Plh Bupati OKU Tampung Keluh Kesah Masyarakat Petani Lengkiti

oleh -185 views

BATURAJA (KP) – Pelaksana harian (Plh) Bupati Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Drs. H. Edward Candra, MH bersilaturahmi bersama para petani pengolahan pengeringan jagung sekaligus melakukan panen jagung di Desa Bandar Jaya Kecamatan Lengkiti, Selasa 25 Mei 2021.

Dalam silaturahmi itu, Zamroni mewakil kelompok tani menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab OKU kepada masyarakat petani khususnya di Kecamatan Lengkiti.

Saat itu, para petani juga menyampaikan permohonan bantuan kepada Pemkab OKU tentang kenaikan sewa lahan di OMIBA. Mereka berharap Pemkab OKU bisa membicarakan hal tersebut kepada pihak OMIBA terkait kenaikan harga sewa lahan agar tidak menjadi beban bagi petani di Lengkiti.

“Tiga tahun belakangan ini kita telah mendapatkan mesin open pengering jagung, selanjutnya kami berharapkan kepada Pemkab OKU agar kiranya dapat menbantu petani dalam hal pengembangan kualitas. Agar nilai jual jagung menjadi tinggi sehingga kami membutuhkan satu alat pemecah jagung untuk pengembangan dari open pengring jagung tersebut,” ungkap Zamroni.

Kades Wayheling mewakili para kades memastikan sudah ada banyak bantuan bibit jagung datang dari pemerintah membantu para petani di Kecamatan Lengkiti, akan tetapi turunnya bantuan bibit tersebut tidak sesuai jadwal tanam petani di Lengkiti.

“Kami sangat berharap agar kiranya kedepan Pemkab OKU melalui Dinas Pertanian bisa memberikan para petani bibit yang diinginkan dan sesuai waktu agar hasil panen bisa menjadi lebih baik dan efektif,” pungkasnya.

Menurut Kades Wayheling, masalah harga pupuk sebagai petani juga merasa berat karena kenaikan pupuk tersebut tidak sesuai dengan Harga Enceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan oleh pemerintah yaitu mulai dari harga Rp 120 – 150 ribu persak, namun dilapangan harga jauh berbeda dari yang telah ditentukan.



“Kami berharap kedepan melalui Dinas Pertanian bisa menggandeng para investor supaya bisa meningkatkan harga jual,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian OKU, Joni Saihu menjelaskan untuk masaalah pupuk diketahui per 2021 memang mengalami kenaikan harga karena ini salah satu kebijakan pemerintah pusat untuk menutupi subsidi.

Kata Joni Saihu, ketepatan waktu benih terjadi keterlambatan dikarenakan pengajuan ke pusat membutuhkan waktu, pengajuan tersebjut bukan hanya dari Pemkab OKU melainkan dari seluruh penjuru Indonesia.

“Perubahan mekanisme kalau yang lama RDKK sekarang sudah memakai Kartu Tani, jadi ini menyebabkan penebusan belum sempurna, kami siap mengambil tindakan bilamana distributor dan pengencer melakukan kecurangan. Sedangkan untuk alat pemecah jagung akan diusahakan dan untuk open pengering akan kami tambah lagi,” tegasnya.

Menanggapi permintaan masyarakat petani, Plh Bupati OKU, H. Edward Candra menerangkan Pemkab OKU akan membantu berbicara kepada pengurus tanah OMIBA  dalam hal ini puslatpur agar tidak memberikan harga yang bisa membuat beban bagi petani.

SXedangkan untuk masalah bibit Pemkab OKU juga akan mengusulkan agar semuanya gratis dan kualitas bibitnya yang terbaik agar petani bisa meningkatkan hasil panen yang memuaskan.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua OPD terkait, Unsur Muspika Kecamatan Lengkiti, para Kades Se-Kecamatan Lengkiti, dan perwakilan utusan dari persatuan kelompok tani, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (KP).


Laporan : Syahril