Anggaran Tidak Bertambah, Syarif Ahmad : Begitu Ada Kejadian Semua Bagian Turun

oleh -335 views
Syarif Ahmad, Kepala BPBD Kabupaten Anambas

ANAMBAS (KP) – Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Kepulauan Anambas (Anambas), Provinsi Kepulauan Riau, Syarif Ahmad memastikan tidak ada tambahan anggaran di BPBD pada tahun 2021 ini untuk penanganan Covid-19.

Menurut Syarif Ahmad, penambahan anggaran hanya ada dibeberapa dinas teknis seperti Dinas Kesehatan, karena kehadiran BPBD sipatnya hanya sebatas melakukan koordinasi.

“Jadi gak melaksanakan teknisnya mengkoordinasikan ke OPD-OPD saja, sedangkan untuk APD langsung dibuang dimusnahkan, APD ini dioperoleh dari Dinas Kesehatan melalui Rumah Sakit, biasanya kami minta sama Dinas Kesehatan untuk melakukan pemakaman jenazah,” ujar Syarif Ahmad, kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Rabu 02 Juni 2021.

Kata Syarif Ahmad, kebutuhan APD bagi BPBD karena adanya Tim BPBD yang bertugas melakukan evakuasi setelah jenazah selesai dilakukan pemulasaran, mulai dari sholat pardu kipayah bagi orang Islam juga pembersihan najis dan segala macam.

“Terus melakukan pembungkusan menggunakan plastik, kemudian dimasukan ke kantong mayat pertama di semprot disinfektan setelah di semprot dimasukin lagi kantong mayat kedua, disemprot lagi disinfektan kemudian dibungkus lagi, setelah itu dimasukan ke peti, ada yang pakai peti ada juga tidak pakai,” terangnya.

Syarif Ahmad menjelaskan, sejauh ini APD yang digunakan oleh pihaknya untuk pemulasaran jenazah Covid-19 semuanya berasal dari rumah sakit. APD tersebut didatangkan dari Dinas Kesehatan khusus untuk sekali pakai.

“Tapi ada juga Tim BPBD yang memakai APD untuk melakukan penyemprotan disenfektan saat kapal masuk, atau ada  rumah warga yang terpapar itu kami ada juga APD  tapi tidak banyak hanya ada 30 dan itu ada yang bisa di cuci, untuk lima kali pakai cuci,” ujarnya.



Bicara kesiapan penangan Covod-19 di Anambas, Syarif Ahmad menyebutkan saat ini BPBD memiliki pegawai negeri dan  pegawai tidak tetap sebanyak 70 orang. Jika sesuatu terjadi semua bagian dipastikannya turun ke lapangan.

“Kalau situasi begini, Bagian Keuangan, Bagian Program, Bagian Admitrasi yang laki-laki saya minta mereka semuanya turun, karena kita keterbatasan anggota,” pungkasnya.

Dijelaskan Syarif Ahmad, 70 orang tersebut tersebar di Kecamatan Palmatak melalui Tim Reaksi Cepat sebanyak 12 orang, wilayah kerjanya sampai ke Siantan Tengah dan Kute Siantan. Kemudian 3 orang di Nyamuk, dan 6 orang di Jemaja serta 7 orang di Kecamatan Jemaja Timur.

“Totalnya 70 orang dibagi-bagi, kalau untuk ibu kota Tim Reaksi Cepat hanya 3 orang, tetapi begitu ada kejadian mau bagian keuangan, bagian program, bagian administrasi, turun semua membantu penguburan jenazah yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Dalam hal ini, Syarif Ahmad menyebutkan informasi kebutuhan pegawai sudah mereka sampaikan ke pimpinan, namun karena ketidaktersedian anggaran pada tahun ini untuk sementara pihaknya belum bisa melakukan penambahan pegawai.

“Kalau tenaga harian lepasnya di BPBD untuk tenaga Tim Reaksi Cepat mau dia SMA atau serjana diberlakukan sama. Kalau kita bilangkan PTT, tetap itu diberlakukan sama. Nanti begitu ada gajian berkala kalau sudah setahun dua tahun kerja mungkin ada perbedaan antara yang SMA dengan sarjana,” tutupnya. (KP).



Laporan : Azmi Aneka Putra