Pembangunan Pasar Loka dan Inpres di Anambas Tunggu Restu Pemerintah Pusat

oleh -446 views
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hartono, SH

ANAMBAS (KP) – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (Anambas) Hartono, SH membenarkan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya rencana pembangunan Pasar Inpres dan Pasar Loka di Anambas sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

Kata Hartono, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian sudah lama mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Pasar Loka dan Pasar Inpres.

“Saya dapat informasi bahwa Pasar Loka itu pemerintah daerah sudah meneruskannya  ke pusat  untuk ditindaklanjuti, kalau gak salah dananya itu sekitar Rp 16 milyiar,” kata Hartono kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya Jum’at 23 April 2021.

Menurut Hartono ada banyak penyebab rencana pembangunan dua pasar besar tersebut sampai saat ini belum terealisasikan. Selain belum ada anggaran yang tersedia juga dikarenakan system pengaturan usulan yang berbeda.

“Kalau DED-nya sudah ada baik Pasar Loka maupun Pasar Inpres cuma sekarangkan sistemnya siapkan DED dulu setelah itu baru perencanaan, gak bisa seperti dulu langsung pelaksanaan itu gak bisa,” ungkapnya.

Sebagai Komisi DPRD yang membidangi tentang ekonomi dan pembangunan, Hartono memastikan setiap usulan yang disampaikan bersipat penting dan mendesak pasti akan ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Kami sifatnya jika prioritas pasti menyetujuinya cuma ini kan tidak menggunakan APBD Anambas karena dananya terlalu besar Rp 16 miliar, jadi kita kendalanya disitu aja. Mudah-mudahan ini segera telaksanakan,” pungkasnya.



Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian, Usman, ST membenarkan pihaknya sudah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Pasar Loka dan Pasar Inpres.

Pembangunan yang sudah masuk dalam Rencana Kerja (Renja) sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) tersebut dilakukan karena kondisi pasar yang ada saat ini sudah tidak layak untuk dijadikan pasar kabupaten.

“Benar kita rencananya mau membangun Pasar Loka dan Pasar Inpres. Karena tidak layak lagi sudah sangat parah, apa lagi secara terbuka berada di depan masyarakat, berada di tengah orang keluar masuk, semua lewat situ,” ujarnya kepada koranperbatasan.com diruang dinasnya, Jum’at 31 April 2021.

Menurut Usman, kesiapan DED dua pasar tersebut sudah dimiliki oleh pihaknya tinggal menunggu kesiapan anggaran untuk pembangunan saja.

“DED Pasar Loka dan Pasar Inpres sudah kita buat, cuma yang jadi persoalan kita belum dapat anggarannya. Rencananya sesuai DED Pasar Loka itu akan kita bangun tiga tingkat, bawahnya khsus untuk parkir,” terangnya.

Kata Usman lantai duanya akan digunakan khsus untuk pedagang berjualan pakaian, kemudian lantai tiga adalah kuliner.

“Kemarin saat kunjungan Pak Gubernur, Pak Bupati juga sudah sampaikan beliau meminta agar pemerintah pusat membantu Anambas dari segi anggaran untuk membangun dua pasar ini,” jelasnya.

Pembangunan dua pasar ini lanjut Usman tidak mampu jika mengandalkan kekuatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Oleh karena itu diharapkan campur tangan pemerintah pusat.

“Kebetulan Pak Gubernur datang kesini, jadi Pak Bupati menyampaikan langsung kepada beliau. Kemarin kita juga sempat ngopi langsung dilokasi Pasar Loka, jadi Pak Gubernur bisa lihat langsung kondisi Pasar Loka,” pungkasnya.

Saat itu kata Usman, Gubernur Ansar Ahmad menangapi positif  rencana pembangunan dua pasar tersebut.

“Tanggapan dari Pak Gubernur kemarin sangat positif. Beliau minta kepada kami melalui dinas agar menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk nanti dikirim ke pusat melalui kementerian terkait,” ungkapnya.

Lebih jauh Usman menerangkan tahapan rencana pembangunan dua pasar tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu, hanya saja belum bisa direalisasikan.

“DED sudah selesai tahun 2017, cuma selama ini kita tidak membangun fisiknya karena belum mendapatkan anggaran. Jadi masaalahnya anggaran, kalau anggaran sudah dapat bisa kita langsung laksanakan, karena DED sudah ada,” tuturnya.

Usman memastikan jika dua pasar tersebut terbangun akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Anambas.

“Dari sisi pedagang pertama bagi yang berjualan pasti lebih enak, lebih segar, lebih bersih, dan tertata dengan rapi. Kalau dari sisi konsumen tentu akan memperoleh kenyamanan saat datang berbelanja, tidak lagi sempit, bau dan becek,” tutupnya. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra