010003
  • Kelas : M01 PBSI 2020
  • Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
  • Universitas Maritim Raja Ali Haji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *