Mencurigakan, Dam Truk Angkut Material Tanpa Plat Nomor Polisi Melintasi Jalan Raya

oleh -1.026 views

BINTAN (KP) – Informasi yang diterima awak media ini menyebutkan ada beberapa unit dam truk roda sepuluh mengangkut material dari arah laut melalui salah satu pelabuhan milik warga di Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Atas informasi tersebut koranperbatasan.com bergegas menuju lokasi yang dimaksud yakni di Jalan Keke dan terlihat beberapa dam truk sedang keluar masuk melintasi jalan dengan muatan berupa material tumpukan lumpur.

Merasa penasaran, dari belakang awak media ini mengikuti dam truk tersebut mulai bergerak dari Jalan Keke menuju Jalan Kota Kijang sampai ke Jalan Nusantara Batu 23 Kijang, Rabu, 02 Juni 2021 sore.

Setelah diamati pada lokasi pembuangan limbah yang dimaksud, ternyata dalam tumpukan lumpur tersebut terdapat kepingan-kepingan besi tua yang telah bercampur lumpur, seperti serpihan bekas kapal atau tongkang yang sudah dipisah-pisahkan.

Pada lokasi penimbunan terlihat dua orang pekerja, kemudian dihampiri koranperbatasan.com, ketika diminta keterangan terkait tumpukan lumpur tersebut, dua pekerja dengan cepat mengatakan “Pak ini milik Pak Predi, kami cuma pekerja pak, sama Pak Predi aja ya pak,” cetusnya.

Guna memperoleh kebenaran informasi, awak media ini kemudian kembali ketempat dimana barang mencurigakan tersebut dimuat. Pada lokasi pemuatan dijumpai mandor lapangan bernama Ad.



“Saya disini cuma bekerja pak, masaalah ini barang siapa tidak mengetahui, lebih tepatnnya bapak jumpa pimpinan saya, ada di kantor,” ujarnya kepada koranperbatasan.com.

Sementara Predi yang disebut-sebut sebagai pimpinan sampai berita ini dieterbitkan belum dapat dikonfirmasi, menurut salah seorang yang berhasil dijumpai dikantornya mengatakan yang bersangkutan sedang berlibur.

“Semua keluarga lagi berlibur ke Trikora, disisini tidak ada orang,” sebut salah seorang yang berada dikantornya saat itu.

Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, Haris ketika diminta keterangan terkait hal tersebut melalui telepon selulernya mengatakan akan membicarakan bersama timnya.

“Karena kami harus turun dulu ke lokasi untuk mengetahui yang sebenarnya, kami Dinas Perhubungan Bintan belum bisa menindak karena belum mengetahui persis kejadiannya,” ungkap Haris menjawab koranperbatasan.com, Kamis 03 Juni 2021. (KP).


Laporan : Martin – Hanny