Jejak Sejarah Kayu Bakau di Batam Produksi Arang Terbaik

oleh -285 views
Plang bukti adanya tungku pembuatan produksi arang yang terbuat dari pohon bakau di Batam. (Foto: Aman, Minggu, 10 Otober 2021).

BATAM – Sebagaimana diketahui, hutan memiliki berbagai jenis pohon yang tumbuh dan besar sejak terciptanya bumi. Ada juga pepohonan yang hidup dan tumbuh subur dibagian pantai berlumpur seperti pohon bakau.

Pohon bakau merupakan salah satu jenis tanaman yang berfungsi sebagai penahan angin dan ombak ketika badai menerpa. Pohon ini sejak dulu memang sudah menjadi incaran manusia untuk di tebang dijadikan kayu arang.

Jejak sejarah budaya orang Melayu yang hidup di pesisir sejak zaman penjajah Jepang telah menekuni pekerjaan menebang pohon bakau untuk dijadikan arang.

Demikian ungkap salah seorang warga Dapur 12, tidak ingin namanya dimuat dalam pemberiataan ini, sebut saja namanye Encik (56) kepada koranperbatasan.com, Minggu, 10 Oktober 2021 saat berada di Pelantar Kayu Dapur 12, Batam.

Encik mengaku dibesarkan oleh orang tuanya dengan bekerja sebagai penebang pohon bakau. Pekerjaan itu dilakukannya hanya sekedar untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hingga dewasa, ia memastikan masih tetap menekuni pekerjaan tersebut untuk dijadikan arang. Katanya, produksi arang bakau ini telah dimulai sejak zaman penjajahan Jepang hingga tahun 2000.

Menurutnya, hingga saat ini pekerjaan tersebut masih banyak dilakukan oleh warga lainnya, tujuannya sama yakni menjadikan pohon bakau arang. Hanya saja hasil yang mereka peroleh tidak sebanding dulu.



Ia menjelaskan, berkurangnya produksi arang bakau dikarenakan bagian pesisir Dapur 12 telah banyak berdiri perusahaan galangan kapal dan berlabuhnya tongkang. Hal tersebut membuat pohon-pohon bakau ini habis di tebang, bukan lagi untuk pembuatan arang sebagaimana yang dilakukan warga setempat. Pohon tersebut di tebang hanya untuk memenuhi kepentingan perusahaan.

Lebih jauh ia menceritakan keberadaan Dapur 12 sudah dikenal oleh banyak negara karena produksifitas arang yang nilainya sangat baik.

“Karena ada nilai sejarahnya terhadap produksi arang yang memiliki nilai bagus, maka Dapur 12 telah ditetapkan sebagai Kampung Tua dan Kampung Sejarah Produksi Arang Terbaik oleh Pemko Batam,” ungkapnya.

Bukti peninggalan sejarah produksi arang itu, saat ini masih ditemukan beberapa tempat pembakaran/pembuatan arang dari pohon bakau yang masih tersisa dan dilindungi oleh pemerintah. (KP).


Laporan : Aman