Manager Finance PT MEB Terapkan Jurus “Membisu “ Terkait Hak PT EJS

oleh -298 views
Direktur PT Epa Jaya Sakti Bambang Febriadi

Tanjungpinang (KP)-Manager Finance PT Meitech Eka Bintan (MEB) Menerapkan Jurus Membisu terkait hak pembayaran katering (Makanan) yang disuplay PT Epa Jaya Sakti (EJS) yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Untuk memenuhi unsur keberimbangan berita berdasarkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) koranperbatasan.com berusaha untuk menghubungi melalui media whatsapp pagi Senin (12/4/2021).

Akan tetapi tidak dijawab, sebelumnya juga media ini telah menelepon sebanyak 3 kali tetap tidak diangkat, whatsaap Ita hanya tercentang biru saja, sehingga berita inipun di posting.

Sebelumnya diberitakan koranperbatasan.com, Direktur PT Epa Jaya Sakti minta PT Meitech Eka Bintan (MEB) bayarkan haknya terkait suplay catering yang belum dibayarkan pada bulan Januari 2021 yang seharusnya dibayarkan pada bulan April 2021.

Hal ini disampaikan Direktur PT EJS Bambang Febriadi kepada koranperbatasan.com melalui pesan WhatsApp Minggu (11/4/2021).

“Sesuai kesepakatan awal bulan ini dibayarkan untuk bulan Januari, saya ke sana sekitar tanggal 5 menanyakan tapi tak  ada jawaban, kalau ada jawaban nanti tanggal sekian saya enak, ini sama sekali tak ada jawaban dibayar apa tidak,” terang Bambang.

Disampaikan Bambang, dirinya hanya meminta haknya yang seharusnya dibayarkan oleh PT MEB.



Dilansir dari digitalnews.co.id, Direktur PT Epa Jaya Sakti Bambang Febriadi  juga menyampaikan  hal tersebut kepada sejumlah awak media, Ahad (11/04/2021) siang di salah satu kedai kopi di jalan Pemuda Tanjungpinang.

“Saya hanya minta hak saya yang seharusnya dibayarkan oleh mereka (Pihak PT MEB) tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan dari pihak mereka,” katanya.

“Yang herannya lagi, hak saya belum diberikan mereka malah mencari penyuplai katering lain,” tambah Bambang kesal.

Bambang menjelaskan, untuk bulan April, ketering yang dibayarkan oleh PT MEB untuk Januari 2021 wajib membayarkan haknya sebesar Rp90 juta.

“Saya sudah berupaya duduk dan menanyakan hal ini baik-baik namun tidak dapat jawaban yang saya harapkan. Bahkan saya sudah melakukan mogok suplai sejak 9 April 2021, tak juga digubris,” terangnya.

Hal ini kata Bambang, bukan hanya pihaknya yang diberlakukan seperti itu, ada 4 suplayer lainnya kurang lebih hampir Rp900 juta.

“Rp90 juta ini baru hak saya di bulan Januari saja, Februari dan Maret belum dihitung. Total ada lebih kurang Rp300 juta lagi tagihan yang harus dibayarkan PT MEB di bulan Mei dan Juni 2021,” paparnya.

Bambang berharap, keluhannya ini atau haknya dapat didengar oleg pihak pusat PT MEB dan segera ditindaklanjuti serta diberikan haknya sebagai suplayer sesuai kesepakatan awal kerjasama.

“Uang itu hasil jerih payah saya selama ini dan uang itu untuk saya putar lagi sebagai modal usaha katering yang saya geluti selama ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Finance PT MEB Ita saat dikonfirmasi koranperbatasan.com terkait hal tersebut lewat pesan WhatsApp pesan tercentang biru namun tidak di jawab, dicoba dihubungi sampai 3 kali tidak di angkat, sehingga berita ini diposting (KP).


Laporan : Ependi