Tak Ada Kendala, Pemerintah Desa Binjai Sukses Realisasikan Proker Sesuai Alokasi Dana Masuk

oleh -193 views
Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid

NATUNA – Pemerintah Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, pada tahun 2021 telah menyelesaikan Program Kerja (Proker) berdasarkan jumlah alokasi dana yang masuk melalui rekening pemerintah desa baik yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD).

Berdasarkan Permendes PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Dana Desa Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Desa yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Daerah Kabupaten/Kota, pemerintah desa memiliki program kerja yang mengarah pada pembangunan baik bersifat fisik, pemberdayaan maupun pembinaan.

“Alhamdulillah program kerja kita baik fisik, pemberdayaan maupun pembinaan yang bersumber dari DD, maupun ADD pada tahun 2021 sudah kita selesaikan sesuai dengan jumlah anggran yang masuk,” ungkap Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid  kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Selasa 02 November 2021.

Said mengakui dengan adanya pandemi Covid-19, pihaknya harus membagi penggunaan anggaran DD untuk penanganan dan pencegahan Covid-19. Mengingat hal tersebut juga merupakan instruksi atau regulasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

“Untuk fisik yang bersumber dari DD, kita telah menyelesaikan rehab jembatan kayu yang beralamat di RT 01 RW 02 Dusun I, panjang 60 meter dengan pagu dana sebesar Rp 57 juta. Serta pemberdayaan dan pembinaan yang menjadi rutinitas kegiatan kita,” ujarnya.

Menurut Said, terhadap program kerja yang dimaksud pihaknya tidak menemukan kendala apapun dalam proses realisasinya, sehingga dapat diselesai sesuai harapan.

“Tentunya kita bersyukur mulai dari proses perencanaan hingga pengerjaan, baik fisik, pemberdayaan maupun pembinaan tidak ditemukan kendala apapun. Semua berjalan dengan lancar dan  maksimal,” pungkasnya.



Kata Said,  untuk program kerja yang belum sempat direalisasikan pada tahun 2021 ini, nantinya akan diusul kembali pada tahun 2022 mendatang, dengan tetap mengacu pada regulasi yang ada.

Sebagai kepala desa ia sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar program kerja yang telah direncanakan dapat direalisasikan semaksimal mungkin, serta pulihnya ekonomi masyarakat seperti sediakala.

“Saya sampaikan pandemi Covid-19 ini betul-betul memberikan dampak yang  sangat buruk bagi masyarakat. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini dapat membunuh ekonomi masyaraka kita. Oleh karena itu, saya sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir,” tutupnya. (KP).


Laporan : Ridwan