Produk UMKM Sulit Naik “Burung Besi” Rodhial : Akan Kita Bicarakan Bersama Maskapai Penerbangan

oleh -393 views
Rodhial Huda, Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, (Foto : Protokol Komunikasi Pimpinan Natuna)

NATUNA – Wakil Bupati Kabupaten Natuna, Rodhial Huda membenarkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini terbilang sulit. Namun demikian pihaknya akan terus berusaha mencari formula yang tepat dalam peningkatan ekonomi tersebut.

Menurut Rodhial, sulitnya peningkatan ekonomi saat ini dikarenakan masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

“Jangankan saat ini, pada kondisi normal saja tidak jelas formula untuk meningkatkan ekonomi, tetapi pemerintah pasti akan tetap berusaha, kita akan lihat formulasi pajak-pajak UKM, misalnya retribusi UKM yang selama ini ditarik BP2RD berapa-berapa,” ujarnya menjawab koranperbatasan.com dikediamannya belum lama ini.

Kata Rodhial, pada masa-masa pandemi pemerintah berkeinginan agar pajak retribusi UKM tidak lagi ditarik.

“Kita berpikir itu jangan ditarik lagi, sudahlah pendapatan kecil, bayar pajak retribusi pula, sekarang provinsi salah satu menghapus denda pajak kendaraan, ini juga salah satu formula untuk masyarakat,” sebutnya.

Rodhial memastikan pemerintah akan tetap mendorong kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Natuna, salah satunya menyiapkan seperti apa formula pengelolaan dan pemasaran hasil produksi UMKM.

“Kita mendorong UMKM ini, jika memang bisa dikirim kita kirim, karena kebutuhan makan orang sebenarnya tidak berkurang, kalau produksi UMKM berhubungan dengan makanan Insya Allah berjalan, kaitannya dengan jam malam bisa disiasati take away, beli bawa pulang sebab di Batam dan Tanjungpinang warung-warung tetap buka, tetapi orang beli tidak berkerumun, mereka beli bawa pulang,” terangnya.



Wabup Natuna, Rodhial Huda poto bersama salah satu wartawan koranperbatasan.com usai memberikan keterangan terkait peningkatan UMKM dikediamannya

Terkait pemasaran, Rodhial menghimbau untuk bergerak seirama bersama-sama mencari peluang-peluang pasar, seperti hasil produksi ikan salai, pedo, calok dan madu.

“Cuma gini, ada sedikit masaalah dan ini tentunya harus kita bicarakan dengan maskapai penerbangan, saya beberapa hari ini ada orang bilang mau bawa pulang madu, dan pedok tidak bisa karena di bandara tidak diperbolehkan, sementara pedok, calok, dan madu itu adalah UMKM kita,” pungkasnya.

Sebagai Wakil Bupati Natuna, Rodhial rencananya akan membicarakan hal tersebut bersama pihak maskapai agar hasil produksi UMKM jenis ikan salai, pedok dan calok serta madu bisa diizinkan keluar menggunakan transportasi udara.

“Jadi kami akan segera juga ke maskapai menanyakan aturannya seperti apa, mengapa tidak boleh apakah karena cara membungkusnya, kalau memang karena packingnya, kita akan minta maskapai tolong beri tahu kami, untuk disampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Rodhial berharap hasil produksi UMKM tersebut diperbolehkan untuk dibawa keluar daerah menggunakan pesawat (burung besi-red) oleh pihak maskapai.

“Jangan sampai orang datang ke Natuna ketika mereka sudah beli oleh-oleh jenis ini sampai di bandara tidak bisa bawa pulang, sehingga membuat orang berpikir, malas lah beli oleh-oleh dari Natuna, karena tidak bisa bawa pulang,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri, Rodhial menjelaskan salah satu formula yang harus diciptakan untuk dapat menghidupkan UMKM di masa pandemi adalah meningkatkan ekonomi kreatif.

“Ekonomi kreatif ini untuk anak-anak muda bagaimana menggunakan start-up, aplikasi-aplikasi berdagang, kita coba buat-buat supaya ada sentra-sentra bisnis milenial, hanya dengan aplikasi hp orang bisa berjual beli,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan – Hairil