Melalui Disnakertrans Pemkab Natuna Siapkan Tenaga Kerja Lokal Untuk Perusahaan Migas

oleh -512 views

NATUNA (KP) – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA berharap tenaga kerja lokal bisa terserap oleh perusahan-perusahaan Migas yang beroperasi di Natuna.

Kata Ngesti, man powernya ada tiga perusahan besar yang tergabung dalam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yaitu, Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P), Premier Oil Indonesia dan Star Energy.

“Tugas kita adalah pemberdayaan tenaga kerja lokal, karena dalam penyerapan tenaga kerja perusaha-perusahaan tersebut membuka kapasitas bagi pekerja dengan skil khusus. Oleh karena itu, tenaga kerja lokal harus memiliki keterampilan dibidangnya,” kata Ngesti kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Namun demikian kata Ngesti, tidak setiap saat perusahan-perusahaan yang beroperasi di Natuna membuka lowongan kerja, dikarenakan jumlah pekerjanya masih tersedia.

“Memang di Undang Undang Ketenagakerjaan ada semacam keharusan bagi perusahaan mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada. Tidak memutuskan tenaga kerja lama ketika akan membuka lowongan kerja baru,” imbuhnya.

Menurut Ngesti, selain menyerap tenaga kerja lokal manfaat lain dari kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut adalah Dana Bagi Hasil (DBH) untuk menambah APBD dan bantuan sosial melalui Community Social Responsibility (CSR).



“Manfaatnya luar biasa meski secara optimal ada banyak pengaruhnya bagi daerah tetap saja harus kita genjot supaya bisa maksimal. Harus sesuai dengan prosedur dan peraturannya karena ada aset pemerintah. Bagaimana K3S ini mengkolaborasikannya sejalan dengan perencanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ngesti menegaskan harus ada penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahan yang beroperasi karena kekayaan alam tersebut berada di wilayah Natuna.

“Natuna kaya dengan sumber daya alam khususnya minyak dan gas, anak anak kita harus bisa bekerja disitu, supaya bisa bekerja SDM-nya harus disiapkan supaya kita tidak dibaikan dan itu harus ada perjuangan juga,” tegasnya.

Komitemen itu, lanjut Ngesti harus tetap dibangun untuk anak-anak daerah, mereka harus bisa mengisi ruang ketika perusahaan yang beroperasi di wilayah Natuna merekrut tenaga kerja lokal.

“Kalau sudah ada eksploitasi itu wajib anak kita harus berada disitu terutama mereka yang sekolah lulusan di bidang Migas,” tuturnya.

Dalam hal ini, pemerintah daerah juga telah merekrut beberapa anak-anak daerah untuk dibina melalui dinas tenaga kerja. Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah mendukung peningkatan sumber daya manusia untuk siap bekerja di perusahaan Migas.

“Nanti mereka akan diberikan sertifikasi khusus dibidangnya. Sehingga kalau ada lowongan di Migas anak-anak kita sudah ada yang bisa ikut serta. Jadi walaupun saat pelatihan mereka hanya mendapat sertifikasi tapi sertifikasi itu kalau sudah di Cepu ini diakui secara nasional,” pungkas Ngesti.

Kelapa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepualauan Riau, H. Hussyaini, S.IP membenarkan tahun ini Natuna mengirim sebanyak 10 anak daerah untuk mengikuti pelatihan Migas di Cepu.

“Iya benar, untuk tahun ini memang ada dari badan diklat disana dibuka 5 kejuruan dan dari 5 kejuruan itu hanya 2 orang dari setiap kejuruannya dikirim ke PPSDM Migas di Cepu Kabupaten Blora, Provinsi Jawa tengah, ini diadakan langsung oleh pemerintah pusat bukan daerah,” sebut Hussyaini kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin 12 April 2021.

Kata Hussyaini, lima kejuruan itu, meliputi pelatihan OPA Unit Ikat Beban/Rigger, Operator K3, OPA Unit Forklift, Scaffolding Level Operator, Teknik Listrik Migas Level Teknisi Sistem Utilitas. Untuk saat ini, para peserta sudah selesai melakukan pendaftaran dan tinggal seleksi saja.

“Pesertanya adalah anak-anak putra daerah kita dan sebenarnya ini bulan Maret kita kirim, tetapi ditunda Juli nanti, mungkin karena ada kendala dari sana jadi ditunda dulu,” ujarnya

Menurut Hussyaini, tahun lalu dinasnya juga telah mengirim sebanyak 8 orang dengan 4 kejuruan. “Iya ini baru tahun lalu diadakan, ada 8 orang dan alhamdulilah juga lulus semua yang dikirim tahun kemarin. Sekarang mungkin sudah ada yang melamar seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Batam dan Anambas,“ ungkapnya.

Setelah lulus mengikuti pelatihan tersebut, lanjut Hussyaini, para peserta akan mendapatkan sertifikat dan ilmu bahkan juga pengalaman yang akan meningkatkan peluang bagi anak Natuna dalam mencari pekerjaan. (KP).


Laporan : Johan Narjo

Editor : Sandi Kurniawan